Jakarta -
Momen melahirkan sering menjadi salah satu pengalaman paling emosional dalam hidup seorang ibu. Di saat itulah banyak ibu berambisi mendapatkan support penuh dari pasangan, terutama saat berada di ruang persalinan.
Namun, seorang ibu mengandung baru-baru ini viral usai curhat merasa sangat kecewa lantaran sang suami enggan mendampinginya saat melahirkan di rumah sakit. Kisahnya ramai diperbincangkan setelah dibagikan melalui Reddit dan diangkat oleh media Yahoo Creators.
Dalam curhatnya, Bunda tersebut mengaku sedih dan merasa sendirian setelah suaminya mengatakan tidak mau berada di ruang persalinan. Padahal, dia sudah membayangkan proses kelahiran sang buah hati bakal menjadi momen yang dijalani bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang suami disebut merasa tidak nyaman berada di ruang bersalin. Ia mengaku takut memandang proses persalinan dan merasa tidak sanggup berada di sana selama proses melahirkan berlangsung.
Hal itu membikin sang ibu merasa kurang didukung secara emosional. Ia pun meminta pendapat warganet apakah perasaannya yang kecewa termasuk perihal yang wajar.
Banyak warganet membela sang Bunda
Curhatan tersebut langsung menuai beragam komentar dari netizen. Banyak yang memberikan support kepada sang ibu dan menilai kehadiran pasangan saat persalinan sangat penting.
Menurut sebagian warganet, proses melahirkan bukan hanya perjuangan seorang ibu, tetapi juga momen besar bagi pasangan untuk saling menguatkan.
Salah satu komentar teratas merangkum nada tersebut, "Serius, jika tidak mau repot-repot datang saat kelahiran anak, Anda pasti tidak bakal bangun jam 2 pagi untuk menyusui/mengganti popok."
Ada pula yang membagikan pengalaman pribadi tentang gimana support suami membantu mereka lebih tenang menghadapi kontraksi hingga proses persalinan selesai.
Meski begitu, beberapa netizen juga mencoba memahami kondisi sang suami. Tidak sedikit orang yang memang mempunyai ketakutan terhadap darah, prosedur medis, alias suasana rumah sakit.
Persalinan bukan hanya tentang bayi, tapi juga emosi ibu
Sering kali konsentrasi utama saat melahirkan hanya tertuju pada kondisi bayi. Padahal, kesehatan mental dan emosional ibu juga sangat krusial untuk diperhatikan. Karena itu, support dari pasangan, keluarga, maupun tenaga medis bisa menjadi sumber kekuatan besar bagi ibu saat menghadapi persalinan.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa ibu yang mendapatkan support selama persalinan condong mempunyai pengalaman melahirkan yang lebih positif.
Dukungan tersebut tidak selalu kudu dalam corak tindakan besar. Hal sederhana seperti menemani, menggenggam tangan, memberikan kata-kata menenangkan, hingga sekadar datang di samping ibu sering kali sangat berarti.
Dari sisi psikologis, kehadiran pasangan saat persalinan dapat memberikan rasa kondusif dan support emosional bagi ibu. Bunda yang merasa didampingi biasanya lebih tenang dalam menghadapi kontraksi, rasa takut, hingga kekhawatiran menjelang melahirkan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Cochrane Database of Systematic Reviews, support emosional selama persalinan berangkaian dengan pengalaman melahirkan yang lebih positif, tingkat stres yang lebih rendah, hingga berkurangnya rasa takut saat proses persalinan berlangsung.
Sebaliknya, ketika ibu merasa sendirian alias tidak mendapatkan support dari pasangan, perihal itu bisa memicu emosi kecewa, sedih, apalagi meningkatkan stres emosional menjelang persalinan. Dalam kondisi tertentu, rasa tidak didukung juga dapat memengaruhi kesehatan mental ibu setelah melahirkan, termasuk meningkatkan akibat baby blues maupun postpartum depression.
Psikolog juga menjelaskan bahwa bagi banyak perempuan, kehadiran pasangan di ruang persalinan bukan sekadar support fisik, tetapi menjadi simbol dukungan, rasa dicintai, dan perjuangan berbareng dalam menyambut kelahiran bayi.
Komunikasi jadi kunci penting
Kisah viral ini juga menjadi pengingat pentingnya komunikasi antara suami dan istri menjelang persalinan. Jika pasangan mempunyai ketakutan alias kekhawatiran tertentu, sebaiknya dibicarakan berbareng sejak awal agar bisa menemukan solusi terbaik.
Misalnya, suami dapat tetap mendampingi selama proses awal persalinan alias memberikan support di luar ruang tindakan medis jika memang merasa tidak kuat memandang prosesnya secara langsung.
Yang terpenting, Bunda tetap merasa didukung dan tidak menjalani proses besar tersebut sendirian.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·