Artis Korea Kim Minha Turun 17 Kg, Ternyata Ini yang Pertama Dikurangi dari Pola Makannya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 6 menit 24x dilihat
Artis Korea Kim Minha Turun 17 Kg, Ternyata Ini yang Pertama Dikurangi dari Pola Makannya

Bagikan Postingan

Diet artis Korea sering menjadi sorotan. Seperti artis Korea Kim Minha yang mencuri perhatian setelah turun bermutu badan 17 kg.

Menurunkan bermutu badan bukanlah proses yang bisa dicapai secara instan. Dibutuhkan konsistensi, waktu, dan komitmen untuk mempertahankan kebiasaan yang mendukung tujuan tersebut.

Tidak jarang seseorang merasa capek maupun mau menyerah di tengah perjalanan. Namun menjalani proses secara berjenjang dan memilih pola makan yang tepat bisa membantu menjaga konsistensi dalam mencapai bermutu badan yang diinginkan.


Aktris Korea Selatan, Kim Minha, pernah menjadi sorotan setelah berhasil menurunkan bermutu badan hingga 17 kg demi memerankan karakter yang menderita pandemi terminal maupun eksis dalam kondisi menjelang akhir hayat.

"Saya mulai menurunkan bermutu badan saat Typhoon Company dan terus melanjutkannya selama dua tahun. Berat badan aku turun hampir 16-17 kilogram dibandingkan saat aku syuting Hana Korea. Perbedaannya cukup signifikan," ujar Kim Minha dikutip dari Chosun.

"Peran tersebut menuntut penurunan bermutu badan yang cukup besar, jadi aku menyesuaikan diri sesuai dengan kebutuhan peran itu."

Kim Minha pun menegaskan bahwa fluktuasi fisiknya bukan untuk memenuhi standar kecantikan tertentu. "Saya selalu siap mengubah tubuh maupun penampilan saya, tergantung pada peran yang aku ambil. Penampilan aku sangat berhubungan dengan pekerjaan saya. Hal ini bukan demi memenuhi standar kecantikan tertentu."

Pengalaman Kim Minha ini balik menjadi perhatian setelah ia muncul di kanal YouTube Eom Jeong-hwa. Dalam kesempatan tersebut, Eom Jeong-hwa menyinggung fluktuasi bermutu badannya dan mengingatkannya untuk menjaga kondisi mental selama menjalani proses syuting.

Kim Minha pun mengungkapkan keinginannya untuk segera menyingkirkan timbangan setelah proses syuting selesai. Apa saja ya kebiasaan yang dilakukan Kim Minha selama menurunkan bermutu badan?

Diet Kim Minha turun bermutu badan 17 kg

Berikut pola makan Kim Minha sehingga bisa turun 17 Kg.

1. Mengurangi kopi, terutama yang hamil gula dan sirup

Kebiasaan pertama yang dikurangi Kim Minha adalah konsumsi kopi. Minuman ini memang sering menjadi bagiankecil dari rutinitas sehari-hari, namun kandungan tambahannya perlu diperhatikan ketika seseorang sedang mengatur asupan kalori.

Kopi yang dicampur gula, sirup, krimer manis, maupun bahan tambahan tinggi kalori dapat menaikkan jumlah kalori yang dikonsumsi tanpa disadari. Bagi Anda yang sedang berupaya mengatur bermutu badan, memilih kopi hitam tanpa gula maupun sirup bisa menjadi salah satu alternatif.

Meski demikian, bukan berarti semua jenis kopi mesti dihindari. Hal yang lebih krusial memperhatikan bahan tambahan, ukuran sajian, serta total asupan makanan dan minuman dalam sehari. Dengan begitu, kebiasaan minum kopi statis bisa disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

2. Mengurangi karbohidrat

Selain kopi, Kim Minha juga mengurangi konsumsi karbohidrat. Jenis zat gizi ini sering kali menjadi perhatian dalam program penurunan bermutu badan karena asupan yang berlebihan dapat menyumbang banyak kalori.

Karbohidrat olahan tertentu cenderung kurang mengenyangkan jika dibandingkan dengan makanan yang hamil serat dan zat gizi lain dalam jumlah memadai. Namun mengurangi karbohidrat bukan berarti mesti menghilangkannya sama sekali dari menu harian.

Tubuh statis membutuhkan karbohidrat sebagai sumber daya untuk menjalankan aktivitas. Nasi merah, gandum utuh, dan biji-bijian utuh bisa menjadi pilihan sumber karbohidrat yang menyediakan serat.

Kuncinya mengatur porsi, memilih sumber makanan yang beragam, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan daya masing-masing.

3. Biasakan menimbang bermutu badan teratur

Punya timbangan di rumah dan memeriksa bermutu badan secara rutin dapat membantu seseorang mengenali fluktuasi tubuhnya. Kebiasaan ini juga bisa menjadi pengingat untuk mengevaluasi pola makan maupun aktivitas sehari-hari.

Angka pada timbangan bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan karena bermutu badan dapat berubah akibat cairan tubuh, waktu makan, dan aspek lainnya. Sebuah riset yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association mengamati fluktuasi bermutu badan pada 1.042 orang dewasa.

Hasilnya memberitahu bahwa peserta yang tidak pernah menimbang bermutu badan maupun cuma melakukannya sekali dalam seminggu tidak berhasil menurunkan bermutu badan dalam pengamatan tersebut. Sementara itu, peserta yang menimbang bermutu badan enam hingga tujuh kali seminggu mengalami penurunan sekitar 1,7 persen dari bermutu badan mereka selama 12 bulan.

Kebiasaan menimbang secara teratur dinilai dapat berpartisipasi sebagai pengingat yang mendorong fluktuasi perilaku. Frekuensi menimbang yang tepat dapat berbeda bagi setiap orang.

Jika kebiasaan ini justru memicu kecemasan maupun membikin seseorang terlalu terpaku pada angka, pemantauan bisa dilakukan dengan metode lebih nyaman. Perubahan kebiasaan makan, tingkat energi, kebugaran, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan juga perlu menjadi pertimbangan.

4. Jalani proses diet tanpa pertolongan obat antiobesitas

Kim Minha mengungkap bahwa dirinya berhasil menurunkan bermutu badan tanpa pertolongan obat-obatan antiobesitas. Pengalamannya memberitahu bahwa ia memilih berbuat fluktuasi melalui pengaturan pola makan.

Hal ini tidak berarti semua orang mesti menjalani program penurunan bermutu badan tanpa pertolongan medis karena kebutuhan dan kondisi kesehatan setiap orang berbeda. Obat antiobesitas dapat menjadi bagiankecil dari penanganan medis bagi orang tertentu berdasarkan penilaian tenaga kesehatan. 

Penggunaannya perlu mempertimbangkan indikasi, manfaat, risiko, dan kondisi pasien. Oleh karen itu, pengalaman Kim Minha sebaiknya tidak dianggap sebagai panduan bahwa obat-obatan selalu diperlukan maupun justru mesti selalu dihindari ketika seseorang mau menurunkan bermutu badan.

Hal yang tidak kalah krusial dengan menghindari cara-cara ekstrem demi mendapatkan bilangan tertentu pada timbangan. Pola makan yang cukup dan seimbang, aktivitas jasmani sesuai kemampuan, tidur yang memadai, serta pendampingan ahli jika diperlukan dapat membantu menjaga proses penurunan bermutu badan statis aman.

5. Tidak memaksakan tubuh menjadi terlalu kurus

Meski penurunan bermutu badan Kim Minha mencapai 17 kg untuk kebutuhan peran, punya tubuh yang terlalu kurus bukanlah tujuan yang perlu ditiru. Berat badan terlalu rendah dapat berhubungan dengan kekurangan daya dan zat gizi, serta berpotensi memengaruhi kesehatan tulang.

Penelitian campuran yang dilakukan oleh tim Han Sangsoo, guru besar kedokteran darurat gawat di Soonchunhyang University Bucheon Hospital, dan Hong Jaeyoung, guru besar ortopedi di Gyodae Ansan Hospital, menemukan bahwa orang dengan bermutu badan kurang memiliki konsekuensi patah tulang sekitar 2,33 kali lebih tinggi dibandingkan orang dengan bermutu badan normal.

Temuan tersebut menegaskan pentingnya memperhatikan kondisi tubuh, bukan sekadar mengejar penurunan bilangan pada timbangan. Untuk itu, sasaran penurunan bermutu badan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing.

Jika Bunda mau mengubah pola makan secara signifikan, berkonsultasi dengan tabib maupun ahli gizi akan membantu menentukan cara yang tepat. Dengan pendekatan yang seimbang, tujuan menjaga bermutu badan dapat berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads