Busui, Yuk Buat Jadwal Dbf Dan Pumping Agar Seimbang Dan Cukupi Kebutuhan Asi Si Kecil

May 05, 2026 09:10 AM - 1 minggu yang lalu 9133

Jakarta -

Pejuang ASI memang tidak bisa berleha-leha ya, Bunda. Saat bayi tidur, busui pun sibuk pumping demi stok ASI lebih aman. Nah, busui, yuk buat agenda kombinasi DBF dan pumping ASI agar seimbang dan cukupi kebutuhan Si Kecil.

ASI menjadi nutrisi terbaik untuk Si Kecil sejak lahir ya, Bunda. Sehingga, dengan beragam upaya, memenuhi kebutuhan ASI baik dengan menyusui langsung ataupun memompa ASI, ada baiknya tetap selalu menjadi prioritas ya, Bun.

Bunda yang kembali bekerja usai libur melahirkan berakhir, memang sebaiknya membikin perencanaan dalam pemberian ASI pada Si Kecil. Ketika ditinggal bekerja di mana Bunda tak bisa menyusui langsung, Bunda bisa menerapkan metode pumping sebagai upaya menyetok ASI. Sementara ketika berbareng Si Kecil di rumah, metode direct breastfeeding (DBF) bisa menjadi pilihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


“Menyusui dan memompa ASI mungkin disertai dengan tuntutan yang tidak terduga,” kata Dr. Nikki L. Roberts, seorang master kandungan di CareMount Medical di Duchess County, New York. Namun, dia memastikan bahwa sebagian besar orang tua yang menyusui bisa memompa ASI tanpa menghadapi halangan serius seperti dikutip dari laman Care.

Ya, merawat dan menyusui bayi memang tidaklah mudah, apalagi cukup sulit. Tetapi, Bunda jangan merasa berkecil hati lantaran di luar sana banyak juga para ibu yang berjuang lebih keras demi mengupayakan perihal yang sama untuk anaknya.

Menurut Roberts, kunci sukses dalam menyusui dan memompa ASI adalah dengan menetapkan tujuan yang realistis dan memberi diri banyak kelonggaran. Para mahir merekomendasikan untuk memompa ASI setelah menyusui, tetap bersikap rileks, dan membikin rutinitas yang bersahabat. 

Jadwal DBF dan pumping ASI agar seimbang 

Bunda yang mau menerapkan metode kombinasi antara DBF dan pumping ASI, sebaiknya memprioritaskan kebutuhan menyusui bayi terlebih dulu dan baru memulai memompa setelah menyusui. Berikut ini tips yang bisa dilakukan, Bun:

1. Pompa setelah menyusui

Roberts merekomendasikan untuk menunda pemompaan hingga sekitar dua minggu setelah kelahiran, alias ketika pasokan ASI sudah stabil. “Setelah Bunda siap untuk mulai memompa, susui bayi, lampau pompa setelahnya,” katanya.

Ditambahkan Roberts bahwa sebaiknya menunggu sekitar 30 menit setelah selesai menyusui baru kemudian memompa ASI ya, Bunda.

2. Menyusui sesuai permintaan

Berilah makan bayi sesuai jadwalnya sendiri, apalagi saat Bunda memompa, kata Roberts. Ini artinya, menyusuilah setiap dua hingga tiga jam, termasuk setidaknya sekali di malam hari.

3. Pompa ASI di pagi hari 

Banyak orang tua menemukan bahwa mereka menghasilkan lebih banyak ASI di pagi hari. “Jika Bunda tidak dapat memompa setelah setiap kali menyusui, fokuslah pada memompa di pagi hari,” katanya. “Perbedaannya mungkin kecil, tetapi Bunda mungkin menemukan bahwa total volume ASI yang dihasilkan lebih besar.”

4. Gunakan mood booster untuk meningkatkan ASI

Ada banyak metode yang digunakan orang tua untuk mengurangi stres saat memompa ASI, termasuk mendengarkan musik, meditasi, visualisasi dengan memandang foto bayi saat berjauhan dan lainnya. 

5. Hindari stres

Mengharapkan kesempurnaan dalam memompa ASI dapat menyebabkan stres, saran Roberts. Untuk itu, dia berbagi bahwa jumlah ASI yang dipompa mungkin tidak selalu konsisten jumlahnya dan apalagi bisa berubah seiring waktu. Meski susah menerima realitanya, para orang tua perlu menerima kondisi tersebut dan mencoba untuk tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan tetaplah bersikap positif.

6. Siapkan perlengkapan memompa ASI

Siapkan perintilan untuk memompa ASI mulai dari pompa ASI, flensa pompa, pelindung payudara, kantong ASI, dan sebagainya, sebelum mulai pumping. Liz Whalen, seorang ibu dari Little Neck, New York, merekomendasikan untuk mempunyai beberapa bagian pompa ASI persediaan jika ada yang lenyap alias rusak. Ia juga berbagi trik yang mengubah segalanya yang telah dia pelajari.

“Saya membaca di forum menyusui tentang gimana pentingnya memasukkan semua bagian pompa ASI ke dalam kantong plastik rapat udara dan menyimpannya di lemari es sampai sesi memompa berikutnya,” katanya. “Sebelumnya, saya selalu mencuci bagian-bagian pompa ASI setelah setiap kali memompa, jadi itu adalah penemuan yang mengubah hidup saya.”

7. Buat agenda menyusui dan memompa ASI yang bersahabat

Setiap orang tua tentu mempunyai kegiatan masing-masing sehingga Bunda bisa menyesuaikan dengan rangkaian kegiatan harian dengan agenda mengASIhi bayi. Berikut ini contoh agenda yang bisa dijadikan pedoman Bunda:

  • 6 pagi  - menyusui
  • 7 pagi  - memompa ASI
  • 9 pagi  - menyusui
  • 12 siang  - menyusui
  • 1 siang  - memompa ASI
  • 3 siang  - menyusui
  • 6 sore - 8 malam (menyusui/menidurkan bayi)
  • 10 malam  - memompa ASI

Agar melangkah lancar, ada baiknya Bunda tidak melakukannya sendirian. Berkonsultasilah pada konselor laktasi jika mengalami kesulitan dalam memompa ASI. 

“Memiliki ahli yang mengawasi dan memberikan rekomendasi dapat membantu dalam situasi yang berpotensi membikin frustrasi,” katanya.

Selain itu, Bunda juga bisa mendapatkan support dari kelas menyusui, alias terhubung dalam organisasi sesama pejuang ASI via online, saran Roberts.

Semoga inforasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya