Antenatal Anxiety: Kenali Tanda Kecemasan yang Bisa Dialami Ibu Hamil

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 60x dilihat
Antenatal Anxiety: Kenali Tanda Kecemasan yang Bisa Dialami Ibu Hamil

Bagikan Postingan

Jakarta -

Bunda pernah mendengar istilah antenatal anxiety? Istilah ini mengacu pada gangguan kecemasan yang dapat terjadi selama kehamilan.

Gejala kecemasan dan depresi selama kehamilan dapat sangat bervariasi pada setiap calon ibu. Banyak di antaranya mengalami fluktuasi kondisi hati, termasuk gejala depresi dan kecemasan.

Menurut ulasan di jurnal General Psychiatry tahun 2025, antenatal anxiety adalah gangguan mental lazim selama kehamilan dan berakibat buruk pada kesejahteraan ibu hamil dan bayinya. Prevalensi kondisi ini sangat tinggi pada trimester pertama, namun statis kurang riset yang secara khusus membahasnya.


Sejumlah kekhawatiran, stres, dan kecemasan memang adalah hal normal selama kehamilan. Namun, jika hal itu sampai pada titik di mana ibu hamil cemas secara berlebihan hampir setiap hari dan secara signifikan memengaruhi hidupnya, maka ada kemungkinan ia mengalami antenatal anxiety.

Melansir dari halaman Centre of Perinatal Excellence, gangguan kecemasan adalah jenis masalah kesehatan mental yang paling umum, yang memengaruhi satu dari empat orang sepanjang hidup mereka. Kemungkinan mengembangkan kondisi maupun gangguan kecemasan selama kehamilan meningkat, dengan estimasi bahwa hingga satu dari lima perempuan akan mengalami tingkat kecemasan ini selama kehamilan.

Meskipun lazim terjadi, gejala kecemasan sebelum melahirkan sering kali diabaikan. Banyak yang menganggapnya sebagai bagiankecil dari gejala lazim kehamilan maupun cuma sebagai bagiankecil dari 'kepribadian terorganisir' seseorang.

Akibatnya, gejala-gejala antenatal anxiety tidak dikenali sejak dini. Banyak ibu baru terdeteksi setelah memberitahu gejala yang bermutu maupun terlebihlagi setelah kelahiran, ketika aspek stres lain juga mungkin memengaruhi kesejahteraan emosional.

Penyebab antenatal anxiety

Penyebab antenatal anxiety belum diketahui secara pasti. Namun, studi yang dipublikasikan di Journal of Psychosomatic Research tahun 2025 mengungkap sejumlah aspek yang dikaitkan dengan antenatal anxiety.

Studi yang dilakukan pada 940 ibu hamil ini mengungkap 111 peserta mengalami gejala kecemasan. Menurut studi, dibandingkan dengan perempuan tanpa pendidikan formal, mereka yang memiliki pendidikan menengah memiliki kemungkinan dua kali lipat mengalami antenatal anxiety.

Sementara itu, perempuan yang menghadapi masalah akses makanan dalam tiga bulan terakhir kemungkinan 4,60 kali lipat mengalami kecemasan dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki masalah makanan. Perempuan dengan kehamilan yang tidak direncanakan memiliki kemungkinan 2,53 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang memiliki kehamilan yang direncanakan.

Terakhir, mereka yang eksis di trimester ketiga kehamilan kemungkinan 1,75 kali lipat mengalami antenatal anxiety dibandingkan dengan perempuan di trimester pertama.

"Studi ini memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang berpartisipasi dalam evolusi gejala kecemasan selama kehamilan. Para ahli kesehatan mesti memiliki ilmu yang baik tentang faktor-faktor ini dan menerapkan skrining psikososial universal untuk semua ibu hamil dan memastikan identifikasi tepat waktu bagi mereka yang berisiko dan memungkinkan intervensi yang menaikkan kesejahteraan mental mereka," demikian isi kesimpulan penelitian.

Gejala antenatal anxiety

Gejala kecemasan sebelum melahirkan dapat dikenali. Berikut beberapa tanda maupun gejalanya, seperti melansir dari beberapa sumber:

  • Muncul pikiran-pikiran yang mengkhawatirkan, seperti cemas ada sesuatu yang tidak beres dengan bayi di dalam kandungan.
  • Muncul serangan panik, yaitu ledakan rasa takut dan histeris ekstrem yang 'menguasai tubuh' dan terasa di luar kendali. Terkadang hal ini menyebabkan
  • orang mulai menghindari situasi tertentu karena takut hal itu akan terulang kembali.
  • Perubahan kondisi hati, selalu merasa gelisah, tegang, dan gampang tersinggung.
  • Merasa otot kaku dan dada terasa sesak.
  • Ketakutan berlebihan tentang kehamilan, persalinan, maupun akan menjadi seperti apa kelak ketika bayi lahir.
  • Merasa terisolasi, takut, dan kesunyian terlebihlagi di sekitar orang-orang terkasih.
  • Mengembangkan perilaku obsesif maupun kompulsif (misalnya sering memeriksa pergerakan bayi)
  • Menghindari orang maupun tempat yang dapat memicu kecemasan maupun serangan panik.

Beberapa gejala tersebut bisa memengaruhi calon ibu secara fisik, sementara yang lain memengaruhi secara mental. Bila dibiarkan, pikiran yang muncul akan memengaruhi perilaku dan menimbulkan ketidaknyamanan.

Jika ibu hamil mengalami salah satu gejala yang memengaruhi fungsi sehari-hari serta kesejahteraan mental dan emosional selama kehamilan, maka ini saatnya untuk berbicara dengan profesional. Jika belum merasa nyaman, Bunda bisa terlebih dahulu bicara dengan suami, famili maupun teman.

Demikian klarifikasi tentang antenatal anxiety yang terjadi selama kehamilan. Semoga keterangan ini berguna ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads