Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Mobil

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 521x dilihat
Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Mobil

Bagikan Postingan

Mobil memang bisa menjadi tempat praktis untuk menyimpan beragam barang, tetapi tidak semuanya kondusif ditinggalkan di dalam kendaraan. Ketahui peralatan yang tidak boleh disimpan di mobil dalam waktu lama, mulai dari obat-obatan hingga perangkat elektronik./ Foto: magnific.com

Tanpa disadari, mobil sering berubah menjadi tempat penyimpanan berjalan. Mudah diakses dan mempunyai ruang yang cukup luas, kita mungkin tergoda meninggalkan beragam peralatan di dalamnya, baik setelah berbelanja, bekerja, maupun bepergian.

Padahal, kebiasaan tersebut tidak selalu aman, Beauties. Suhu di dalam mobil dapat meningkat drastis ketika kendaraan terparkir di bawah sinar matahari. Selain berpotensi merusak barang, beberapa barang apalagi dapat menimbulkan akibat kesehatan, keamanan, hingga keselamatan.

Menurut Eva Velasquez, CEO Identity Theft Resource Center yang dilansir dari Reader’s Digest, menjelaskan bahwa kelalaian mini seperti meninggalkan peralatan tertentu di kendaraan dapat membuka akibat keamanan. Lantas, apa saja peralatan yang sebaiknya tidak disimpan di mobil? Berikut beberapa di antaranya.

1. Botol Air Plastik

Botol air plastik sebaiknya tidak ditinggalkan di dalam mobil yang panas dalam waktu lama. Suhu tinggi dapat mempengaruhi material plastik dan kualitas air di dalamnya./ Foto: magnific.com/pereslavtseva

Botol air plastik sebaiknya tidak ditinggalkan di dalam mobil yang panas dalam waktu lama. Suhu tinggi dapat mempengaruhi material plastik dan kualitas air di dalamnya./ Foto: magnific.com/pereslavtseva

Membawa persediaan air memang merupakan kebiasaan baik, tetapi menyimpan banyak botol plastik di mobil bukan pilihan ideal. Menurut penelitian yang diterbitkan pada 2014, paparan panas dapat menyebabkan material plastik terurai dan memungkinkan unsur kimia tertentu beranjak ke dalam air.

Selain itu, air yang menjadi panas tentu tidak lagi terasa menyegarkan. Sebagai alternatif, gunakan botol minum yang dapat digunakan kembali dan dirancang untuk menjaga suhu minuman tetap dingin.

2. Perangkat Elektronik

Laptop, ponsel, dan flash drive mengandung info krusial yang dapat menjadi sasaran pencurian jika ditinggalkan di mobil. Suhu tinggi juga dapat memperpendek usia perangkat elektronik./ Foto: magnific.com/pvproductions

Laptop, ponsel, dan flash drive mengandung info krusial yang dapat menjadi sasaran pencurian jika ditinggalkan di mobil. Suhu tinggi juga dapat memperpendek usia perangkat elektronik./ Foto: magnific.com/pvproductions

Laptop, ponsel, tablet, hingga flash drive bukan peralatan yang sebaiknya ditinggalkan begitu saja di dalam mobil. Selain berisiko dicuri, perangkat tersebut menyimpan informasi pribadi yang dapat disalahgunakan.

Menurut Eva Velasquez yang dilansir dari Real Simple, enkripsi menjadi lapisan perlindungan yang kuat jika perangkat betul-betul kudu ditinggalkan. Panas juga menjadi masalah tersendiri. Mobil yang terparkir di bawah sinar mentari dapat mencapai sekitar 120 derajat Fahrenheit dalam waktu satu jam, sementara Apple merekomendasikan iPhone dan iPad disimpan pada suhu antara -4 hingga 113 derajat Fahrenheit.

3. Obat-obatan

Obat-obatan umumnya perlu disimpan pada suhu tertentu agar kualitasnya tetap terjaga. Meninggalkannya di dalam mobil yang panas dapat membikin obat menjadi kurang efektif./ Foto: magnific.com/topntp26

Obat-obatan umumnya perlu disimpan pada suhu tertentu agar kualitasnya tetap terjaga. Meninggalkannya di dalam mobil yang panas dapat membikin obat menjadi kurang efektif./ Foto: magnific.com/topntp26

Sebagian besar obat sebaiknya disimpan pada suhu ruang yang stabil. Namun, suhu di dalam mobil dapat berubah ekstrem, terutama ketika kendaraan diparkir dalam waktu lama.

Panas mungkin tidak selalu membikin obat langsung menjadi berbahaya, tetapi dapat menurunkan efektivitasnya. Karena itu, obat sebaiknya dibawa masuk ke rumah dan disimpan sesuai petunjuk pada kemasannya.

4. Sunscreen

Sunscreen yang ditinggalkan di dalam mobil panas dapat mengalami penurunan efektivitas. Panas ekstrem juga dapat membikin bungkusan rusak alias apalagi bocor./ Foto: magnific.com

Sunscreen yang ditinggalkan di dalam mobil panas dapat mengalami penurunan efektivitas. Panas ekstrem juga dapat membikin bungkusan rusak alias apalagi bocor./ Foto: magnific.com

Ironisnya, produk yang digunakan untuk melindungi kulit dari sinar mentari justru bisa rusak jika terlalu lama terkena panas. Bahan aktif dalam sunscreen dapat mengalami degradasi akibat suhu tinggi sehingga perlindungannya berpotensi berkurang.

Dalam kondisi tertentu, bungkusan sunscreen juga dapat mengembang alias bocor dan mengotori jok serta interior mobil.

5. Bahan Makanan dan Belanjaan

Bahan makanan yang mudah rusak tidak boleh terlalu lama ditinggalkan di dalam mobil. Menurut USDA, makanan yang mudah rusak sebaiknya segera didinginkan untuk mencegah pertumbuhan bakteri./ Foto: magnific.com

Bahan makanan yang mudah rusak tidak boleh terlalu lama ditinggalkan di dalam mobil. Menurut USDA, makanan yang mudah rusak sebaiknya segera didinginkan untuk mencegah pertumbuhan bakteri./ Foto: magnific.com

Menurut U.S. Department of Agriculture (USDA), makanan yang mudah rusak umumnya tidak boleh berada di luar pendingin selama lebih dari dua jam. Jika suhu udara mencapai lebih dari 90 derajat Fahrenheit alias sekitar 32 derajat Celcius, pemisah waktunya menjadi hanya satu jam.

Karena itu, sebaiknya jadikan shopping bahan makanan sebagai kegiatan terakhir sebelum pulang. Dengan begitu, makanan dapat segera disimpan di tempat yang sesuai.

6. Kaleng Aerosol

Kaleng aerosol sangat sensitif terhadap suhu tinggi lantaran tekanan di dalam bungkusan dapat meningkat. Dalam kondisi ekstrim, kaleng aerosol yang ditinggalkan di mobil apalagi berisiko meledak./ Foto: magnific.com

Kaleng aerosol sangat sensitif terhadap suhu tinggi lantaran tekanan di dalam bungkusan dapat meningkat. Dalam kondisi ekstrim, kaleng aerosol yang ditinggalkan di mobil apalagi berisiko meledak./ Foto: magnific.com

Produk aerosol seperti hairspray, deodorant, alias semprotan tertentu biasanya mempunyai peringatan agar tidak disimpan pada suhu di atas sekitar 120 derajat Fahrenheit.

Panas dapat meningkatkan tekanan di dalam kaleng. Dalam kasus ekstrem, kondisi tersebut dapat menyebabkan kaleng pecah alias meledak, terutama jika terkena sinar mentari langsung.

7. Makanan Cadangan Non-Darurat

Menyimpan makanan dalam jumlah banyak di mobil bukan kebiasaan yang disarankan, meskipun makanan tersebut dikemas dalam kaleng alias kotak. Suhu ekstrem dan penyimpanan terlalu lama dapat mempengaruhi kualitas makanan./ Foto: magnific.com/azerbaijan_stockers

Menyimpan makanan dalam jumlah banyak di mobil bukan kebiasaan yang disarankan, meskipun makanan tersebut dikemas dalam kaleng alias kotak. Suhu ekstrem dan penyimpanan terlalu lama dapat mempengaruhi kualitas makanan./ Foto: magnific.com/azerbaijan_stockers

Menurut Leslie Kilgour, professional organizer sekaligus pendiri Get It Straight, makanan dalam kaleng maupun kotak tetap dapat rusak jika terlalu lama berada di dalam mobil. Jika memang perlu menyimpan makanan darurat di kendaraan, gunakan wadah penyimpanan yang kokoh untuk mengurangi akibat gangguan (benih)penyakit dan periksa persediaannya secara berkala.

Dari daftar di atas, peralatan mana yang rupanya tetap sering Anda tinggalkan di dalam mobil, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads