Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Kamis, 10 Sep 2026 09:15 WIB
Adidas Dikecam Tampilkan Eks Tentara Israel sebagai Model/ Foto: Unsplash.com/Shawn Rain
Beauties, merek sepatu asal Jerman, Adidas, kembali menuai kecaman dan seruan boikot setelah menampilkan kampanye mantan tentara Israel. Shalev Biton adalah eks IDF (Israel Defence Forces) difabel yang digandeng dalam iklan kampanye Single-Shoe Service. Kampanye tersebut merupakan program yang memungkinkan penyandang amputasi kaki membeli hanya satu sepatu dengan nilai separuh dari nilai sepasang.
Dikutip oleh CNBC Indonesia dari Roya News, Biton yang memodeli iklan kehilangan salah satu kakinya dan pernah terlibat dalam operasi militer Israel di Gaza pada tahun 2021. Pemilihan model itu pun memantik kecaman, khususnya aktivis kewenangan asasi manusia dan masyarakat pro-Palestina. Pasalnya, genosida yang terjadi mengakibatkan masyarakat Palestina juga kehilangan personil tubuhnya, apalagi kehilangan nyawa.
Seorang pengguna media sosial mengomentari keputusan Adidas tersebut, "Apakah kalian melakukan perihal yang sama untuk penduduk Palestina yang kehilangan personil tubuh?"
"Mungkin Adidas semestinya memberikan sepatu lainnya kepada anak-anak Gaza," bunyi komentar pengguna lainnya. Bersama dengan itu, seruan boikot merek Adidas kembali bergema. Sebelumnya, pada pertengahan 2024, Adidas menghadapi kritik usai mengeluarkan model keturunan Palestina-Amerika, Bella Hadid, dari kampanye sepatu retro SL72.
Permintaan Maaf Adidas

Adidas memberikan pernyataan maaf / Foto: unsplash.com/Preillumination SeTh
Usai dibanjiri kritik tersebut, pihak Adidas pun mengeluarkan permintaan maaf mereka. "Kami menyadari bahwa gambar yang digunakan dalam kegiatan baru-baru ini oleh tim lokal telah menimbulkan kekhawatiran dan reaksi keras. Kami tidak pernah bermaksud untuk menimbulkan pelanggaran, dan kami meminta maaf kepada siapapun yang terkena dampaknya," bunyi pernyataannya, dikutip dari CNN Indonesia.
Adidas menyatakan bahwa kampanye iklan itu merupakan inisiatif lokal di Israel dan bukan bagian dari kampanye global. Sementara kampanye Single Shoe bermaksud untuk mempromosikan inklusi, dengan memungkinkan orang-orang dengan perbedaan personil tubuh untuk hanya membeli sepatu yang mereka butuhkan.
Sejak bulan Januari, program ini telah diperkenalkan di 23 negara Eropa dan mereka bakal memperluas jangkauannya di seluruh Eropa, Asia, dan Timur Tengah, termasuk Palestina, Uni Emirat Arab, Lebanon, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Mesir.
Bagaimana menurut kamu, Beauties?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.