Pernah nggak, Anda sebenarnya mau menolak, tetapi mulut malah otomatis berkata, “Iya, nggak apa-apa”? Kalau sering terjadi, mungkin sudah waktunya Anda memahami langkah berakhir jadi people pleaser tanpa kudu berubah menjadi orang yang cuek.
Menjadi orang yang suka membantu memang bukan sesuatu yang buruk. Namun, jika Anda terus mengabaikan kebutuhan sendiri demi menjaga emosi orang lain, hubungan pun bisa terasa melelahkan. Nah, Beauties, yuk pelan-pelan belajar membikin pemisah yang lebih sehat!
Dilansir dari Psychology Today, ini langkah berakhir jadi people pleaser!
Mulai Kenali Perasaan dan Kebiasaanmu

Kenali Kebiasaan dan Perasaan/Foto: Magnific
Langkah pertama dalam langkah berakhir jadi people pleaser adalah memahami diri sendiri tanpa buru-buru menghakimi. Coba perhatikan, kapan Anda paling sering merasa kudu menyenangkan orang lain?
Misalnya, Anda langsung menawarkan support lantaran takut dianggap egois alias Anda menyetujui rayuan meski sebenarnya sedang kelelahan. Dengan menyadari pola tersebut, Anda punya kesempatan untuk berakhir sejenak sebelum bereaksi.
Jadi, daripada bertanya, “Kenapa saya begini terus?”, coba tanyakan, “Sebenarnya saya sedang merasa apa?” Dari sana, Anda bisa mulai memahami dorongan untuk selalu membikin orang lain senang.
Sadari bahwa Terlalu Banyak Membantu Bisa Merugikan

Tidak Terlalu Banyak Membantu/Foto: Magnific
Membantu orang lain memang menyenangkan, tetapi melakukannya secara berlebihan belum tentu membikin hubungan semakin sehat. Ketika Anda selalu mengambil terlalu banyak tanggung jawab, orang lain justru bisa semakin berjuntai kepadamu.
Pada akhirnya, Anda mengerjakan bagian yang semestinya menjadi tanggung jawab mereka. Sementara itu, Anda sendiri mungkin semakin lelah, kesal, dan diam-diam merasa tidak dihargai.
Kalau mau stop jadi people pleaser, coba mulai bedakan antara membantu dan mengambil alih. Kamu boleh peduli, tetapi Anda tidak kudu menyelesaikan semua masalah orang lain.
Berani Menjadi Diri Sendiri

Berani Jadi Diri Sendiri/Foto: Magnific
Beauties, pernah nggak Anda mengubah pendapat hanya lantaran takut seseorang tidak menyukainya? Kalau iya, mungkin Anda terlalu sering menempatkan penerimaan orang lain di atas kejujuran terhadap diri sendiri.
Setiap orang punya nilai, kebutuhan, dan pandangan yang berbeda. Karena itu, Anda berkuasa menjalani hidup berasas hal-hal yang memang krusial untukmu, bukan sekadar mengikuti kemauan orang lain.
Menjadi autentik bukan berfaedah kudu keras kepala. Justru, Anda sedang belajar mengatakan apa yang betul-betul Anda pikirkan sembari tetap menghargai orang lain.
Belajar Melepaskan Penilaian Orang Lain

Tidak Terlalu Memikirkan Pendapat Orang Lain/Foto: Magnific
Kadang, kebiasaan menyenangkan orang lain muncul lantaran pengalaman masa lalu. Kamu mungkin pernah diremehkan, ditolak, alias dibuat merasa tidak cukup baik oleh orang tertentu.
Tanpa disadari, perkataan mereka bisa terus memengaruhi langkah Anda memandang diri sendiri. Akibatnya, Anda berupaya keras mendapatkan persetujuan orang lain agar tidak kembali merasakan penolakan.
Padahal, pendapat orang lain tidak kudu menjadi ukuran nilai dirimu. Salah satu langkah berakhir jadi people pleaser adalah belajar melepaskan perkataan yang membuatmu terus takut mengecewakan orang.
Jangan Selalu Menghindari Ketidaknyamanan

Tidak Menghindari Ketidaknyamanan/Foto: Magnific
Berkata “tidak” mungkin terasa tidak nyaman pada awalnya. Kamu mungkin takut orang marah, kecewa, alias menganggapmu berubah, tetapi rasa tidak nyaman tersebut tidak selalu berfaedah Anda melakukan kesalahan.
Justru, terus menghindari bentrok bisa membikin masalah semakin besar. Kamu menahan perasaan, menerima terlalu banyak hal, kemudian akhirnya merasa capek lantaran kebutuhan sendiri tidak pernah didengar.
Karena itu, jika mau stop jadi people pleaser, berikan dirimu ruang untuk menghadapi ketidaknyamanan. Kamu tidak kudu langsung jago berbicara “tidak”; mulai saja dengan satu pemisah mini yang terasa realistis.
Menjadi people pleaser bukan berfaedah Anda kudu berakhir menjadi pribadi yang baik dan perhatian. Kamu hanya perlu memahami bahwa kebaikan juga semestinya mencakup dirimu sendiri.
Jadi, jika selama ini Anda selalu takut mengecewakan orang lain, coba mulai perlahan-lahan ya, Beauties! Belajar mengenali kebutuhan, menetapkan batas, dan menerima bahwa tidak semua orang kudu selalu menyukaimu.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)