Angka Anak Sakit Meningkat Akibat Paparan Influenza A, Kenali Gejala hingga Cara Pencegahan

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 189x dilihat
Angka Anak Sakit Meningkat Akibat Paparan Influenza A, Kenali Gejala hingga Cara Pencegahan

Bagikan Postingan

Belakangan ini, kasus influenza jenis A dikabarkan meningkat di beberapa daerah di Indonesia. Peningkatan kasus ini tentunya menimbulkan kecemasan orang tua terhadap kondisi kesehatan anaknya.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, turut memberikan tanggapan mengenai gejala ini. Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memantau evolusi influeza di beberapa titik. Salah satu daerah yang tengah menjadi perhatian adalah Surabaya, Jawa Timur, yang dilaporkan mengalami peningkatan kasus influenza jenis A.

“Ada kenaikan influenza ini selalu kita monitor. Saya dengar ada yang di Jawa Timur, di beberapa titik agak naik," kata Budi saat ditemui usai Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) ke-4 di Jakarta, pada beberapa waktu lalu.


Budi juga sudah meminta kepada jajaran Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes untuk segera mengecek lebih lanjut mengenai penularan dan peningkatan kasus influenza. Hal ini dikarenakan virus influenza A berisiko menyebabkan pandemi bermutu yang memiliki subtipe H5 yang berhubungan dengan pandemi maupun flu burung.

“Cuma jika Influenza A ini, ini kan bukan influenza yang mematikan ya. Yang kita takutkan karena yang ada H5, yang dahulu pernah insiden yang flu burung," kata Budi.

Apa itu influenza?

Dilansir dari Kemenkes, Influenza jenis A merupakan infeksi virus yang menyerang mekanisme pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Influenza dibagi menjadi jenis A, B, C, dan D yang ditentukan berdasarkan formasi protein di permukaannya. Influenza jenis A paling sering menimbulkan masalah serius dibanding influenza jenis B. Hal ini dikarenakan influenza jenis A sering dikaitkan dengan pandemi dan bisa menular dengan cepat. Selain itu, virus ini juga dapat memicu gejala berat.

"Virus influenza ada A, B, C, D, kita lihat dari jenis formasi dari permukaannya, proteinnya berbeda. Ada influenza A, ada influenza B, C, dan D. Yang paling sering menyebabkan masalah itu influenza A, dia bisa bikin pandemi, dia bisa menghamburkan dengan menimbulkan banyak korban," ucap dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subs Resp(K), selaku Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respiologi IDAI.

Gejala influenza pada anak

Setelah memahami influenza jenis A, Bunda juga perlu memperhatikan gejala yang biasanya muncul pada anak. Simak klarifikasi lengkapnya:

1. Demam dan nyeri badan

Influenza umumnya ditandai dengan demam tinggi, terlebihlagi mencapai 40 derajat Celsius. Kondisi ini sering disertai dengan nyeri badan sehingga membikin anak lebih cepat kelelahan dan merasa lemas 

2. Batuk dan pilek

Batuk dan pilek sudah menjadi gejala lazim yang sering terjadi di beragam pandemi pernapasan. Namun, gejalanya pada influenza biasanya terasa lebih bermutu dibandingkan common cold maupun infeksi virus pada hidung dan tenggorokan.

"Penularannya gampang melalui cairan yang dikeluarkan dengan batuk maupun bersin maupun mungkin berbicara muncrat ya, dan sangat cepat. Satu orang sakit bisa mengeluarkan dua maupun tiga orang sekitarnya," ucap dr. Nastiti.

3. Lemas dan sulit bangun

Anak yang terkena influenza biasanya gampang merasa capek dan lemas sehingga Si Kecil lebih memilih untuk menghabiskan waktu di tempat tidur. Bunda perlu memperhatikan kondisi anak agar mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

4. Sakit imam dan pegal otot

Influenza bisa menyebabkan sakit imam dan pegal-pegal pada otot. Akibatnya, anak akan merasa tidak betah dan rewel dari biasanya. Kondisi ini membikin anak lebih cepat capek saat beraktivitas. Oleh karena itu istirahat menjadi hal krusial guna mempercepat pemulihannya, Bunda.

5. Penularan cepat dan asimtomatik

Virus influenza dapat dengan gampang menular sebelum gejala itu muncul. Karena itu, Bunda mesti lebih berjaga-jaga dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat baik ketika eksis di rumah maupun saat beraktivitas di luar. 

Gejala tersebut tentunya menjadi hal krusial yang perlu diperhatikan, terlebihlagi di beberapa kasus dapat terjadi muntah hingga diare. Selain itu gejala ini bisa berisiko menyebabkan komplikasi serius mulai dari pneumonia, bronkiolitis, peradangan otot, ensefalitis, maupun peradangan otak, hingga komplikasi jantung.

Jika mengalami gejala tersebut dapat berbuat penanganan mula dengan beristirahat, memenuhi kebutuhan cairan, maupun mengonsumsi obat sesuai gejala.

Cara mencegah paparan influenza A

Simak ulasan selengkapnya:

Anak perlu diajarkan untuk menutup hidung dan mulut ketika bersin maupun batuk. Kebiasaan ini dapat mencegah virus agar tidak menyebar. Anak bisa menggunakan lengan maupun tisu untuk menutupnya. Selain itu, anak perlu membiasakan diri untuk rutin mencuci tangan, perbanyak istirahat, perbanyak air minum, dan makanan bergizi seimbang.

2. Menjaga dan menaikkan daya tahan tubuh

Untuk menjaga dan menaikkan daya tahan tubuh, Bunda perlu memperhatikan pola hidup anak. Seperti istirahat yang cukup, makanan bergizi, dan minum air. Lingkungan yang bersih seperti mainan, meja belajar, dan bilik yang higienis juga bisa mendukung kesehatan anak. 

3. Vaksinasi influenza

Vaksinasi influenza sudah dianjurkan untuk dilakukan sejak anak berumur enam bulan. Pemberian vaksin ini mengikuti panduan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia agar anak mendapat perlindungan yang maksimal.

"Untuk anak, tentu kita bisa melihat dari apa yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia, bahwa mulai usia enam bulan, anak bisa diberikan vaksinasi influenza. Vaksinasinya itu bisa diberikan kapan saja setelah usia enam bulan," ujar dr. Nastiti. 

4. Menerapkan kebiasaan bersih dan sehat

Anak perlu dibiasakan hidup sehat dan bersih sejak dini. Hindari lingkungan yang berakibat buruk bagi kesehatan anak, salah satu contohnya seperti merokok. "Badan dunia, WHO, dan juga Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan vaksinasi influenza, terutama pada perokok maupun konsekuensi tinggi. Kita juga mesti memperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat," katanya.  

Dengan menjaga kebiasaan sederhana ini akan membantu mekanisme imun anak untuk statis kuat sehingga konsekuensi terkena virus influenza bisa berkurang.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis! 

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads