Jakarta -
Bunda mungkin pernah mendengar klaim bahwa ASI eksklusif 3 bulan dapat mengubah gen bayi menjadi lebih kuat bertahun-tahun. Kedengarannya luar biasa, namun seperti apa faktanya?
Peran ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi sehingga kesehatan dan daya tahan tubuhnya tetap terjaga. Dilansir dari American Pregnancy, ASI mengandung beragam jenis nutrisi yang krusial bagi si mini seperti protein untuk mencegah virus dan bakteri, lemak untuk perkembangan otak, karbohidrat untuk memberi daya kepada anak, serta vitamin A, D, E, dan K yang semuanya krusial untuk mereka.
Seperti yang diketahui, sistem imun bayi di masa awal kehidupanya belum matang. Di sinilah peran ASI dalam membantu memperkuat daya tahan tubuhnya sehingga dia tak mudah terserang penyakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benarkah ASI eksklusif 3 bulan ubah gen bayi jadi lebih kuat?
Para peneliti dari Institut Kesehatan Global Barcelona (ISGlobal), Universitas Exeter, dan Universitas Bristol meneliti tentang ASI ini. Studi ini melibatkan lebih dari 3.400 anak dari 11 negara.
Peneliti menganalisis darah anak-anak ini dan menemukan bahwa anak-anak yang disusui secara eksklusif selama tiga bulan alias lebih, meninggalkan tanda epigenetik spesifik pada gen yang mengenai dengan kekebalan dan perkembangan. Anak-anak tersebut mempunyai pola metilasi DNA yang berbeda.
Ini pada dasarnya adalah penanda kimia yang bekerja pada DNA kita seperti pengatur volume, meningkatkan alias menurunkan kegiatan genetik tanpa betul-betul mengubah kode dasarnya. Perubahan ini tetap terdeteksi bertahun-tahun kemudian dan pada dasarnya memprogram sistem kekebalan bayi untuk masa depan.
"Temuan kami menunjukkan bahwa bayi yang disusui secara eksklusif membawa perubahan epigenetik yang mengenai dengan pengalaman tersebut. Gen yang dipengaruhi oleh penanda ini terlibat dalam proses perkembangan dan kekebalan, tetapi kami tidak dapat mengatakan dari penelitian kami apakah ini memengaruhi proses yang sangat kompleks tersebut secara langsung," kata salah satu pemimpin studi, Dr. Doretta Caramaschi, dari Universitas Exeter dilansir dari laman MSN.
Untuk memastikan bahwa tanda-tanda ini bukan hanya sesuatu yang dimiliki bayi sejak lahir, tim memeriksa darah tali pusat yang diambil saat lahir. Hasilnya, tidak ada tanda epigenetik yang datang sejak awal.
Tanda-tanda tersebut baru muncul kemudian. Ini menunjukkan bahwa tindakan menyusui itu sendiri (atau lingkungan biologis unik yang diciptakannya) sebagai pemicu perubahan tersebut.
Apa yang terjadi pada tubuh bayi yang mendapat ASI?
ASI bukan hanya makanan untuk bayi. Tapi ASI seperti paket biologis komplit yang berisi:
- Antibodi (IgA) untuk melawan infeksi
- Hormon dan enzim untuk perkembangan organ
- Prebiotik alami untuk mikrobioma usus
- Komponen bioaktif yang mendukung sistem imun
Sebuah meta-analisis oleh WHO dan beragam studi kohort besar menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI berisiko lebih rendah mengalami infeksi, diare, dan gangguan pernapasan di awal kehidupan.
Apa kegunaan perubahan gen pada bayi?
Para peneliti rupanya belum percaya sepenuhnya apa kegunaan perubahan ini. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa menyusui dapat memberikan manfaat, terutama dalam perihal kekebalan tubuh, tetapi peran pasti metilasi DNA ini tetap belum jelas saat ini.
DNA bukanlah cetak biru statis. Lebih tepatnya, DNA seperti perpustakaan besar berisi kitab panduan. Setiap sel dalam tubuh mempunyai perpustakaan yang sama, tetapi sel kulit tidak perlu tahu gimana bertindak seperti sel jantung.
Di situlah epigenetika berperan. Epigenetika menambahkan penanda spesifik yang memberi tahu sel petunjuk mana yang kudu dibaca dan mana yang kudu diabaikan.
Ketika gugus metil menempel pada gen, biasanya bakal mengurangi kegiatan gen tersebut. Selama bertahun-tahun, para intelektual menduga bahwa campuran unik hormon, antibodi, dan nutrisi dalam ASI mungkin berkedudukan dalam perihal ini, tetapi ini adalah bukti paling jelas hingga saat ini.
Dengan memberikan sinyal epigenetik ini, ASI mungkin memberikan sedikit dorongan pada sistem kekebalan tubuh bayi.
Studi tersebut menemukan tanda-tanda kimiawi ini pada anak-anak hingga usia 12 tahun. Itu adalah rentang waktu yang sangat panjang dalam kehidupan seorang anak muda.
Ini menunjukkan bahwa keputusan yang dibuat dalam beberapa bulan pertama berakibat jangka panjang.
Namun, epigenom bukanlah sesuatu yang tetap. Ini adalah sistem yang hidup dan berubah yang bereaksi terhadap diet, olahraga, dan polusi. Meskipun menyusui mungkin memberi anak untung di awal, itu hanyalah bab pertama dari sebuah kitab yang sangat panjang.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·