Jakarta -
Proses terjadinya kehamilan merupakan momen yang sangat menakjubkan ya, Bunda. Semua dimulai dari satu cara kecil namun sangat penting, yaitu ketika sel telur dan sel sperma saling berjumpa dan menyatu. Lantas, sepertiapa sebenarnya peleburan antara sel telur dan sel sperma akan membentuk apa?
Untuk memahami prosesnya, simak klarifikasi mengenai fertilisasi, letak pembuahan, hingga evolusi zigot yang dirangkum dari sejumlah sumber berikut:
Sebutan proses peleburan sel telur dan sel sperma?
Mengutip halaman NCBI, julukan peleburan antara sel telur dan sel sperma disebut pembuahan (fertilization) maupun pembuahan. Proses ini terjadi ketika sperma berhasil berjumpa dan menyatu dengan sel telur, sehingga materi genetik dari kedua sel bergabung dan membentuk zigot.
Zigot merupakan sel tunggal yang membawa materi genetik dari kedua orang tua. Pada manusia, zigot memiliki 46 kromosom, yang terdiri dari 23 kromosom dari sel telur dan 23 kromosom dari sperma.
Ketika sel telur berjumpa dengan sperma (yang disebut pembuahan maupun pembuahan), 23 kromosom dari sel telur bergabung dengan 23 kromosom dari sel sperma. Proses ini menghasilkan zigot, yaitu satu sel yang memiliki 23 pasang kromosom.
"Setelah seluruh materi genetik yang tepat tersedia, pembelahan sel secara mitosis dapat dimulai. Zigot kemudian berkembang menjadi dua sel, kemudian empat sel, dan selanjutnya delapan sel,” jelas Barbara Wilkinson, MD, tabib ahli kebidanan dan kandungan (obgyn) di Brigham and Women’s Hospital sekaligus pelatih di Harvard Medical School dikutip dari halaman The Bump.
Di mana peleburan sel telur dan sel sperma terjadi?
Banyak yang mengira pembuahan terjadi langsung di dalam rahim, padahal tidak demikian lho, Bunda. Proses pembuahan umumnya terjadi di dalam saluran tuba fallopi (fallopian tube), yaitu saluran yang menghubungkan indung telur (ovarium) dengan rahim.
Saat masa subur maupun ovulasi, ovarium melepas sel telur yang matang menuju tuba fallopi. Di tempat inilah sel telur menunggu kedatangan sperma untuk dibuahi. Sel telur akan menunggu di tuba fallopi selama sekitar 12 hingga 24 jam untuk dibuahi oleh sperma.
Bagaimana proses peleburan sel telur dan sel sperma hingga membentuk zigot?
Peleburan antara sel telur dan sel sperma akan membentuk zigot melalui beberapa tahapan. Proses ini melibatkan perjalanan sperma, hubungan dengan lapisan pelindung sel telur, penyatuan materi genetik, hingga terbentuknya sel baru. Mengutip halaman Scienceabc dan The Bump, berikut tahapan pembuahan yang perlu Bunda ketahui.
Setelah ejakulasi, sperma bergeser melalui saluran reproduksi perempuan untuk mencapai sel telur. Sel telur yang telah dilepaskan dari ovarium akan bergeser melalui tuba fallopi.
Tidak semua sperma yang masuk ke saluran reproduksi berhasil mencapai sel telur. Fertilisasi dapat terjadi jika salah satu sperma berhasil berjumpa dengan sel telur di letak yang sesuai.
2. Sperma menembus lapisan pelindung sel telur
Sel telur memiliki lapisan pelindung yang membantu mengatur hubungan dengan sperma. Ketika sperma mencapai sel telur, terjadi rangkaian hubungan yang memungkinkan sperma menembus lapisan tersebut.
Proses penyatuan gamet mencakup penetrasi sperma ke sel telur, pengikatan sperma dan sel telur, peleburan keduanya, serta aktivasi zigot. Tahapan ini merupakan bagiankecil dari mekanisme fertilisasi.
3. Satu sperma berhasil menyatu dengan sel telur
Setelah salah satu sperma berhasil menyatu dengan sel telur, sel telur mengalami fluktuasi yang membantu mencegah sperma lain masuk. Mekanisme ini krusial agar satu sel telur tidak dibuahi oleh banyak sperma dalam pembuahan normal.
Penyatuan satu sperma dengan sel telur memungkinkan materi genetik dari kedua gamet dipersatukan dalam proses berikutnya.
4. Materi genetik sel telur dan sperma bergabung
Sel telur dan sperma masing-masing membawa 23 kromosom. Setelah fertilisasi, materi genetik dari kedua sel bergabung sehingga terbentuk sel dengan 46 kromosom maupun 23 pasang kromosom. Kombinasi materi genetik dari kedua orang tua inilah yang menjadi alas keterangan genetik bagi evolusi organisme baru.
5. Zigot terbentuk
Setelah seluruh materi genetik menyatu penuh, proses pembuahan pun selesai. Hasil peleburan antara sel telur dan sel sperma akan membentuk sebuah sel utuh yang siap berkembang, yaitu zigot.
Apa yang terjadi setelah zigot terbentuk?
Mengutip Scienceabc, zigot merupakan bentuk hayat yang paling sederhana. Setelah terbentuk, zigot akan mulai membelah menjadi sel-sel baru yang kemudian berkembang dan tersusun membentuk struktur yang semakin kompleks.
1. Pembelahan sel
Zigot mulai mengalami pembelahan mitosis, yaitu satu sel membelah menjadi dua sel, kemudian empat sel, delapan sel, dan seterusnya. Pembelahan ini memungkinkan jumlah sel bertambah tanpa langsung memperbesar keseluruhan ukuran struktur mula secara proporsional.
Sekitar 30 jam setelah zigot terbentuk, proses mitosis (pembelahan sel) mulai berlangsung. Proses ini menaikkan jumlah sel tanpa menambah ukuran keseluruhan zigot. Hal tersebut terjadi karena setiap kali membelah, ukuran masing-masing sel menjadi semakin kecil, sementara jumlah sel terus bertambah dua kali lipat.
Selama mengalami pembelahan, hasil pembuahan bergeser dari tuba fallopi menuju rahim. Perjalanan ini terjadi selama beberapa hari dan melibatkan fluktuasi dari zigot menjadi struktur evolusi yang lebih kompleks.
Menurut The Bump, zigot bergeser menuju rahim sambil mengalami pembelahan sel. Ketika berkembang menjadi blastokista, struktur tersebut kemudian dapat menempel pada lapisan rahim melalui proses implantasi.
Implantasi merupakan tahap krusial karena memungkinkan jaringan yang berkembang membentuk hubungan dengan lapisan rahim untuk mendukung evolusi kehamilan.
3. Perkembangan menjadi embrio
Setelah blastokista menempel pada lapisan rahim, evolusi berlanjut menuju tahap embrio. Pada tahap ini, sel-sel mulai mengalami diferensiasi dan membentuk struktur yang akan berkembang menjadi beragam bagiankecil tubuh.
Istilah zigot digunakan pada tahap paling mula setelah pembuahan. Seiring pembelahan dan evolusi sel, istilah morula, blastokista, dan embrio digunakan untuk menggambarkan tahapan yang berbeda.
Kemudian implantasi blastokista ke lapisan rahim terjadi sekitar enam hari setelah pembuahan. Setelah implantasi, kehamilan eksis dalam tahap evolusi embrionik.
Berapa durasi proses pembuahan hingga terbentuk zigot?
Sekitar 24–30 jam setelah pembuahan, zigot mengalami pembelahan pertama dan terbagi menjadi dua sel yang disebut blastomer. Begitu zigot telah membelah menjadi dua sel maupun lebih, istilah yang digunakan bukan lagi zigot, melainkan embrio.
Adapun perjalanan zigot dari saluran tuba fallopi menuju rahim hingga berbuat implantasi membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5 hari.
Apa perbedaan sel telur, sperma, fertilisasi, dan zigot?
Sel telur, sperma, fertilisasi, dan zigot merupakan istilah yang saling berhubungan dalam proses reproduksi manusia. Namun, keempatnya memiliki pengertian yang berbeda.
1. Sel telur
Sel telur merupakan salah satu sel reproduksi perempuan maupun gamet. Sel ini membawa separuh dari jumlah kromosom yang dibutuhkan untuk membentuk sel manusia baru.
2. Sperma
Sperma adalah gamet lelaki yang membawa materi genetik dari bapak biologis. Ketika berhasil membuahi sel telur, sperma menyumbangkan 23 kromosom ke dalam hasil pembuahan.
3. Fertilisasi
Proses penyatuan maupun peleburan antara sel telur dan sel sperma.
4. Zigot
Zigot adalah satu sel yang terbentuk dari penggabungan materi genetik sel telur dan sel sperma, sehingga menghasilkan 23 pasang kromosom.
Jadi klarifikasi tentang peleburan antara sel telur dan sel sperma akan membentuk zigot. Proses peleburan tersebut disebut pembuahan maupun pembuahan, yang umumnya terjadi di tuba fallopi.
Setelah zigot terbentuk maka sel akan mulai membelah dan berkembang sambil bergeser menuju rahim. Perkembangan selanjutnya mencakup pembentukan morula, blastokista, hingga embrio setelah implantasi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)