Jakarta -
Seiring bertambahnya usia, anak mulai menunjukkan perubahan dalam langkah mengekspresikan perasaan. Banyak di antaranya mulai malu dipeluk dan dicium orang tua di depan teman, Bunda.
Meski membikin orang tua bingung alias sedih, kondisi ini umumnya merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang wajar. Hal ini mungkin terjadi pada usia 10 tahun alias 16 tahun.
"Ini merupakan tahap perkembangan normal," kata mantan kepala medis The Corner Health Center di Ypsilanti, Dr. Kathryn Bondy Fessler, dilansir Metro Parent.
Banyak orang mengira, penolakan kasih sayang anak ke orang tua dianggap mengenai dengan munculnya masa pubertas. Tapi menurut Fessler, anak malu dipeluk orang tua bisa lantaran keinginannya sendiri dan pengembangan kemandirian yang tidak disadari oleh anak.
"Saya pikir itu lebih berangkaian dengan usia berapa remaja memutuskan untuk lebih dekat mengidentifikasi diri dengan golongan sebaya mereka," ujar Fessler.
"Tugas remaja dan dewasa muda adalah memisahkan diri dari family asal mereka dan mengidentifikasi diri dengan golongan sebaya. Itulah yang semestinya mereka lakukan," sambungnya.
Beberapa anak biasanya memilih untuk tidak mau terlihat di depan umum berbareng orang tua mereka, sementara yang lain kurang terhubung dengan keluarganya. Hal itu juga bisa menjadi argumen anak enggan mengekspresikan dirinya di depan teman.
"Gangguan hubungan antara orang tua dan anak sering kali sangat mengganggu bagi orang dewasa. Saya beranggapan itu juga dapat mengganggu bagi anak, meskipun anak yang memulainya," kata Fessler.
Hal yang sama juga disampaikan terapis anak dan keluarga, Rekha Chagarlamudi. Menurutnya, kontak bentuk yang diberikan orang tua ke anak sering kali dianggap sebagai 'bunuh diri' sosial.
"Biasanya sekitar usia 7 alias 8 tahun, anak-anak mulai memahami isyarat sosial dan betul-betul menyadari apa yang dipikirkan golongan kawan sebaya mereka, alias apa yang dilakukan teman-teman mereka. Orang tua memandang perubahan lain sekitar usia 10 alias 11 tahun, dan kemudian pada saat usia anak memasuki 13 tahun," kata Chagarlamudi, dilansir laman Today's Parent.
Tips jika anak mulai menjauh dari orang tua
Perkembangan anak praremaja yang condong menjauh dari personil family di luar rumah dapat terasa seperti penolakan bagi orang tua. Namun, cobalah untuk tidak terlalu memikirkannya, Bunda. Sebaliknya, sadari bahwa ini adalah tanda pertumbuhan dan kemandirian yang sehat dari seorang anak.
"Ini sangat susah sebagai orang tua. Kita lupa bahwa mereka sedang berkembang. Kita mau mereka tetap menjadi anak mini berumur tiga tahun yang menggemaskan," ungkap Chagarlamudi.
Kuncinya adalah komunikasi, negosiasi, dan keseimbangan. Orang tua juga perlu menetapkan beberapa batas dengan anak, seperti mengungkapkan kasih sayang yang dibatasi hanya di rumah saja. Apa pun kesepakatannya, ini kudu menunjukkan rasa nilai diri yang sehat dan rasa hormat kepada orang lain.
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan jika anak mulai malu dipeluk dan dicium orang tuanya:
- Berikan ruang bagi anak-anak untuk berbicara. Salah satu perihal yang sangat krusial ketika anak memasuki masa remaja adalah berakhir memberi tahu mereka terlalu banyak dan mulai lebih banyak mendengarkan mereka.
- Teruslah berkedudukan sebagai orang tua. Tetapkan batasan, berkomunikasi, dan terus tunjukkan kasih sayang kita ke anak.
- Tinggalkan catatan penyemangat untuk anak yang bisa ditemukan di pagi hari alias saat pulang sekolah. Hal-hal seperti itu bisa sangat berarti.
- Berbincanglah di dalam mobil saat mengantar anak ke sekolah alias di tempat yang bagus untuk memulai percakapan.
- Rencanakan waktu berbareng sesuai kemauan anak.
Berkirim pesan singkat bisa menjadi langkah yang bagus untuk berkomunikasi jika anak suka melakukannya.
Itulah penjelasan master tentang anak yang mulai malu dipeluk dan dicium orang tua di depan teman. Semoga info ini berfaedah ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·