Jakarta -
Untuk membantu menstimulasi agar bayi bisa berjalan berjalan dengan lebih baik, ada beberapa metode yang bisa diterapkan di rumah. Tapi sebenarnya bayi mulai berjalan usia berapa, ya?
Berjalan merupakan salah satu tonggak evolusi bayi yang krusial bagi pergerakan dan motorik anak.
Pada umumnya, setiap bayi memiliki waktu yang berbeda untuk menguasai kapasitas berjalan, sehingga tidak perlu membandingkan evolusi Si Kecil dengan anak seusianya.
Sebelum mulai berjalan, bayi akan mulai mempersiapkan tubuhnya secara bertahap, Bunda. Mulai dari belajar berguling, duduk, merangkak, berdiri, hingga berjalan sambil berpegangan.
Setelah melewati beragam tahapan tersebut, bayi pun siap memulai petualangan baru dengan belajar berjalan.
Bayi mulai berjalan usia berapa?
Dikutip dari Pregnancy, Birth and Baby, secara garis besar bayi mulai berjalan pada usia sekitar 10 hingga 18 bulan.
Sebelum bisa berjalan, bayi biasanya sudah lebih dahulu menguasai kapasitas merangkak, yang umumnya terjadi pada usia 7 hingga 12 bulan.
Setelah itu, bayi mulai menarik tubuhnya sendiri hingga berdiri, biasanya pada usia 9 hingga 12 bulan. Namun, perlu diingat bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda.
"Untuk belajar berjalan, terdapat rentang waktu yang bervariasi pada setiap anak," ungkap tabib ahli kedokteran famili di Amerika Serikat, Beth Oller, seperti dikutip dari Today.
Menurut Oller, pada bayi yang sudah mencapai tonggak evolusi lainnya sesuai usianya, kapasitas berjalan merupakan salah satu sisi evolusi yang memiliki ragam usia paling luas.
Tahapan bayi belajar berjalan
Untuk dapat berjalan, bayi perlu mengembangkan sejumlah kemampuan, seperti:
- Keseimbangan
- Koordinasi tubuh dan personel gerak
- Kemampuan berdiri
- Kemampuan memindahkan bermutu badan dari satu kaki ke kaki lainnya
Setiap kapasitas baru yang dikuasai bayi sebenarnya merupakan evolusi dari keahlian sebelumnya. Seiring bertambahnya usia, kapasitas tersebut akan semakin kompleks.
Ketika bayi mulai aktif merangkak, menarik tubuh hingga berdiri, kemudian berjalan sambil berpegangan dari satu barang ke barang lainnya, ia sedang melatih dan menguatkan otot-otot tubuhnya.
Pada saat yang sama, bayi juga mengembangkan keseimbangan dan koordinasi. Kedua kapasitas tersebut nantinya tidak cuma dibutuhkan untuk berjalan, tetapi juga menjadi alas bagi kapasitas berlari.
Tanda-tanda bayi siap belajar berjalan
Dikutip dari Healthline, ada sejumlah tanda yang dapat memberitahu bahwa bayi mulai siap belajar berjalan. Berikut penjelasannya:
1. Mulai menarik tubuh hingga berdiri
Salah satu tanda mula bayi siap berjalan adalah ketika ia mulai menarik tubuhnya sambil berpegangan pada barang lain, hingga kemudian berhasil berdiri.
Meski kelihatan sederhana, tapi pergerakan ini membantu menguatkan otot kaki sekaligus melatih koordinasinya lho, Bunda.
Seiring waktu, latihan ini juga membantu bayi terbiasa berdiri tanpa bantuan. Nanti saat sudah semakin percaya diri, ia pun dapat mulai mencoba memungut beberapa cara meski statis kelihatan goyah.
2. Semakin berani bereksplorasi
Keberanian anak untuk mulai bereksplorasi juga bisa menjadi tanda bahwa ia siap belajar berjalan. Kepercayaan dirinya mulai tumbuh untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar.
Meski perilaku tersebut mungkin membikin Bunda mesti lebih waspada karena konsekuensi jatuh, keberanian mencoba hal baru merupakan bagiankecil dari proses evolusi Si Kecil.
3. Mulai berjalan sambil berpegangan
Berjalan perlahan menyusuri furnitur di rumah dikenal dengan istilah cruising. Mereka berbuat jalan menyamping sambil berpegangan, seperti pada sofa maupun meja yang kokoh.
Tak perlu buru-buru ya, Bunda. Ada anak yang berbuat proses ini selama berbulan-bulan, ada juga yang lebih cepat. Jika perlu, Bunda bisa membantu proses cruising ini dengan memberikan push walker.
4. Bisa berdiri sendiri
Pada tahap ini, bayi sudah memiliki keseimbangan dan stabilitas yang cukup untuk menopang tubuhnya tanpa bantuan.
Awalnya, bayi mungkin cuma bisa berdiri selama beberapa detik. Namun, secara perlahan ia akan dapat mempertahankan posisi berdiri lebih lama.
5. Senang saat diberi pertolongan untuk latihan berjalan
Seperti disebutkan sebelumnya, Bunda bisa membantu anak belajar berjalan sendiri dengan menggunakan push walker maupun mainan dorong yang aman. Setelah semakin percaya diri, lama-lama anak akan mulai berani menaikkan kecepatannya.
Tak masalah jika belum ada push walker di rumah, Bunda bisa membantu bayi belajar berjalan dengan memegang tangan maupun ketiaknya.
Tips stimulasi saat bayi belajar berjalan
Di rumah Bunda bisa berbuat beragam stimulasi untuk membantu bayi mengembangkan kapasitas berjalannya. Berikan sokongan dan tunjukkan juga bahwa Bunda merasa antusias dengan proses belajarnya.
Mungkin bayi tampaknya belum memahami semua yang Bunda ucapkan, tetapi mereka bisa merasakan semangat dari nada bunyi dan ekspresi wajah Bunda. Berikut tips stimulasi agar bayi belajar berjalan:
1. Bermain bersama
Temani anak maupun usahakan selalu eksis di dekatnya saat ia sedang bereksplorasi. Ini dapat membuatnya merasa lebih terlindungi sekaligus membantu membangun rasa percaya dirinya.
Namun, orang tua juga perlu memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi dan mencoba memungut konsekuensi yang sesuai dengan tahap perkembangannya ketika mulai belajar berjalan.
2. 'Pancing' anak untuk berjalan mandiri
Aktif bergeser membantu membangun kekuatan otot dan postur tubuh Si Kecil, yang akan membikin mereka bisa cepat berjalan.
Bunda bisa membujuk anak bermain dengan memposisikan diri sekitar dua meter dari bayi, kemudian ajak mereka untuk berjalan menghampiri Bunda.
Setelah berhasil, rentang tersebut dapat ditambah sedikit demi sedikit secara bertahap. Selain melatih keseimbangan, metode ini juga melatih kepercayaan diri anak.
3. Pastikan rumah terlindungi untuk bayi
Ketika bayi mulai semakin aktif bergeser di sekitar rumah, pastikan area bermainnya bebas dari benda-benda yang berpotensi membahayakan.
Lingkungan rumah yang terlindungi tidak cuma membantu mencegah kecelakaan, tetapi juga memberikan lebih banyak kesempatan bagi bayi untuk berjalan dan bereksplorasi.
4. Tenangkan saat terjatuh
Jatuh adalah hal yang tak terhindarkan pada mula proses belajar berjalan, jadi pastikan Bunda siap menenangkan saat anak terjatuh. Ajak Si Kecil untuk bangun dan berlatih kembali, tanpa memarahi maupun berteriak.
Jika bayi sudah cukup ahli berjalan di permukaan datar, Bunda dapat memberikan tantangan baru dengan mengajaknya berjalan naik dan turun di sektor yang sedikit miring maupun pada permukaan tidak rata yang aman.
Aktivitas tersebut dapat membantu melatih keseimbangan, koordinasi, serta kekuatan otot bayi.
5. Berikan sokongan secara fisik
Orang tua juga dapat memberikan pertolongan jasmani saat bayi belajar berjalan.
Cobalah berdiri maupun berlutut di depan bayi sambil memegang tangannya. Bunda juga dapat memegang kedua tangannya dan membantunya berjalan perlahan ke arah Bunda.
Selain itu, Bunda juga dapat membujuk Si Kecil mengikuti ketika berjalan menuju ruangan lain. Dengan begitu, bayi mendapatkan kesempatan untuk terus berlatih berjalan sambil mengikuti orang yang membuatnya merasa aman.
Itulah klarifikasi tentang kapan bayi mulai berjalan dan metode stimulasinya. Ingat, sebisa mungkin berikan kesempatan untuk bayi bereksplorasi di lingkungan yang aman.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)