Alergi minyak wangi bisa terjadi ketika tubuh bereaksi terhadap bahan tertentu dalam parfum. Namun, rasa tidak nyaman setelah memakai alias mencium minyak wangi belum tentu disebabkan oleh alergi.
Ada juga sensitivitas terhadap wewangian yang biasanya muncul setelah terpapar aroma yang kuat alias dalam jumlah banyak. Jadi, jika Beauties pernah mengalami reaksi setelah menggunakan minyak wangi tertentu, krusial untuk mengetahui apakah itu alergi alias sensitivitas.
Lalu, seperti apa sebenarnya alergi minyak wangi dan apa yang membedakannya dari sensitivitas wewangian? Yuk, kenali juga gejala, penyebab, dan langkah mengatasi alergi minyak wangi berikut ini!
Alergi Parfum dan Sensitivitas Wewangian, Apa Bedanya?

Ilustrasi/Foto: Magnific/Lifestylememory
Sebelum membahas gejalanya, ada satu perihal yang perlu diketahui. Reaksi setelah memakai alias mencium minyak wangi tidak selalu berfaedah Anda mengalami alergi.
Melansir Everyday Health, Beth A. Miller, MD, kepala University of Kentucky’s Asthma, Allergy and Sinus Clinics sekaligus kepala bagian alergi dan imunologi, mengatakan bahwa istilah “alergi” memang sering digunakan untuk menyebut beragam jenis reaksi. Padahal, tubuh bisa saja bereaksi terhadap wewangian lantaran sensitif terhadap bahan tertentu, bukan lantaran sistem imun sedang melawan alergen.
Pada alergi, sistem imun bereaksi terhadap bahan tertentu dalam parfum. Sementara itu, sensitivitas alias intoleransi wewangian lebih berangkaian dengan tubuh yang tidak tahan terhadap paparan bahan tertentu.
Jumlah paparannya pun bisa berbeda. Tania Elliott, MD, mahir alergi dan ahli bicara American College of Allergy, Asthma & Immunology, menjelaskan bahwa sensitivitas biasanya muncul setelah terpapar wewangian yang kuat alias dalam jumlah banyak, sedangkan alergi bisa terjadi meski hanya terkena sedikit bahan pemicu.
Itu sebabnya, reaksi yang muncul setelah terpapar minyak wangi bisa berbeda-beda. Ada yang langsung bersin alias merasa pusing ketika mencium aromanya, sedangkan yang lain mengalami gatal dan ruam ketika minyak wangi mengenai kulit.
Gejala Alergi Parfum

Ilustrasi kulit ruam merah lantaran alergi parfum/Foto: Magnific/magnific
Gejala alergi minyak wangi bisa berbeda tergantung pada jenis reaksinya dan bagian tubuh yang terkena. Berikut beberapa indikasi yang perlu dikenali, mulai dari reaksi pada kulit hingga kondisi yang lebih serius.
- Kulit Gatal dan Kemerahan
Salah satu indikasi alergi minyak wangi yang bisa muncul adalah kulit terasa gatal. Kulit juga bisa menjadi kemerahan, kering, bersisik, terasa seperti terbakar, hingga muncul ruam.
Pada alergi kontak, ruam terkadang disertai pembengkakan alias lepuhan, terutama di area yang terkena minyak wangi secara langsung. Jika keluhan muncul berulang setelah menggunakan minyak wangi alias produk beraroma tertentu, kemungkinan ada bahan yang tidak cocok dengan kulit. - Pembengkakan pada Mulut, Bibir, alias Lidah
Reaksi alergi juga bisa menyebabkan mulut, bibir, alias lidah membengkak. Akibatnya, Anda mungkin kesulitan makan, berbicara, alias bernapas.
Jika pembengkakan mulai mengganggu pernapasan, segera cari pertolongan medis agar bisa ditangani dengan cepat. - Anafilaksis
Melansir laman Healthline, anafilaksis merupakan reaksi alergi berat yang terjadi ketika tubuh melepaskan banyak antibodi IgE (Imunoglobulin E). Kondisi ini bisa membikin saluran napas meradang dan menyempit sehingga seseorang bisa kesulitan bernapas.
Anafilaksis bisa berkembang dengan sigap dan menjadi kondisi yang serius. Jika perihal ini terjadi setelah terpapar parfum, segera cari support medis darurat.
Penyebab Alergi Parfum

Ilustrasi beragam produk yang mengandung bahan pewangi/Foto: Magnific/magnific
Alergi minyak wangi bisa muncul lantaran bahan pewangi tertentu yang ada di dalam parfum. Karena setiap produk punya kandungan yang berbeda, reaksi yang muncul pada setiap orang juga bisa berbeda.
Bahan pewangi juga rupanya tidak hanya ada di parfum. Deodoran, lotion, sampo, detergen, produk pembersih, pengharum ruangan, hingga lilin aromaterapi juga bisa mengandung bahan serupa.
Jadi, jika reaksi tetap muncul meski sudah berakhir memakai parfum, coba Beauties perhatikan produk lain yang digunakan sehari-hari. Cek juga daftar bahan pada bungkusan untuk membantu menemukan produk yang mungkin menjadi pemicunya.
Cara Mengatasi Alergi Parfum

Ilustrasi wanita sedang memilih produk bebas pewangi /Foto: Pexels/Anna Tarazevich
Cara mengatasi alergi minyak wangi yang paling utama adalah menghindari pemicunya. Jika sudah tahu minyak wangi alias bahan pewangi yang membikin tubuh bereaksi, sebaiknya hentikan penggunaannya.
Perhatikan juga produk lain yang dipakai sehari-hari lantaran pewangi bisa ditemukan dalam lotion, sampo, hingga pengharum ruangan. Jika perlu, pilih produk tanpa pewangi untuk membantu mengurangi paparan.
Kalau Anda tinggal alias bekerja dengan orang yang sering memakai parfum, jangan ragu untuk memberi tahu mereka, ya. Melansir Everyday Health, Susan P. Raschal, DO seorang mahir alergi dari Family Allergy & Asthma di Tennessee, menyarankan penggunaan air purifier dengan filter HEPA untuk membantu mengurangi bahan kimia dan alergen di udara.
Kalau reaksi terus muncul alias mulai mengganggu aktivitas, sebaiknya periksakan diri ke master agar penyebabnya bisa diketahui. Apalagi jika reaksinya sampai menyebabkan bibir, mulut, alias lidah membengkak dan membikin susah bernapas, lantaran kondisi seperti ini memerlukan penanganan segera.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)