9 Rekomendasi Obat Cacing untuk Anak dan Dewasa, Pilih yang Manjur dan Terbaik

Jul 02, 2026 03:30 PM - 1 bulan yang lalu 32288

Saat anak terinfeksi cacingan, obat cacing menjadi salah satu pengobatan yang perlu diberikan. Selain untuk anak, banyak orang juga mencari obat cacing dewasa di apotik lantaran mudah ditemukan dan dapat membantu mengatasi jangkitan cacing secara efektif. 

Tidak sedikit juga yang mau mengetahui apa saja obat cacing untuk anak dan dewasa paling ampuh, untuk membantu membersihkan parasit di dalam tubuh secara optimal. 

Saat ini, sudah ada beragam pilihan obat cacing anak dan dewasa tablet yang tersedia, sehingga lebih praktis dikonsumsi.


Seperti yang diketahui, jangkitan cacingan disebabkan oleh cacing yang menginfeksi tubuh manusia dan umumnya ditularkan melalui tanah. 

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), indikasi jangkitan cacingan bisa ringan hingga berat. Pada jangkitan cacingan ringan, indikasi tidak tampak khas. Gejala umum yang kudu dikenali adalah lesu, tidak bersemangat, sering mengantuk, pucat dan kurang gizi.

Pada beberapa kasus, orang dewasa yang mengalami cacingan juga merasa berat badan susah naik, sehingga muncul dugaan perlunya obat cacing dewasa untuk gendut agar penyerapan nutrisi kembali normal.

Laman Kemenkes RI menyebut bahwa cacingan biasanya terjadi lantaran telur alias larva cacing masuk ke tubuh manusia. Jalurnya bermacam-macam, misalnya dari:

  • Makanan alias minuman yang terkontaminasi tanah alias kotoran
  • Sayur dan buah yang tidak dicuci bersih
  • Kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan
  • Kebersihan lingkungan yang buruk
  • Kebiasaan tidak memakai dasar kaki di luar rumah, sehingga larva cacing bisa menembus kulit

Obat cacing untuk anak dan orang dewasa diminum berapa kali? 

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah obat cacing dewasa diminum berapa kali agar pengobatannya efektif.

IDAI menjelaskan bahwa pencegahan jangkitan cacing dapat dilakukan dengan pemberian obat cacing, dimulai sejak anak usia 2 tahun. 

Alasannya, anak usia 2 tahun umumnya sudah sering kontak dengan tanah yang merupakan sumber penularan jangkitan cacing. 

Pemberian obat cacing dapat diulang setiap 6 bulan sekali. Sedangkan untuk daerah non endemis pemberian obat cacing kudu diberikan sesuai indikasi dan sesuai pemeriksaan dokter, dengan hasil pemeriksaan tinja positif ditemukan telur cacing alias cacing.

Jika tetap ragu obat cacing dewasa diminum berapa kali, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan master agar dosisnya sesuai kebutuhan.

9 Rekomendasi obat cacing untuk anak dan dewasa, pilih yang manjur & efektif

Seperti disebutkan sebelumnya, rekomendasi obat cacing untuk anak bisa mulai diberikan pada usia 2 tahun. Namun jika ada tanda positif jangkitan cacingan, master bisa memberikan dosis pengobatan yang berbeda sesuai tingkat keparahan.

Berikut beberapa contoh jenis obat cacing untuk anak dan dewasa:

1. Vermoran 

Vermoran merupakan salah satu obat cacing yang mengandung bahan aktif berupa Mebendazole sebanyak 500 mg per tablet.

Menurut National Health Service, kandungan Mebendazole dalam obat cacing dapat membunuh cacing yang menyebabkan jangkitan usus seperti cacing kremi (enterobiasis), cacing gelang, cacing pita, cacing tambang, dan juga cacing cambuk. 

Obat ini bekerja dengan menghalang penyerapan glukosa dan metabolisme daya pada cacing, sehingga cacing kehilangan daya dan mati, lampau dikeluarkan berbareng feses. 

Vermoran dapat digunakan untuk anak usia 5 tahun ke atas dan dewasa, sebanyak 1 tablet sekali sehari. Produk ini termasuk jenis obat cacing dewasa tablet yang praktis digunakan. Harga sekitar Rp9 ribu/strip.

2. Albendazole 

Albendazole merupakan obat jangkitan parasit yang bekerja dengan langkah mengganggu keahlian parasit untuk tumbuh dan berkembang biak dalam tubuh. 

Obat ini juga efektif mengobati beragam jenis jangkitan parasit, termasuk dari cacing gelang, cacing pita, cacing tambang, dan lain-lain. Karena efektivitasnya, banyak orang mencari obat cacing dewasa Albendazole sebagai salah satu pilihan pengobatan cacingan.

Obat Albendazole 400 mg ini dapat dikonsumsi oleh anak mulai usia 2 tahun dan dewasa sebanyak 1 tablet sekali sehari. Dosis lain bisa diberikan master sesuai kondisi pasien. Harga sekitar Rp10 ribu/strip.

3. Combantrin Tablet 

Combantrin 250 mg tablet mengandung unsur aktif berupa Pirantel Pamoat. Kandungan ini dapat mengatasi jangkitan cacing seperti cacing kremi, cacing gelang, dan cacing tambang.

Bagi orang dewasa, obat cacing dewasa Combantrin sering menjadi pilihan lantaran mudah ditemukan dan efektif melawan beberapa jenis cacing. Selain itu, obat cacing dewasa di apotik seperti Combantrin juga bisa dibeli tanpa resep.

Obat Combantrin Tablet ini bisa diberikan untuk anak mulai usia 2 tahun hingga 6 tahun dengan dosis ½-1 tablet sekali sehari.

Untuk anak usia 6-12 tahun diberikan 1-1½ tablet, sekali sehari. Sementara untuk anak di atas usia 12 tahun diberikan 1½-2 tablet, sekali sehari.

Dosis juga dapat disesuaikan berasas usia alias berat badan pasien, lampau dapat diulang sesuai rekomendasi master jika jangkitan terjadi lagi. Harga sekitar Rp23 ribu/strip.

4. Combantrin Suspensi 

Combantrin dengan sediaan suspensi alias Combantrin Jeruk Sirup mengandung unsur aktif berupa Pirantel Pamoat.

Pirantel Pamoat 125 mg/5 ml adalah obat cacing yang digunakan untuk mengatasi jangkitan cacing seperti cacing kremi, cacing gelang, dan cacing tambang. 

Obat ini bekerja dengan melumpuhkan otot cacing, sehingga cacing tidak dapat menempel pada tembok usus dan akhirnya dikeluarkan berbareng feses. 

Selain corak sirup untuk anak, obat cacing dewasa Combantrin juga tersedia dalam corak tablet untuk dikonsumsi orang dewasa.

Sediaan sirup ini biasanya diberikan sebagai dosis tunggal setelah makan, dengan takaran sesuai usia alias berat badan pasien.

Anak usia 2-6 tahun diberikan 5-10 ml sekali sehari, anak usia 6-12 tahun diberikan 10-15 ml sekali sehari, dan anak usia di atas 12 tahun diberikan 15-20 ml sekali sehari. Harga sekitar Rp25 ribu/botol 10 ml.

5. Vermox 

Jenis obat cacing untuk anak dan dewasa berikutnya ialah Vermox, yang juga mengandung unsur aktif berupa Mebendazole 500 mg.

Obat ini disebut bisa mengobati cacingan akibat jangkitan cacing kremi, cacing gelang, cacing tambang, cacing tambang, cacing cambuk, alias jangkitan cacing campuran tersebut. 

Dosis untuk anak usia di atas 5 tahun dan dewasa ialah 1 tablet kunyah, sekali sehari. Produk seperti ini juga bisa dikonsumsi sebagai obat cacing dewasa paling efektif untuk jangkitan cacingan. Harga sekitar Rp22 ribu/strip.

6. Konvermex 

Konvermex 125 Suspensi mengandung bahan aktif Pyrantel Pamoate, yang bisa melumpuhkan dan menghancurkan cacing, serta mengeluarkannya dari dalam tubuh tanpa memerlukan pencahar. Konvermex 125 untuk anak tersedia dalam sediaan suspensi rasa jeruk dan tablet.

Dosis untuk anak 2-6 tahun ialah ½-1 takaran (5–10 ml), untuk anak 6-12 tahun ialah 1-1½ takaran (10-15 ml), dan anak lebih dari 12 tahun ialah 1½-2 takaran (15-20 ml). Harga sekitar Rp19ribu/botol.

7. Albendazole KF

Albendazole 400 mg adalah obat cacing derivat benzimidazol berspektrum luas. Obat ini bekerja dengan langkah merusak sel di usus cacing, sehingga cacing tidak dapat menyerap gula, serta kehabisan daya dan mati. 

Jenis obat cacing dewasa Albendazole ini juga sering diresepkan master untuk beragam jangkitan cacing. Harga sekitar Rp10 ribu/strip.

8. Askamex 

Askamex merupakan obat cacing yang mengobati penyakit jangkitan akibat cacing gelang dan cacing tambang, baik pada anak-anak dan dewasa. Kandungannya berupa Levamisole HCl.

Pembagian dosis yang dianjurkan antara lain:

  • Anak-anak umur 1-3 tahun: 1 tablet sekali minum
  • Anak-anak umur 3-6 tahun: 1 ½ tablet sekali minum
  • Anak-anak umur 6-8 tahun: 2 tablet sekali minum
  • Anak-anak umur 8-12 tahun: 3 tablet sekali minum
  • Anak-anak umur 12-15 tahun: 3-4 tablet sekali minum
  • Anak-anak umur di atas 15 tahun dan dewasa: 4-6 tablet sekali minum

Harga obat cacing relatif terjangkau, sehingga banyak orang mempertimbangkan obat cacing dewasa nilai sebelum membeli produk yang sesuai. Harganya ialah sekitar Rp3 ribu/strip.

9. Combicitrine Sirup

Combicitrine Sirup merupakan obat untuk mengatasi jangkitan ascariasis (cacing gelang) dan enterobiasis (cacing kremi). Tiap 5 ml (sirup) obat ini mengandung 1,25 gram Piperazine Citrate, yang setara dengan 1 gram Piperazine hydrate.

Dosis untuk mengobati jangkitan cacing gelang dewasa dan anak >6 tahun ialah 15 ml, anak 3-6 tahun ialah 10 ml, anak 1-3 tahun ialah 5 ml, bayi ialah 2,5 ml. 

Untuk mengobati jangkitan cacing kremi dewasa dan anak >6 tahun ialah 3x5 ml, anak 3-6 tahun sehari 2x5 ml, anak 1-3 tahun sehari 2x2,5 ml, bayi 0,5 ml/kgBB diminum 4 hari berturut-turut.

Dosis juga dapat disesuaikan kembali oleh master sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing pasien. Harga sekitar Rp 5ribu/botol.

Bagi sebagian orang yang susah meningkatkan berat badan akibat jangkitan cacing, penggunaan obat cacing dewasa untuk gendut bisa membantu memperbaiki penyerapan nutrisi setelah cacing sukses dibasmi.

Itulah penjelasan tentang rekomendasi obat cacing untuk anak dan dewasa. Jika keluhan tetap berlanjut, segera periksakan ke master ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Selengkapnya