Bunda pernah mendengar anak bilang 'Aku tidak suka kamu?'. Mendengar kalimat itu keluar dari mulut anak bisa terasa sangat mengecewakan dan menyedihkan.
Jika itu pernah terjadi, Bunda jangan berkecil hati ya. Meskipun anak mengatakannya, bukan berfaedah mereka betul-betul membenci orang tuanya.
Sebaliknya, itu sering kali menandakan bahwa mereka marah, sedih, malu, bingung, alias jengkel dengan suatu hal. Mereka hanya tidak tahu gimana langkah lain untuk mengungkapkan perasaan-perasaan besar itu.
"Sangat susah mendengar anak menggunakan kata-kata tersebut. Hal terpenting yang perlu diingat adalah, mereka tidak bermaksud seperti itu," kata master Lindsey Polishook Sherer, LCSW-C, LICSW, dilansir Parents.
Menurut ahli perkembangan anak, Siggie Cohen, PhD, ada banyak argumen kenapa seorang anak mungkin mengatakan 'Aku tidak suka kamu' kepada orang tuanya. Namun, benang merahnya adalah anak sedang mengkomunikasikan bahwa mereka merasakan emosi yang kuat dan memerlukan support untuk belajar gimana memprosesnya secara efektif.
"Kalimat 'Aku tidak suka kamu' telah menjadi salah satu langkah paling jelas yang digunakan anak-anak untuk memproyeksikan emosi yang kuat, reaktif, dan menyakitkan seperti kemarahan, frustrasi, dan kekecewaan, yang secara lahiriah ditujukan untuk 'menyakiti' orang tua agar mereka merasakan 'rasa sakit' yang sama seperti yang dirasakan di dalam hati anak-anak tersebut," ungkap Cohen.
Sebenarnya, yang menjadi masalah adalah komunikasi dan pengaturan emosi. Anak hanya perlu belajar langkah yang lebih produktif dan bijak untuk berbagi emosi mereka, memberi diri mereka waktu istirahat, menghormati batasan, memenuhi kebutuhan, mempertimbangkan emosi orang tua, dan memikirkan apa yang mereka katakan sebelum mengatakannya.
Cara orang tua merespons
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk merespons anak saat bilang 'Aku tidak suka Bunda'. Berikut cara-caranya, seperti melansir dari beberapa sumber:
1. Hindari reaksi berlebihan
Jika anak-anak mendapat reaksi besar lantaran mengatakan 'Aku tidak suka kamu', mereka mungkin condong terus mengatakannya, hanya untuk menarik perhatian. Bereaksi berlebihan alias menghukum anak lantaran mengatakannya dapat menjadi bumerang, dan mendorong mereka untuk mengatakannya lebih sering.
2. Tarik napas sebelum menjawab
Perhatikan apa yang muncul dalam pikiran Bunda saat anak mengatakan perihal tersebut ya. Jika memungkinkan, luangkan waktu sejenak untuk mengatur emosi sendiri agar kita dapat menjadi teladan dalam pengaturan emosi bagi anak kita.
3. Akui dan pengesahan emosi tersebut
Sebelum bicara serius ke anak, sebutkan apa yang Bunda lihat. Misalnya, "Saya bisa memandang Anda sangat marah sekarang. Itu masuk akal. Kamu betul-betul mau terus bermain, dan susah ketika kita kudu berhenti".
Dilansir laman Phys, itu bukan tentang menyetujui luapan emosi tersebut. Ini tentang memberi tahu anak bahwa perasaannya telah dipahami dan bahwa kemarahan itu sendiri tidak apa-apa. Mengajari anak-anak bahwa semua emosi itu wajar sejak awal bakal mempersiapkan mereka untuk mempunyai keahlian pengaturan emosi yang kuat di kemudian hari.
4. Hindari mempermalukan alias mengabaikan anak
Bunda juga perlu menghindari melakukan sesuatu yang bisa mempermalukan, mengabaikan, alias membalas dengan mengatakan 'Aku tidak suka kamu' ke anak. Godaan itu mungkin susah ditolak saat emosi sedang memuncak, tetapi cara-cara ini tidak bakal menyelesaikan masalah.
Minta maaflah jika memang pantas. Jika Bunda melakukan kesalahan dan mengatakan sesuatu yang disesali sebagai respons terhadap kata-kata menyakitkan, itu bukanlah suatu yang besar. Dengan melakukan itu, kita memberikan contoh kepada anak tentang gimana bertanggung jawab dan memperbaiki kesalahan.
5. Beri mereka ruang, tetapi tetap dekat
Jika Si Kecil kesulitan menenangkan diri, bimbing mereka untuk beristirahat. Memberi mereka ruang alias keheningan dapat membantu memproses apa yang mereka alami dan mencari tahu apa yang mereka butuhkan.
"Memberikan ruang ini kepada anak, memberi kita kesempatan untuk membangun dan memperkuat hubungan dengan mereka," ungkap Sherer.
6. Ungkapkan kasih sayang
Bunda juga perlu memastikan untuk memberi tahu anak tentang emosi sayang. Sampaikan bahwa Bunda menyayangi mereka, terlepas dari apa yang mereka katakan.
"Katakan, 'Aku sayang kamu, saya ada di sini untukmu'," kata guru besar perkembangan manusia dan pengetahuan family di East Carolina University, Andy Brimhall, PhD, LMFT.
7. Sebutkan batasannya dengan sopan
Setelah suasana lebih tenang, ingatkan anak dengan lembut bahwa meskipun semua emosi itu wajar, mengatakan kepada seseorang bahwa dia membenci mereka dapat menyakiti perasaan. Misalnya, Bunda bisa bilang, "Tidak apa-apa merasa marah, tetapi tidak boleh mengatakan saya membencimu ya."
8. Membantu membangun literasi emosional anak
Mengajari anak-anak untuk mengenali dan menyebut semua emosi mereka dapat membantu memberi mereka kata-kata untuk mengatakan "Saya marah" di lain waktu. Mengintegrasikan perihal ini ke dalam permainan dan melalui kitab juga dapat bermanfaat.
Demikian perihal yang dapat Bunda lakukan ketika anak mengatakan, 'Aku tidak suka Bunda'. Semoga info ini berfaedah ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)