Bisakah Tinggi Anak Diprediksi Dari Panjang Tubuh Ketika Lahir?

May 19, 2026 03:20 PM - 2 jam yang lalu 124

Saat bayi baru lahir, sering kali orang tua menjadikan catatan panjang badan sebagai patokan terhadap tinggi badan anak saat mereka tumbuh dewasa. Padahal, prediksi tersebut belum tentu betul dan jeli menurut ahli, lho.

Panjang badan saat lahir sebenarnya tidak selalu menentukan tinggi badan mereka saat dewasa, Bunda. Bayi yang lahir panjang belum tentu dia bakal tumbuh tinggi, begitu juga bayi yang lebih mini belum tentu bakal tumbuh pendek.

Ukuran bayi saat lahir sebagian besar ditentukan oleh plasenta, Bunda. Jika plasenta sehat dan bekerja maksimal, maka bayi bakal mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk tumbuh sesuai ukurannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Selain, itu sejumlah aspek lain juga mendukung perkembangan ukuran tubuhnya. Di antaranya adalah aspek genetik, nutrisi, kondisi medis, serta gimana faktor-faktor tersebut berkedudukan baik dalam pertumbuhan tinggi badan anak di masa depan.

Faktor yang dapat memengaruhi tinggi badan anak

Mengutip dari laman Parents, gen menjadi pengaruh terbesar pada tinggi badan anak saat dewasa nanti, Bunda. Bahkan, menurut National Institutes of Health (NIH), para mahir percaya sekitar 80 persen tinggi badan anak ditentukan dari DNA mereka.

Selain aspek genetika, terdapat empat perihal yang mungkin dapat memengaruhi tinggi badan anak ketika dewasa. Berikut penjelasannya menurut ahli:

1. Nutrisi

"Tanpa pola makan yang baik, anak-anak tidak bakal tumbuh normal," kata seorang ahli pediatri di American Dietetic Association, Jo Anne Hattner, RD. Sebelum anak mulai mengonsumsi MPASI, konsultasikan terlebih dulu mengenai kecukupan kebutuhan jumlah ASI alias susu formulanya, Bunda.

2. Kondisi medis

Beberapa anak tentu lahir dengan kondisi medis yang berbeda-beda, Bunda. Beberapa obat yang diresepkan untuk mengobati kondisi tertentu diketahui dapat memengaruhi pertumbuhannya, terutama mengenai dosis yang diberikan.

3. Tidur

Tidur pun juga menjadi aspek yang dapat memegaruhi pertumbuhan anak, Bunda. Pastikan Si Kecil mempunyai waktu tidur malam yang tercukupi selama 8 jam, lantaran sekitar 70 hingga 80 persen hormon pertumbuhan diproduksi selama tidur.

4. Kesejahteraan emosional

Anak yang tumbuh di lingkungan yang penuh kasih sayang, perhatian, dan penuh support mempunyai pertumbuhan yang lebih optimal. Menurut mahir pertumbuhan anak, emosional yang diabaikan serta kekhawatiran berlebihan dipercaya dapat mengganggu tumbuh kembangnya.

Alternatif untuk memperkirakan tinggi badan anak

Berdasarkan sejumlah informasi dan penelitian, tidak ditemukan langkah untuk memprediksi tinggi badan anak secara akurat. Namun, Bunda dapat memperkirakannya dengan memandang sejumlah petunjuk yang melekat pada bayi sebagai berikut:

1. Grafik pertumbuhan

Grafik pertumbuhan merupakan salah satu langkah untuk mencari petunjuk tinggi badan anak yang sangat sederhana. Bunda dapat memeriksa diagram pertumbuhan Si Kecil selama pemeriksaan rutin. Catatlah berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala anak seiring pertumbuhannya.

Jika tenaga kesehatan menyebut bahwa tinggi badan anak berada di persentil ke-75, artinya anak tersebut lebih tinggi dibandingkan 75 persen anak seusianya. Sementara 25 persennya menunjukkan bahwa anak lebih pendek dari sisa anak seusianya.

Meski begitu, diagram pertumbuhan sebenarnya hanya memberikan gambaran umum, Bunda. Hasilnya bisa jadi kurang jeli jika tidak disertai dengan perbedaan alias komparasi etnis, kondisi genetik, maupun hasil pengukuran awal.

2. Genetika

Melakukan prediksi berasas genetika menjadi salah satu yang terkenal di Amerika Serikat. Metode ini menghitung komparasi tinggi badan anak dan tinggi badan kedua orang tua kandungnya, Bunda.

Perhitungan ini juga mempertimbangkan berat badan anak saat ini. Karena datanya komplit dan mencakup tinggi badan orang tua serta anak, maka metode ini sangat membantu dokter, terutama pada anak yang pertumbuhannya terlihat berbeda dari rata-rata.

Namun, perlu diingat bahwa metode ini baru diterapkan pada anak Amerika berkulit putih yang tidak mempunyai kondisi kesehatan tertentu. Oleh lantaran itu, bisa jadi metode ini tidak jeli untuk diterapkan di beberapa negara lain, termasuk Indonesia.

3. Perhitungan tinggi badan

Melansir dari Mayo Clinic, terdapat sebuah langkah untuk membantu prediksi tinggi badan anak dengan matematis. Berikut langkah sederhananya yang dapat Bunda lakukan:

  • Tambahkan tinggi badan ibu dengan tinggi badan ayah, baik dalam inci alias sentimeter.
  • Tambahkan lima inci (13 sentimeter) untuk anak laki-laki alias kurangi 5 inci (13 sentimeter) untuk anak perempuan.
  • Bagi dengan dua.
  • Cara lainnya cobalah untuk menggandakan tinggi badan anak laki-laki pada usia 2 tahun alias tinggi badan anak wanita pada usia 18 bulan.

Untuk melakukan metode ini, tenaga kesehatan memerlukan informasi tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh (BMI), serta lingkar kepala anak. Grafik pertumbuhan bakal membandingkan pertumbuhan Si Kecil dengan anak lain yang seusianya.

Demikian penjelasan mengenai kebenaran antara panjang tubuh anak ketika lahir dan tinggi badan anak ketika dewasa. Semoga info ini berfaedah dan menjawab pertanyaan Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya