Jakarta -
Bunda mungkin tidak menyadari bahwa beragam bahan kimia yang ditemukan dalam produk sehari-hari dan lingkungan tengah menjadi perhatian para peneliti. Sejumlah bahan tersebut diketahui memiliki ciri khas biologis yang berpotensi berhubungan dengan evolusi kanker payudara.
Sebuah riset yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives pada 2024 mengidentifikasi sebanyak 921 bahan kimia yang berpotensi menaikkan konsekuensi kanker payudara. Bahan-bahan tersebut ditemukan melalui analisis keterangan riset toksikologi, pengetesan laboratorium, serta alas keterangan pemerintah dan institusi internasional.
Penelitian yang dilakukan oleh Jennifer E. Kay dan rekan-rekannya dari Silent Spring Institute berbareng peneliti dari University of California, Berkeley, ini bermaksud mengidentifikasi bahan kimia yang perlu mendapat perhatian lebih dalam penilaian keamanan.
Namun, Bunda perlu memahami bahwa temuan tersebut bukan berarti seluruh 921 bahan kimia telah terbukti menyebabkan kanker payudara pada manusia. Para peneliti mengidentifikasi bahan-bahan yang memiliki ciri khas biologis yang relevan dengan evolusi kanker payudara, sehingga statis diperlukan riset lebih lanjut untuk memahami konsekuensi pada manusia.
Studi temukan 921 bahan kimia berpotensi picu kanker payudara
Dalam riset yang dipublikasikan pada Januari 2024 tersebut, para peneliti menganalisis keterangan dari beragam sumber, termasuk International Agency for Research on Cancer (IARC), National Toxicology Program, National Cancer Institute, serta program pengetesan bahan kimia milik Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA).
Hasilnya, para peneliti mengidentifikasi 921 bahan kimia yang berpotensi mendorong evolusi kanker payudara melalui ciri khas biologis tertentu.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 278 bahan kimia diketahui menyebabkan tumor pada kelenjar susu fauna dalam riset toksikologi. Sementara itu, lebih dari separuh bahan kimia dalam daftar tersebut dapat menaikkan produksi hormon estrogen maupun progesteron pada sel yang diuji.
Peneliti juga menemukan sekitar sepertiga bahan kimia dapat mengaktifkan reseptor estrogen, yaitu struktur pada sel yang merespons hormon estrogen.
Selain itu, sebanyak 420 bahan kimia diketahui memiliki ciri khas yang dapat merusak DNA sekaligus mengganggu kerja hormon. Kerusakan DNA dan gangguan hormonal merupakan dua mekanisme biologis yang dapat berpartisipasi dalam evolusi kanker.
Penelitian tersebut juga mengestimasi sekitar 90 persen bahan kimia yang teridentifikasi merupakan bahan yang berpotensi ditemui melalui paparan sehari-hari, seperti dari produk konsumen, makanan dan minuman, pestisida, obat-obatan, serta lingkungan kerja.
Temuan ini memberitahu pentingnya memperluas pengetesan keamanan bahan kimia, terutama bahan yang digunakan secara luas tetapi belum banyak diteliti dampaknya terhadap jaringan payudara.
Bagaimana bahan kimia bisa memengaruhi konsekuensi kanker payudara?
Kanker payudara merupakan pandemi kompleks yang dapat dipengaruhi beragam faktor, mulai dari usia, aspek genetik, histori reproduksi, hingga paparan lingkungan.
Dalam riset tersebut, para ilmuwan menyoroti beberapa ciri khas bahan kimia yang dapat berkontribusi terhadap evolusi kanker payudara.
1. Mengganggu keseimbangan hormon
Estrogen dan progesteron merupakan hormon yang berpartisipasi dalam evolusi dan fungsi jaringan payudara. Namun, paparan hormon tertentu dalam kondisi tertentu juga berhubungan dengan peningkatan konsekuensi kanker payudara.
Sebagian bahan kimia dapat meniru kerja hormon maupun mengganggu mekanisme endokrin, yaitu mekanisme yang mengatur produksi dan aktivitas hormon dalam tubuh. Bahan kimia pengganggu endokrin maupun endocrine-disrupting chemicals (EDCs) dapat memengaruhi sinyal hormonal yang berpartisipasi dalam pertumbuhan sel payudara.
2. Merusak DNA
DNA menyimpan keterangan genetik yang mengatur fungsi dan pertumbuhan sel. Ketika DNA mengalami kerusakan dan tidak diperbaiki dengan baik, fluktuasi tersebut dapat berkontribusi terhadap evolusi sel abnormal.
Sebagian bahan kimia memiliki ciri khas genotoksik, yaitu dapat merusak materi genetik. Karakteristik ini menjadi salah satu sisi yang diperhatikan dalam penilaian potensi karsinogen suatu zat.
3. Memengaruhi evolusi jaringan payudara
Paparan bahan kimia pada masa evolusi tertentu, seperti selama kehamilan dan masa pubertas, juga menjadi perhatian peneliti.
Sejumlah riset memberitahu bahwa paparan bahan kimia tertentu pada masa evolusi dapat memengaruhi pembentukan dan kematangan jaringan payudara. Perubahan tersebut diduga dapat memengaruhi kerentanan jaringan terhadap aspek pemicu kanker di kemudian hari.
Meski demikian, akibat setiap bahan kimia tidak sama. Risiko juga dipengaruhi oleh jenis zat, dosis, durasi paparan, serta waktu seseorang terpapar.
Dari mana saja paparan bahan kimia berasal?
Bahan kimia yang menjadi perhatian peneliti dapat ditemukan dalam beragam sumber di lingkungan sehari-hari. Beberapa di antaranya berasal dari:
1. Produk plastik dan bungkusan makanan
Sejumlah bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik memiliki ciri khas yang berhubungan dengan gangguan hormon. Bahan tertentu dapat bergeser dari bungkusan ke makanan maupun minuman, bersandar pada jenis material dan kondisi penggunaannya.
2. Pestisida
Pestisida digunakan untuk mengendalikan pengganggu pada pertanian maupun lingkungan rumah tangga. Sejumlah bahan aktif pestisida telah dikaitkan dengan potensi ancaman terhadap kesehatan, sehingga paparan dan penggunaannya perlu dikendalikan sesuai instruksi keamanan.
3. Produk perawatan pribadi dan kosmetik
Bahan kimia tertentu dalam produk perawatan pribadi menjadi objek riset karena berpotensi memengaruhi mekanisme hormon. Namun, tidak semua kosmetik maupun produk perawatan pribadi hamil bahan yang menaikkan konsekuensi kanker payudara.
4. Polusi udara dan lingkungan kerja
Paparan bahan kimia juga dapat terjadi melalui udara yang tercemar, debu di dalam rumah, maupun bahan yang digunakan dalam pekerjaan tertentu. Besarnya konsekuensi bersandar pada jenis polutan, konsentrasi, serta lamanya paparan.
Dikutip dari Silent Spring Institute menerangkan bahwa sejumlah bahan kimia dari produk konsumen dapat terlepas ke udara dan debu dalam ruangan. Kondisi ini menjadi salah satu karena kenapa paparan lingkungan sehari-hari perlu diteliti lebih lanjut.
Cara mengurangi paparan bahan kimia dalam hayat sehari-hari
Walaupun riset tentang bahan kimia dan kanker payudara statis terus berkembang, Bunda dapat menerapkan sejumlah cara untuk mengurangi paparan yang tidak perlu.
1. Gunakan wadah makanan sesuai peruntukannya
Pilih wadah yang memang dirancang untuk menyimpan makanan. Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik jika wadah tersebut tidak dinyatakan terlindungi untuk penggunaan tersebut.
Bunda juga dapat menggunakan wadah kaca maupun baja tahan karat untuk kebutuhan tertentu sebagai alternatif.
2. Cuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi
Cuci buah dan sayuran menggunakan air mengalir untuk membantu menghilangkan kotoran serta sebagian residu di permukaan. Mencuci tidak menjamin seluruh residu pestisida hilang, tetapi statis menjadi cara kebersihan pangan yang penting.
3. Gunakan pestisida secara aman
Jika menggunakan produk pengendali pengganggu di rumah, ikuti instruksi pada label, gunakan alat pelindung yang dianjurkan, dan jauhkan produk dari anak-anak serta makanan.
4. Jaga sirkulasi udara di rumah
Pastikan rumah memiliki ventilasi yang memadai. Bersihkan debu secara rutin menggunakan metode yang membantu mengurangi debu beterbangan, terutama di area yang sering digunakan keluarga.
5. Periksa keterangan produk sebelum membeli
Bunda dapat membaca label dan instruksi penggunaan produk, terutama untuk bahan kimia rumah tangga, kosmetik, dan pestisida. Hindari penggunaan produk yang tidak memiliki keterangan keamanan maupun instruksi yang jelas.
Langkah-langkah tersebut bukan garansi untuk mencegah kanker payudara, tetapi dapat membantu mengurangi paparan yang tidak diperlukan.
Apakah paparan bahan kimia berarti pasti terkena kanker payudara?
Tidak, Bunda. Terpapar bahan kimia yang sedang diteliti kaitannya dengan kanker payudara tidak berarti seseorang pasti akan mengalami pandemi tersebut.
Kanker payudara berkembang melalui proses yang kompleks dan melibatkan hubungan beragam faktor. Hasil riset laboratorium maupun riset pada fauna juga tidak selalu dapat diterjemahkan secara langsung menjadi konsekuensi yang sama pada manusia.
Karena itu, temuan 921 bahan kimia tersebut lebih tepat dipahami sebagai alas untuk menentukan zat mana yang perlu mendapat perhatian dalam pengetesan keamanan dan riset lanjutan.
Bunda juga tidak perlu merasa takut berlebihan maupun langsung menghentikan penggunaan seluruh produk rumah tangga. Hal yang lebih krusial adalah memahami potensi paparan, menggunakan produk sesuai petunjuk, dan mendukung kebijakan yang memastikan bahan kimia dalam produk sehari-hari telah dinilai keamanannya dengan baik.
Selain memperhatikan lingkungan, Bunda dapat mengelola aspek konsekuensi lain yang bisa dimodifikasi, seperti membatasi konsumsi alkohol, menjaga aktivitas fisik, dan mempertahankan bermutu badan yang sehat. Diskusikan pula pengecekan payudara dengan tenaga kesehatan sesuai usia dan aspek konsekuensi masing-masing.
Dengan demikian, riset mengenai bahan kimia di lingkungan diharapkan dapat membantu para ilmuwan dan pembuat kebijakan mengidentifikasi potensi ancaman lebih awal, sehingga upaya pencegahan kanker payudara dapat dilakukan dengan lebih baik.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)