Beras Fortifikasi Abal-abal: Daftar Merek Diduga Bermasalah dan Dampaknya bagi Konsumen

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 507x dilihat
Beras Fortifikasi Abal-abal: Daftar Merek Diduga Bermasalah dan Dampaknya bagi Konsumen

Bagikan Postingan

Jakarta -

Produk beras fortifikasi abal-abal ditemukan di pasaran, Bunda. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, mengungkap adanya sejumlah beras yang diklaim sebagai produk fortifikasi, namun tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.

Beras-beras tersebut apalagi dijual dengan harga jauh di atas harga yang normal, Bunda. Potensi kerugian dari praktik beras fortifikasi 'abal-abal' ini diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah.

Fakta beras fortifikasi abal-abal

Melansir dari beberapa sumber, berikut fakta beras fortifikasi abal-abal dan dampaknya bagi konsumen:


Dari hasil diagnosis di laboratorium, 25 dari 27 merek beras fortifikasi dinyatakan tidak memenuhi syarat, Bunda. Sementara dua merek lainnya memenuhi standar.

Dilansir halaman detikcom dan CNBC Indonesia, ketidaksesuaian ini berangkaian dengan kandungan gizi pada beras yang ditemukan tidak sesuai dengan klaim produsen. Pemerintah juga menemukan kandungan beras tidak sesuai dengan klaim fortifikasi pada label.

"Ada anggapan berpaling dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi. Setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek rupanya tidak sesuai dengan labelnya," ujar Amran dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

2. Harga jual tidak wajar

Beras fortifikasi abal-abal bukan cuma tidak sesuai standar, tapi juga dijual dengan harga tidak wajar. Misalnya, beras dengan merek dagang berinisial WFO yang dijual hingga Rp57.600 per kilogram (kg). Padahal, harga wajarnya cuma sekitar Rp13.500 per kg.

Menurut Amran, selisih harga tersebut bisa menjurus ke anggapan penipuan. Bahkan, jika dihitung dalam satu truk berisi 10 ton beras, selisih harga bisa mencapai sekitar Rp44 juta.

"Ini Rp57.000 (per kg) harusnya Rp13.000 (per kg) harganya. Untungnya Rp44.100 per kg. Kalau 1 truk 10 ton itu Rp44 juta. Memang menggiurkan. Nah, ini tidak boleh. Kita sudah operasi pasar untuk menekan harga, rupanya ada juga penyimpangan di dalam," ungkapnya.

3. Daftar merek beras fortifikasi abal-abal

Dalam paparannya ke media, Amran mengungkap 25 daftar beras fortifikasi yang diduga berbuat penipuan. Berikut daftarnya:

  1. Idola Fortifikasi
  2. Idola High Quality Whole Grain Rice
  3. Idola Long Grain Rice
  4. Ikan Mas Cupang
  5. AAA Wijaya Kusuma
  6. Cantik Manis
  7. Penari Bangkok
  8. Topi Koki Short Grain
  9. Topi Koki Setra Royale
  10. Topi Koki Long Grain Crystal
  11. HOK-1 Gohan
  12. Maknyuss Pulen Gizi
  13. Anak Raja Fortifikasi
  14. Anak Raja Nusantara
  15. Top Anak Raja
  16. PMS Induk Ayam
  17. Sumo
  18. Rasvit
  19. FS Nutri Rice
  20. Pelikan
  21. Rice Rojolele
  22. Super Kepala Beras Premium 111
  23. 111 Golden Number
  24. Putri Koki
  25. Wellfarm Beras Diabet

Dikutip dari CNN Indonesia, Amran mengungkap sekitar 80 persen beras fortifikasi yang telah terdaftar diduga tidak memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan hasil pengetesan awal Kementerian Pertanian, temuan tersebut diperkirakan berpotensi menimbulkan kerugian penduduk hingga Rp71 triliun.

4. Apa itu beras fortifikasi?

Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya dengan vitamin dan mineral tambahan. Kandungan yang formal ditambahkan ke beras ini meliputi vitamin A, B1, B3, B12, asam folat, unsur besi, dan zinc.

Penambahan nutrisi bermaksud agar nasi yang dikonsumsi tidak cuma jadi sumber karbohidrat, tetapi juga bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi mikro. Di Indonesia, beras fortifikasi telah beberapa kali digunakan dalam program bantuan pangan untuk menaikkan kualitas gizi penduduk berpenghasilan rendah.

Masalah mengenai beras fortifikasi menjadi serius karena produk tersebut banyak ditujukan untuk himpunan penduduk rentan, seperti penduduk miskin, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan himpunan yang mengalami stunting. Dampak dari fortifikasi abal-abal tak cuma merugikan penduduk secara finansial, tapi juga pemenuhan gizi yang diklaim dalam setiap produk.

"Fortifikasi ini adalah untuk stunting, orang miskin, ibu hamil, menyusui, balita, bukan untuk penipuan oleh oknum, pemburu rente. Ini harus tegas," ujar Amran.

5. Standar beras fortifikasi menurut SNI

Menurut Kementan, beras fortifikasi harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan. Bahan fortifikasi ini wajib hamil vitamin B1, asam folat, vitamin B12, unsur besi, dan seng dengan kadar tertentu.

Sementara di SNI 9372:2025 mengatur kandungan gizi beras fortifikasi per 100 gram beras. Standar itu mensyaratkan adanya kandungan vitamin B1 minimal 0,25 miligram (mg), asam folat 0,25-0,38 mg, vitamin B12 1,0-1,5 mikrogram (mcg), unsur besi 3,50-5,25 mg, serta seng 3,0-4,5 mg.

Pencampuran kernel fortifikan ke dalam beras sosoh juga diwajibkan memiliki rasio minimal 1 persen dan memenuhi persyaratan homogenitas.

Demikian fakta mengenai berat fortifikasi abal-abal yang ditemukan pemerintah dalam produk yang beredar di pasaran. Semoga info ini berguna ya.

Bagi Bunda yang ingin sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads