Bunda telah kehilangan suami di dunia, apakah akan berjumpa balik di akhirat? Mari kita dengar klarifikasi hadist dan ustaz.
Kehidupan rumah tangga tidak cuma menjadi bagiankecil dari perjalanan manusia di dunia. Bagi umat Islam, pernikahan juga dipandang sebagai bagiankecil dari amalan yang dijalani berbareng dengan pasangan.
Ketika hayat bumi berakhir, apakah hubungan suami istri akan berlanjut di akhirat? Bahas di sini, yuk. Bunda.
Surga menjadi balasan bagi orang beriman
Surga digambarkan sebagai tempat penuh kedamaian dan kebahagiaan yang Allah SWT sediakan bagi orang-orang yang percaya dan menjalankan kepatuhan selama hidup di dunia. Mengutip buku Surga karya Mahir Ahmad Ash-Syufiy, surga merupakan tempat keselamatan yang dijanjikan Allah SWT dan menjadi bentuk rahmat-Nya kepada hamba yang beriman.
Kenikmatan di dalamnya berkarakter kekal. Para penghuninya pun memperoleh balasan sesuai dengan keagamaan dan kebaikan yang dilakukan selama hidup. Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Bayyinah ayat 8 yang berbunyi;
جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗࣖ
Artinya:
"Balasan mereka di sisi Tuhannya adalah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka abadi di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya."
Orang percaya dapat berkumpul dengan famili di surga
Gambaran mengenai berkumpulnya famili di akhirat juga terdapat dalam Al-Qur'an. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ketika menerangkan surah At-Tur ayat 21, disebutkan bahwa orang-orang percaya akan dipertemukan dengan keturunan mereka yang mengikuti keagamaan tersebut.
Allah SWT berfirman:
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍۚ كُلُّ امْرِئٍ ۢ بِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ
Artinya:
"Orang-orang yang percaya dan anak cucunya mengikuti mereka dalam keimanan, Kami akan mengumpulkan anak cucunya itu dengan mereka (di dalam surga). Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala kebaikan (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya."
Ayat tersebut menjadi salah satu alas bahwa ikatan famili di antara orang-orang yang sama-sama percaya dapat berlanjut hingga hayat akhirat. Keluarga yang dimaksud dapat mencakup orangtua, anak, cucu, hingga pasangan.
Meski demikian, bahasan mengenai pasangan suami istri yang telah bercerai membutuhkan klarifikasi tersendiri. Sebab, perceraian berarti ikatan pernikahan di bumi telah berakhir.
Apakah pasangan yang bercerai akan berjumpa di akhirat?
Terkait hal ini, Ustaz Maulana memberikan klarifikasi bahwa kondisi pasangan di akhirat berhubungan dengan keadaan mereka ketika menjalani hayat di dunia. Ia menerangkan bahwa pasangan yang bercerai karena perceraian tidak otomatis balik menjadi pasangan di akhirat.
"Yang kedua tidak bercerai, cerai hidup tidak akan ketemu di akhirat, cerai wafat baru ketemu," ujar Ustaz Maulana datang di aktivitas Islam Itu Indah TRANS TV.
Ia juga menerangkan bahwa hayat di akhirat berhubungan erat dengan keagamaan seseorang. Surga merupakan tempat bagi orang-orang yang percaya dan saleh. Oleh karena itu, permasalahan pasangan tidak dapat dilepaskan dari keagamaan dan kebaikan masing-masing.
Menurut Ustaz Maulana, seorang perempuan yang suaminya wafat dan kemudian tidak menikah lagi akan berbareng dengan suaminya yang telah mendahuluinya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keagamaan dalam hayat rumah tangga.
"Beribadah, seiman kepada-Nya, surga itu tempatnya yang percaya dan soleh," tambahnya.
Bagaimana jika pernah menikah lebih dari sekali?
Ibnu Katsir membahas hal ini dalam buku An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa seorang perempuan yang pernah menikah dengan lebih dari satu lelaki karena beberapa kali menikah akan dipertemukan di surga dengan suami yang memiliki adab terbaik kepadanya selama hidup di dunia.
Penjelasan ini didasarkan pada percakapan antara Ummu Salamah dan Rasulullah SAW. Ummu Salamah pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, ada di antara kami perempuan yang pernah menikah dengan dua, tiga, terlebihlagi empat orang. Jika semuanya masuk surga, siapakah yang akan menjadi suaminya di akhirat?"
Rasulullah SAW menjawab bahwa perempuan tersebut akan diberi pilihan, dan ia akan memilih suami yang paling baik akhlaknya. Ia akan berkata, "Ya Allah, suami inilah yang paling baik perlakuannya kepadaku ketika di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya." Rasulullah pun menegaskan bahwa adab mulia membawa kebaikan di bumi dan akhirat. (HR Al-Haitsami)
Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Ummu Habibah. Intinya, apakah pasangan suami istri yang telah bercerai akan berjumpa balik di surga sangat bersandar pada sepertiapa adab mereka semasa hidup.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)