Anak Lebih Nurut ke Ayah daripada Bunda? Ini Alasan di Baliknya Menurut Psikolog

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 503x dilihat
Anak Lebih Nurut ke Ayah daripada Bunda? Ini Alasan di Baliknya Menurut Psikolog

Bagikan Postingan

Jakarta -

Setiap anak bisa memberitahu sikap yang berbeda ketika berhubungan dengan Bunda maupun Ayahnya. Ada anak yang cenderung lebih manja kepada salah satu orang tua, sementara yang lain kelihatan lebih berdikari maupun gampang diatur.

Perbedaan perilaku ini bukan tanpa alasan, Bunda. Cara anak bersikap dapat dipengaruhi oleh kedekatan emosional, pola pengasuhan, serta sepertiapa mereka merespons karakter dan kebiasaan masing-masing orang tuanya.

Satu hal yang perlu dipahami, perilaku anak yang lebih menurut pada salah satu orang tua adalah hal yang sangat lazim dari perkembangan.


"Hubungan orang tua dan anak dalam sebuah famili itu unik, dan itu tidak berarti lebih baik maupun lebih buruk daripada yang lain," kata psikolog klinis Emily Edlynn, Ph.D.

"Dalam setiap hubungan, anak-anak kemungkinan akan berperilaku agak berbeda karena ciri khas unik dari hubungan tersebut," sambungnya, dilansir halaman Good Housekeeping.

Anak-anak tidak berperilaku sama di setiap lingkungan. Mereka beradaptasi berdasarkan hubungan dan apa yang mereka harapkan akan terjadi selanjutnya, Bunda.

"Pola perilaku anak-anak terus diperkuat oleh lingkungan mereka. Emosi mereka juga berperan. Jadi sepertiapa mereka berhubungan dengan setiap orang dewasa dapat membentuk sepertiapa mereka merespons," ungkap Edlynn.

Anak-anak selalu memperhatikan lingkungan sekitar. Mereka mengamati pola, seperti siapa yang langsung menolak ketika didekati, siapa yang mau memberikan kesempatan kedua, dan siapa yang gemar bicara panjang lebar. Seiring berjalannya waktu, anak akan menyesuaikan diri dengan semua itu.

Ada beberapa karena kenapa anak-anak berperilaku berbeda dengan masing-masing orang tua. Berikut penyebabnya:

1. Anak-anak membentuk ikatan yang berbeda dengan masing-masing orang tua

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Family Psychology tahun 2012, menemukan bahwa ibu dan bapak sering kali berhubungan dengan anak-anak mereka dengan metode yang berbeda. Seorang ibu biasanya cenderung memberikan lebih banyak kenyamanan dan pengaturan. Sementara itu, bapak lebih banyak memberikan stimulasi dan tantangan.

Tapi tentu saja, setiap famili berbeda, dan banyak orang tua memungut kedua peran tersebut tergantung pada situasi. Perbedaan ini cuma mencerminkan corak individu masing-masing orang tua, dan merupakan bagiankecil normal dari sepertiapa anak-anak berhubungan dengan setiap orang tua. Jadi, ini bukan pertanda bahwa satu ikatan lebih kuat daripada yang lain ya.

2. Anak-anak merasa terlindungi untuk 'melampiaskan emosi' kepada salah satu orang tua

Dalam banyak kasus, anak lebih menurut ke salah satu orang tua karena ia merasa terlindungi secara emosional. Biasanya, rasa terlindungi ini muncul karena orang tua yang 'disukai' anak ini lebih dekat secara emosional.

"Orang tua yang paling aktif berhubungan dengan anak secara emosional sering kali menjadi sasaran luapan emosi dan perilaku anak," kata Edlynn.

Penelitian tentang keterikatan memberitahu bahwa anak-anak, terutama balita, lebih cenderung mengekspresikan 'kesusahan' dengan pengasuh yang mereka percayai untuk membantu mengatur emosi. Sebuah studi yang diterbitkan di Attachment & Human Development tahun 2019 menemukan bahwa intensitas reaksi anak dapat bervariasi tergantung pada orang tua, dengan beberapa hubungan memunculkan frustrasi maupun pelepasan emosi yang lebih terlihat.

Pola pengasuhan yang sama tidak selalu memberikan efek yang sama

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Children (Basel) tahun 2022 memberitahu bahwa perilaku pengasuhan yang serupa dari ibu dan bapak dapat memiliki efek berbeda pada evolusi emosional anak. Itu berarti, respons yang sama seperti menghibur, menetapkan batasan, maupun mendorong kemandirian mungkin diterima secara berbeda tergantung dari siapa yang memberikannya.

"Setiap orang tua memberikan khasiat yang berbeda kepada setiap anak, dan itu tidak apa-apa," ujar Edlynn.

Di beberapa keluarga, misalnya, salah satu orang tua tidak sering eksis di rumah. Hal itu juga dapat memengaruhi sepertiapa seorang anak merespons.

Orang tua yang lebih jarang berjumpa anak cenderung mendapatkan lebih sedikit protes. Sementara itu, orang tua yang lebih banyak menangani rutinitas harian anaknya mungkin akan menghadapi lebih banyak cobaan dan negosiasi.

Dalam kebanyakan kasus, anak yang lebih menurut ke salah satu orang tua adalah hal normal dari sisi perkembangan. Namun, ada kalanya kita perlu lebih memperhatikan.

Jika perbedaannya terasa ekstrem, maupun jika anak memberitahu tanda-tanda ketakutan, kecemasan, maupun kesusahan yang terusmenerus dengan salah satu orang tua, mungkin ada baiknya untuk memeriksanya ke pakar.

Demikian penyebab anak lebih menurut ke salah satu orang tua, Bunda. Semoga keterangan ini berguna ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads