Jepang Gelar Lomba Tidur Berhadiah Rp233 Juta, Pemenang Ditentukan dari Ini

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 65x dilihat
Jepang Gelar Lomba Tidur Berhadiah Rp233 Juta, Pemenang Ditentukan dari Ini

Bagikan Postingan

Bunda, siapa sangka aktivitas tidur yang biasanya dilakukan untuk istirahat dari beragam aktivitas dapat menjadi ajang lomba dengan jumlah pemberian fantastis. Lomba tidur di Jepang baru-baru ini menarik perhatian publik.

Jepang dikenal sebagai negara yang sibuk dalam urusan bekerja. Tidak sedikit warganya yang kelelahan dan banyak mengorbankan waktu tidur demi pekerjaannya.

Hal ini didukung dengan adanya keterangan Organisation for European Economic Co‑operation (OECD), yang memaparkan bahwa Jepang jadi negara dengan waktu tidur paling sedikit di antara negara-negara yang tergabung di OECD. Rata-rata waktu tidur orang Jepang adalah tujuh jam 24 menit sehari.


Latar belakang jam tidur yang sedikit itulah yang membikin perusahaan kasur di Jepang, Koala Mattress, menyelenggarakan lomba tidur di Jepang. Lomba tidur ini dinamai Matt Race.

Pelaksanaan lomba tidur di Jepang, berhadiah Rp233 juta

Awal Oktober tahun ini, puluhan orang berkumpul untuk mengikuti lomba tidur. Melansir halaman News on Japan, perlombaan ini terdiri dari tiga balapan dengan sekitar 25 orang di masing-masing, sehingga total sekitar 75 peserta. Para peserta merupakan campuran lelaki dan perempuan dari usia 20-an hingga 50-an.

Semua peserta rebah di kasur masing-masing sambil diberikan alat pelacak tidur selama 90 menit. Penentuan pemenang dipilih berdasarkan seberapa cepat dan nyenyak mereka tidur.

Tempat tidur disusun di seluruh area kompetisi. Para peserta berupaya untuk tertidur setelah lampu diredupkan dan sesi dimulai dengan sinyal selamat malam. Ada beberapa peserta tampak langsung tertidur. Namun, ada pula yang kesulitan karena lingkungan yang tidak dikenal, kamera, dan aktivitas lain di tempat tersebut.

Penyelenggara meminta peserta untuk tidak datang dalam keadaan kurang tidur demi mendapatkan keuntungan. Peserta diharapkan datang dalam kondisi yang cukup sehat dan istirahat.

Direktur imajinatif di pelaksana Koala Sleep Japan, Riichiro Nakama menyampaikan karena di balik pelaksanaan lomba tidur ini. "Jepang sering digambarkan sebagai negara yang mengalami kurang tidur, dan orang-orang di sini sangat rajin," kata Nakama, dilansir Japan Today.

Di dalam ruangan yang remang-remang, peserta tidur dengan monitor di imam mereka. Beberapa peserta terlebihlagi menggendong boneka di tempat tidur mereka.

"Dengan mengubahnya menjadi aktivitas seperti ini, aku pikir kita bisa membikin orang-orang tidur bersama, menaikkan minat pada tidur," ujarnya.

Tidak main-main, pemberian untuk pemenang utama lomba tidur di Jepang ini mencapai Rp233 Juta. Suimii, pemenang kontes tidur ini menyampaikan rencananya untuk menggunakan pemberian tersebut. 

"Aku mau tinggal sendiri, jadi aku pikir aku akan menggunakan uangnya untuk biaya pindahan," kata Suimii.

 "Aku juga mau tempat tidur seperti putri, jadi aku pikir aku akan membeli tempat tidur itu," sambungnya.

Lomba tidur di Jepang ini bukan sekadar ajang untuk memperebutkan pemberian bermutu fantastis, Bunda. Melalui Matt Race, pelaksana juga mau membujuk penduduk lebih memperhatikan pentingnya tidur bagi kesehatan.

Di tengah kesibukan sehari-hari, tidur yang cukup sering kali terlupakan, padahal tubuh membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan energi. Jadi, jangan sampai keinginan menyelesaikan beragam pekerjaan membikin Bunda mengorbankan waktu tidur, ya!

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads