Pendiri Sariayu Martha Tilaar Meninggal, Ini Perjalanan Bisnis dan Kisah Cintanya dengan Suami

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 508x dilihat
Pendiri Sariayu Martha Tilaar Meninggal, Ini Perjalanan Bisnis dan Kisah Cintanya dengan Suami

Bagikan Postingan

Jakarta -

Industri kecantikan Tanah Air kehilangan salah satu sosok krusial yang telah berkontribusi dalam mengembangkan produk kosmetik lokal. Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group sekaligus figur di balik merek Sariayu, wafat bumi pada Rabu (14/10/2026) dalam usia 89 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh famili besar Martha Tilaar Group melalui pernyataan resmi yang diunggah di Instagram.

“REST IN PEACE. Dengan duka cita yang mendalam, famili besar Martha Tilaar Group menyampaikan berita berpulangnya DR. (H.C) Martha Tilaar, Founder Martha Tilaar Group, pada hari ini, Rabu, 14 Oktober 2026,” tulis pernyataan, dikutip dari halaman Instagram @martha_tilaar, Rabu (14/10/2026).


Mendiang Martha Tilaar dimakamkan di Karawang

Pernyataan tersebut juga menerangkan bahwa mendiang rencananya akan dimakamkan pada Jumat (16/10/2026) di pemakaman famili yang berlokasi di Karawang.

“Didampingi oleh anak, cucu, keluarga, dan kolega yang dicintai, DR. (H.C) Martha Tilaar akan dikebumikan pada hari Jumat, 16 Oktober 2026 di pemakaman keluarga, di Karawang."

Perempuan kelahiran Kebumen, 4 September 1937, ini dikenal melalui kiprahnya dalam membangun upaya kecantikan Indonesia.  Kepergiannya meninggalkan bekas perjalanan panjang dalam industri ini.

Keluarga besar Martha Tilaar Group mengenang sosok Martha sebagai figur yang memberikan banyak kontribusi bagi beragam bidang, mulai dari pelestarian lingkungan dan adat hingga pendidikan serta pemberdayaan perempuan.

“Hari ini DR. (H.C) Martha Tilaar memang telah meninggalkan kita semua, namun segala warisan ilmu, visi, dan misinya mempercantik serta memajukan industri kecantikan Indonesia akan selalu menjadi pegangan dan harga bermutu bagi Martha Tilaar Group,” tulis akun tersebut.

Dedikasi dan kebijaksanaannya pun dinilai menjadi teladan yang akan terus menginspirasi generasi penerus.

“Dedikasi, kebijaksanaan, dan kontribusinya terhadap pelestarian lingkungan dan budaya, bumi pendidikan, serta pemberdayaan perempuan akan selamanya menjadi inspirasi dan suri teladan yang terus kami ikuti jejaknya,” tambahnya.

Ungkapan perpisahan penuh kasih juga disampaikan kepada Martha yang dianggap bukan cuma sebagai pendiri, tetapi juga sosok ibu bagi famili besar perusahaan.

“Selamat jalan ibu kami tercinta, DR. (H.C) Martha Tilaar. Cantiknya batin ragamu akan selalu kami kenang dalam setiap langkah, karya dan pembaruan di masa depan,” tutup pernyataan tersebut.

Berawal dari salon kecantikan di Menteng

Mengutip situs web Sariayu, Martha Tilaar mengawali langkahnya dengan membuka salon kecantikan pada tahun 1970 di Jalan Tosari Menteng, disebut Martha Salon. Tujuh tahun kemudian, dalam perjalanan yang penuh jatuh bangun, kecintaannya pada adat dan tradisi Indonesia mendorong Martha untuk membikin brand kecantikan sendiri, Sariayu.

Sariayu didirikan oleh Martha Tilaar pada tahun 1977. Diawali dengan riset pada manuskrip-manuskrip antik dari Keraton Yogyakarta, Martha mempelajari banyak hal tentang tata metode perempuan ningrat Jawa merawat dan menjaga kecantikannya.

Martha  bahkan membutuhkan pertolongan ahli antropologi yang memahami nilai-nilai sejarah dan adat tentang kecantikan timur. Martha percaya, riset dan tradisi, bahan, dan pasar adalah kunci keberhasilan sebuah produk. Selain riset, Martha juga sadar pembaruan juga menjadi kunci yang akan membikin produknya akan statis relevan dengan pasar.

Tahun 1987, terinspirasi dari tradisi dan adat Indonesia, Martha kemudian berinovasi dengan koleksi tren warna Sariayu. Dengan tema-tema yang selalu berbeda setiap tahunnya, Martha mau memberitahu pada bumi benar-benar cantiknya Indonesia.

Kisah cinta Martha Tilaar dan suami menjadi inspirasi

Kepergian Martha Tilaar juga balik mengingatkan publik pada kisah cintanya berbareng sang suami, H.A.R. Tilaar, yang wafat bumi pada 30 Oktober 2019 dalam usia 87 tahun.

Kisah cinta keduanya kerap disandingkan dengan perjalanan cinta B.J. Habibie dan Ainun. Tak cuma bertetap hingga puluhan tahun, hubungan Martha dan H.A.R. Tilaar juga diwarnai beragam perjuangan yang menguatkan ikatan mereka.

Martha Tilaar dan H.A.R. Tilaar menikah pada 12 Januari 1964. Namun, baru delapan bulan membina rumah tangga, Martha mesti menjalani pernikahan rentang jauh maupun long distance marriage (LDM) karena sang suami mendapat danasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat.

Setelah akhirnya menyusul suami ke Negeri Paman Sam, Martha balik menghadapi cobaan dalam hayat rumah tangganya. Ia dan H.A.R. Tilaar mesti bersabar ketika mendapati bahwa mereka mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan.

Martha sempat divonis sulit memiliki anak, yang dalam sejumlah pemberitaan dikaitkan dengan kebiasaannya mengonsumsi pil KB. Setelah menanti selama 16 tahun, pasangan ini akhirnya dikaruniai anak pertama mereka, Wulan Tilaar.

Kebahagiaan famili Martha dan H.A.R. Tilaar kemudian bertambah dengan kedatangan tiga anak lainnya, yaitu Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar, dan Kilala Tilaar.

(asa/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads