Jakarta -
Posisi misionaris corak berhubungan saat hamil trimester kedua statis menjadi salah satu pilihan bagi pasangan yang mau statis berhubungan intim selama kehamilan.
Namun, bertambahnya ukuran perut dan fluktuasi tubuh Bunda membikin posisi yang sebelumnya betah bisa terasa berbeda. Lantas apakah posisi misionaris corak berhubungan saat hamil trimester kedua aman?
Posisi misionaris untuk corak berhubungan saat hamil trimester kedua
Mengutip halaman Webmd, posisi misionaris adalah posisi berhubungan seksual ketika salah satu pasangan eksis di atas pasangan lainnya sehingga keduanya saling berhadapan. Pasangan yang berbuat penetrasi eksis di atas dan biasanya memiliki kendali lebih besar dibandingkan pasangan yang eksis di bawah.
Secara umum, posisi ini digambarkan dengan pasangan yang menerima penetrasi rebah telentang, sementara pasangan yang berbuat penetrasi eksis di atas dan menghadapnya.
Mengutip halaman Whattoexpect, pada trimester kedua posisi misionaris statis terlindungi dilakukan. Selama pasanganmu menopang tubuhnya agar bermutu badannya tidak menekan tubuh Bunda. Jika pasangan lebih gemar memiliki tangan yang bebas, cobalah bergeser ke tepi tempat tidur.
"Berbaringlah telentang di atas kasur dengan pantat eksis di tepi tempat tidur dan kaki menggantung ke arah lantai. Kemudian, biarkan pasangan berlutut maupun berdiri di depanmu," kata dr Jennifer Wu dikutip dari halaman Whattoexpect.
Meski begitu, posisi misionaris perlu dimodifikasi ketika usia kehamilan bertambah. The Bump mengutarakan bahwa setelah sekitar 20 minggu, ibu hamil sebaiknya menghindari rebah telentang datar dalam waktu durasi karena bermutu rahim dapat menekan pembuluh darah utama dan menyebabkan pusing maupun mengurangi mengerti darah.
Oleh karena itu, posisi misionaris perlu dimodifikasi dengan mengganjal punggung maupun panggul menggunakan bantal agar tubuh sedikit miring dan suami tidak menindih perut Bunda.
Keunggulan posisi misionaris
Berikut beberapa kelebihan saat Bunda dan pasangan berbuat posisi misionaris.
1. Komunikasi jadi lebih baik
Posisi saling salingberhadapan memudahkan Bunda dan pasangan untuk saling menatap, membaca ekspresi wajah sambil berkomunikasi menyampaikan rasa betah maupun tidak betah secara langsung saat berhubungan.
2. Cocok dilakukan saat sedang malas
Posisi ini statis populer karena relatif gampang dilakukan dan tidak membutuhkan banyak keahlian maupun pengalaman. Posisi misionaris juga betah dan tidak membikin pasangan merasa canggung.
Selain itu, karena salah satu pasangan rebah dan tidak perlu banyak bergerak, posisi ini bisa terasa lebih santai. Karena itu, posisi posisi misionaris corak berhubungan saat hamil trimester kedua ini sangat cocok dilakukan saat sedang malas.
3. Tidak membahayakan
Mengutip halaman penetrasi tidak akan membahayakan janin karena janin dilindungi oleh dinding rahim yang kuat dan cairan ketuban. Selama tubuh Bunda tidak tertindih beban pasangan, posisi ini terlindungi dilakukan.
4. Jadi lebih intim
Mengutip halaman Webmd, posisi misionaris bisa menjadi salah satu posisi seksual yang paling intim yang dapat dicoba berbareng pasangan. Karena dilakukan dengan saling berhadapan, pasangan dapat mempertahankan kontak mata selama berhubungan intim.
Keduanya juga eksis dalam posisi yang cukup dekat sehingga dapat dengan gampang berciuman maupun menyentuh satu sama lain serta mempertahankan kontak kulit dengan kulit.
5. Meningkatkan gairah seks
Jennifer Litner, seksolog dan pendiri Embrace Sexual Wellness, mengatakan posisi misionaris corak berhubungan saat hamil trimester kedua menaikkan gairah seks karena memungkinkan pasutri berbuat kontak mata dan intensitasnya lebih intens.
Berhadapan satu sama lain saat berhubungan seks memungkinkan kontak mata dan ekspresi wajah yang lebih intens, yang dapat menaikkan keintiman selama berhubungan seks,” kata Jennifer Litner, seksolog dan pendiri Embrace Sexual Wellness, dikutip dari Insider.
6. Meminimalkan kebocoran sperma
Usai lelaki ejakulasi, perempuan bisa statis dalam posisi rebah sehingga sperma tidak gampang keluar. Alhasil posisi rebah membantu menampung cairan semen di dalam memek lebih durasi dekat dengan serviks dibandingkan posisi berdiri maupun duduk.
Tips berhubungan intim dengan corak misionaris agar menaikkan kesempatan kehamilan
Berikut beberapa tipsnya:
1. Gunakan bantal di bawah panggul
Mengutip halaman BabyCenter, posisi miring maupun terangkat ini mencegah penekanan pembuluh darah sekaligus membantu mengarahkan sperma mendekati leher rahim. Alhasil bantal akan membantu memiringkan panggul, sehingga sperma bisa lebih gampang mencapai leher rahim.
2. Berbaring setelah berhubungan
Bunda sebaiknya rebah santai selama 10–15 menit seusai berhubungan intim untuk memberikan waktu bagi sperma bergeser menuju sel telur tanpa terburu-buru keluar.
3. Waktu berhubungan yang tepat
Lakukan hubungan intim pada masa subur (window of fertility), yaitu 1–2 hari sebelum ovulasi terjadi, agar kesempatan pembuahan maksimal.
4. Komunikasi demi kenyamanan
Kenyamanan menjadi aspek krusial dalam berhubungan intim. Berkomunikasi dengan pasangan mengenai keinginan Bunda saat berhubungan intim. Pastikan pasangan menopang bermutu badannya menggunakan siku maupun lengan di sisi tubuh Bunda agar perut tidak tertekan. Segera ubah posisi jika timbul rasa pusing maupun sesak.
Variasi posisi seks misionaris
Berikut beberapa pilihannya:
1. Lilitkan paha Bunda
Saat berbuat posisi ini dan suami eksis di atas, meminta dia bergeser 2 inch sehingga pangkal penis langsung sejajar dengan klitoris. Kemudian lilit pahanya dengan kaki Bunda dan berikan tekanan saat suami berbuat pergerakan lembut.
2. Tarik dengkul ke dada
Dalam ragam ini, Bunda rebah telentang sambil menarik kedua dengkul ke arah dada dengan posisi kaki ditekuk.
Pasangan lelaki kemudian berlutut menghadap Bunda, sehingga Bunda dapat menyandarkan kedua kakinya pada dada pasangan untuk mendapatkan posisi yang lebih sejajar dan sokongan selama berhubungan intim.
3. Letakkan kaki di atas pundak
Ian Kerner, Ph.D., penulis She Comes First menerangkan posisikan salah satu kaki Bunda ke atas bahu suami sementara yang lain terentang lurus di tempat tidur maupun ditekuk.
Saat suami berbuat penetrasi, Bunda juga bisa mengimbanginya dengan pergerakan naik-turun kaki kanan dan kiri.
“Ini menciptakan sensasi menyapu yang menyenangkan di atas area G-spot,” kata Ian Kerner, Ph.D., penulis She Comes First.
4. Suami duduk di antara kedua kaki Bunda
Lou Paget, pendidik seks bersertifikat sekaligus penulis The Great Lover Playbook mengatakan saat berbuat ragam ini Bunda rebah dan meminta pasangan berlutut di antara kedua kaki Anda sambil duduk sehingga pantatnya bertumpu pada pergelangan kakinya.
"Dia bisa menggunakan kekuatan pahanya untuk bergeser maupun meraih bokong Anda dengan tangannya untuk mengontrol kecepatan," tuturnya.
Variasi posisi seks misionaris ini merangsang dinding memek bagiankecil bawah yang hamil saraf sensitif. Saraf tersebut sering diabaikan selama misionaris konvensional.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)