Jakarta -
Operasi caesar biasanya identik dengan cerita tentang proses persalinan, pemulihan luka, hingga perjuangan pertama kali menyusui Si Kecil. Namun, seorang ibu justru mengalami kondisi tak biasa setelah menjalani operasi caesar, ialah kedua pipinya tiba-tiba membengkak.
Kondisi tersebut muncul beberapa jam setelah operasi dan membikin wajahnya tampak berbeda. Ternyata, pembengkakan yang dialaminya bukan gondongan, melainkan kondisi langka yang dikenal sebagai anesthesia mumps.
Kisah serupa juga pernah dilaporkan dalam sejumlah penelitian. Bahkan, kondisi ini dapat terjadi setelah anestesi spinal yang umum digunakan dalam operasi caesar.
Apa itu anesthesia mumps?
Anesthesia mumps merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan pembengkakan sementara pada kelenjar ludah, terutama kelenjar parotis, setelah seseorang menjalani operasi alias tindakan anestesi.
Kelenjar parotis merupakan kelenjar ludah terbesar yang terletak di area depan dan bawah telinga, tepat di sekitar pipi dan rahang. Ketika kelenjar ini membengkak, wajah dapat terlihat lebih besar pada salah satu alias kedua sisi. Meski disebut mumps, kondisi ini berbeda dengan penyakit gondongan (mumps) yang disebabkan oleh jangkitan virus.
Dikutip dari Anesthesia Essays and Researches, anesthesia mumps merupakan komplikasi pascaoperasi yang jarang terjadi dan umumnya berkarakter jinak serta dapat sembuh dengan sendirinya.
Bunda ini alami pipi bengkak setelah operasi caesar
Kasus yang menjadi perhatian dalam laporan terbaru tersebut dialami seorang wanita berumur 42 tahun dari Sulaymaniyah, Irak. Sekitar lima jam setelah menjalani operasi caesar dengan anestesi spinal, kedua sisi wajahnya mengalami pembengkakan. Pembengkakan lebih terlihat pada sisi kanan dan berada di sekitar area kelenjar parotis.
Menariknya, ini bukan pertama kalinya dia mengalami kondisi serupa. Pada operasi caesar sebelumnya, dia juga pernah mengalami pembengkakan wajah setelah mendapatkan anestesi spinal. Pembengkakan tersebut kemudian menghilang dalam beberapa hari.
Dokter menduga kondisi yang dialaminya merupakan anesthesia mumps, alias istilah medisnya acute postoperative transient sialadenitis. Kondisi tersebut umumnya berkarakter sementara dan tidak meninggalkan masalah jangka panjang.
Kenapa pipi bisa bengkak setelah operasi caesar?
Sampai saat ini, sistem pasti anesthesia mumps belum diketahui. Namun, sejumlah penelitian menemukan beberapa aspek yang diduga dapat memicu pembengkakan kelenjar ludah.
Salah satunya adalah dehidrasi selama periode sebelum dan sesudah operasi. Ketika tubuh kekurangan cairan, air liur dapat menjadi lebih kental sehingga berpotensi mengganggu aliran melalui saluran kelenjar ludah.
Selain itu, posisi tubuh selama operasi, tekanan pada area kepala dan leher, perubahan aliran darah, hingga obat-obatan tertentu yang diberikan selama prosedur juga diduga berperan.
Dikutip dari sebuah studi dalam Jurnal Cureus pada 2023 menyebut beberapa kemungkinan faktor, termasuk dehidrasi perioperatif, kongesti vena, posisi selama operasi, peningkatan sekresi air liur, serta penggunaan obat tertentu seperti atropin dan ephedrine.
Namun, krusial dicatat bahwa faktor-faktor tersebut tetap berupa dugaan berasas laporan kasus dan literatur yang tersedia. Belum ada sistem tunggal yang terbukti sebagai penyebab pasti kondisi ini.
Bisa terjadi setelah anestesi spinal
Bunda mungkin bertanya-tanya, gimana mungkin pipi membengkak setelah anestesi spinal yang diberikan di area punggung? Ternyata, anesthesia mumps tidak selalu berangkaian dengan anestesi yang diberikan langsung di sekitar wajah alias leher.
Sebagian besar laporan awal mengenai kondisi ini memang berangkaian dengan anestesi umum. Namun, beberapa kasus menunjukkan bahwa pembengkakan kelenjar parotis juga dapat muncul setelah anestesi spinal, termasuk pada operasi caesar.
Dalam sebuah case report yang diterbitkan pada 2022, seorang wanita mengandung berumur 30 tahun mengalami pembengkakan kedua kelenjar parotis sekitar tujuh jam setelah operasi caesar dengan anestesi spinal. Setelah mendapatkan terapi rehidrasi dan satu dosis hidrokortison, pembengkakan menghilang pada hari kedua setelah operasi.
Penelitian lain yang diterbitkan pada 2023 juga melaporkan kasus wanita mengandung berumur 31 tahun yang mengalami pembengkakan bilateral pada area parotis sekitar lima jam setelah operasi caesar dengan anestesi spinal.
Pasien tersebut mendapatkan cairan intravena, deksametason, dan parasetamol. Kondisinya membaik secara berjenjang dan pembengkakan menghilang sepenuhnya dalam waktu 48 jam. Artinya, meskipun jarang, pipi bengkak setelah operasi caesar dengan anestesi spinal memang pernah dilaporkan dalam penelitian medis.
Salah satu tinjauan literatur yang diterbitkan dalam Anesthesia Essays and Researches menjelaskan bahwa anesthesia mumps biasanya muncul sebagai pembesaran kelenjar parotis yang berkarakter sementara.
Penyebabnya tetap belum sepenuhnya dipahami. Sejumlah sistem yang diduga antara lain dehidrasi, trauma, reaksi hipersensitivitas, serta penyumbatan saluran kelenjar ludah akibat posisi tubuh, batu kelenjar ludah, alias sekret yang menjadi lebih kental.
Laporan lain dalam Cureus menyebut nomor kejadian yang pernah dilaporkan sekitar 0,16–0,2 persen, meski penulis menegaskan bahwa nomor sebenarnya susah diketahui lantaran kondisi ini sangat jarang dan kemungkinan tetap kurang terdiagnosis.
Jadi, ibu tidak perlu langsung cemas ketika mendengar istilah anesthesia mumps. Kondisi ini memang tidak umum, tetapi sebagian besar kasus yang dilaporkan mempunyai perjalanan yang baik.
Biasanya berapa lama pipi bengkak setelah operasi?
Pada sebagian besar kasus, pembengkakan bakal berangsur-angsur berkurang dalam hitungan jam hingga beberapa hari.
Dalam kasus wanita yang menjalani operasi caesar pada penelitian 2022, pembengkakan sisi kiri menghilang dalam waktu sekitar 10 jam, sementara sisi kanan membaik hingga menghilang pada hari kedua.
Sementara itu, kasus yang diterbitkan pada 2023 menunjukkan pembengkakan lenyap sepenuhnya dalam waktu sekitar 48 jam setelah mendapatkan terapi suportif.
Literature review juga menunjukkan bahwa banyak kasus anesthesia mumps dapat membaik secara spontan tanpa pengobatan khusus. Penanganan biasanya berfokus pada observasi, mencukupi kebutuhan cairan, menjaga kebersihan mulut, serta memberikan obat sesuai kondisi pasien.
Apakah pipi bengkak setelah caesar berbahaya?
Pada umumnya, anesthesia mumps berkarakter ringan dan sementara. Namun, bukan berfaedah semua pembengkakan wajah setelah operasi boleh dianggap sepele. Dalam kasus yang sangat jarang, pembengkakan dapat meluas hingga area saluran napas dan menyebabkan gangguan pernapasan.
Sebuah laporan medis apalagi mendokumentasikan kasus anesthesia mumps yang berkembang menjadi sumbatan jalan napas. Kondisi seperti ini memerlukan penanganan segera untuk memastikan jalan napas pasien tetap aman.
- Karena itu, ibu sebaiknya segera memberi tahu master andaikan setelah operasi mengalami pembengkakan wajah, terutama jika disertai:
- Sesak alias susah bernapas
- Sulit menelan
- Suara berubah
- Lidah alias bibir ikut membengkak
- Pembengkakan semakin cepat
- Demam alias nyeri hebat
- Area yang bengkak tampak merah dan terasa panas
Gejala tersebut dapat menunjukkan penyebab lain selain anesthesia mumps, sehingga pemeriksaan master tetap diperlukan.
Pipi yang tiba-tiba membesar setelah melahirkan memang bisa membikin ibu panik. Namun, tidak semua pembengkakan di area pipi berfaedah gondongan.
Pada anesthesia mumps, pembengkakan biasanya berangkaian dengan kelenjar parotis dan dapat muncul dalam beberapa jam setelah operasi. Dokter bakal mempertimbangkan riwayat operasi, jenis anestesi, waktu munculnya pembengkakan, pemeriksaan fisik, serta tanda-tanda jangkitan untuk menentukan penyebabnya.
Pada beberapa kasus yang dilaporkan, pasien tidak mengalami demam, kemerahan, nyeri, maupun keluarnya nanah dari saluran kelenjar ludah. Kondisi pasien juga membaik dalam waktu singkat dengan terapi suportif.
Apa yang kudu dilakukan Bunda?
Jika pipi alias wajah tiba-tiba membengkak setelah operasi caesar, jangan langsung panik dan jangan pula menganggapnya sebagai pengaruh anestesi yang pasti normal.
Segera beri tahu master alias perawat yang menangani bunda. Tenaga medis dapat memastikan apakah pembengkakan tersebut merupakan anesthesia mumps, jangkitan kelenjar ludah, reaksi alergi, alias kondisi lainnya.
Bila memang merupakan anesthesia mumps, sebagian besar kasus dapat membaik dengan penanganan suportif dan pemantauan. Studi kasus pada pasien yang menjalani operasi caesar menunjukkan pembengkakan dapat menghilang dalam 1–2 hari.
Kondisi ini memang langka, tetapi kisah tersebut menjadi pengingat bahwa tubuh dapat memberikan respons yang tidak biasa setelah proses persalinan dan anestesi. Yang terpenting, setiap pembengkakan yang muncul tiba-tiba setelah operasi tetap perlu disampaikan kepada tenaga medis agar penyebabnya bisa dipastikan dan komplikasi serius dapat dicegah.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)