Abu vulkanik Anak Krakatau bukan hanya bikin kendaraan dan laman rumah kotor. Partikelnya yang sangat lembut juga bisa beterbangan di udara dan masuk ke saluran pernapasan alias mengiritasi mata. Jadi, jika wilayahmu mulai terdampak abu, jangan hanya sibuk mencari sapu, ya, Beauties!
Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan? Beberapa kebiasaan sederhana justru bisa membantu mengurangi paparan abu dalam kegiatan sehari-hari. Yuk, simak langkah melindungi diri dari abu vulkanik berikut ini dilansir dari The International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN)!
Kurangi Berkendara Setelah Abu Jatuh

Hindari Berkendara Jauh/Foto: Magnific
Beauties, jika setelah hujan abu Anda sebenarnya tidak punya keperluan mendesak untuk keluar, lebih baik di rumah dulu. Berkendara setelah abu turun dapat membikin kondisi jalan, jarak pandang, dan kualitas udara menjadi jauh lebih buruk.
Abu yang sudah mengendap di jalan juga bisa kembali beterbangan ketika dilewati kendaraan. Akibatnya, Anda justru semakin banyak menghirup partikel abu selama perjalanan.
Kalau memang kudu berkendara, lakukan dengan sangat hati-hati. Kurangi kecepatan dan beri jarak yang lebih jauh dari kendaraan di depanmu. Dengan begitu, Anda bisa mempunyai waktu lebih banyak untuk merespons ketika jarak pandang terganggu.
Tutup Pintu dan Jendela Rumah

Tutup Pintu dan Jendela/Foto: Magnific
Kalau di luar sedang banyak abu, jangan biarkan pintu dan jendela terbuka lebar hanya lantaran mau mendapatkan udara segar. Dalam kondisi seperti ini, justru udara dari luar bisa membawa partikel abu masuk ke dalam rumah.
Jadi, salah satu langkah mencegah abu vulkanik masuk ke ruangan adalah menjaga pintu dan jendela tetap tertutup selama memungkinkan. Terutama ketika abu sedang turun alias beterbangan cukup banyak.
Kalau Anda tinggal berbareng personil family yang mempunyai asma, bronkitis, alias gangguan pernapasan lainnya, langkah ini semakin penting. Usahakan mereka tetap berada di dalam ruangan dan menghindari paparan abu yang tidak diperlukan.
Pakai Masker dan Lindungi Mata

Gunakan Masker/Foto: Magnific
Nah, ini bagian yang jangan sampai dilewatkan. Kalau Anda kudu keluar rumah alias melakukan kegiatan bersih-bersih, gunakan masker debu yang efektif untuk mengurangi partikel abu yang masuk melalui hidung dan mulut.
Kalau belum mempunyai masker yang sesuai, masker kain dapat membantu menyaring partikel abu berukuran lebih besar, meskipun perlindungannya tidak sebaik masker yang memang dirancang untuk menyaring partikel. Kain yang sedikit dibasahi juga dapat meningkatkan keahlian penyaringannya.
Bukan hanya hidung dan mulut yang perlu dilindungi. Mata juga bisa mengalami iritasi akibat partikel abu. Karena itu, gunakan kacamata pelindung alias kacamata biasa. Buat Anda yang memakai lensa kontak, sebaiknya gunakan kacamata terlebih dulu untuk mengurangi akibat mata tergores alias teriritasi.
Perhatikan Air Minum di Rumah

Perhatikan Kebersihan Air Minum/Foto: Magnific
Coba cek tempat penyimpanan air di rumahmu. Kalau Anda mengandalkan air hujan alias sumber air yang terbuka, abu vulkanik bisa ikut masuk dan mencemarinya.
Setelah hujan abu ringan, air yang terkena abu biasanya tetap dapat diminum setelah partikelnya disaring. Namun, kondisi ini tidak selalu bertindak untuk semua sumber air, terutama air permukaan yang sudah melalui proses desinfeksi.
Karena itu, lebih baik jangan menunggu sampai air di rumah berubah rasa alias warna. Salah satu langkah melindungi diri dari abu vulkanik yang paling kondusif adalah menyiapkan persediaan air minum sebelum kondisi semakin buruk.
Kalau Anda menggunakan air hujan, tutup tangki penampungan dan lepaskan saluran yang mengarah ke tangki sebelum abu turun. Idealnya, siapkan persediaan air yang cukup untuk kebutuhan setidaknya satu minggu.
Jangan Asal Membersihkan Abu

Bersihkan Debu dengan Seksama/Foto: Magnific
Melihat laman alias genting penuh abu memang bikin tangan gatal mau langsung menyapu. Tapi, tahan dulu, Beauties! Menyapu abu dalam kondisi kering justru bisa membikin partikelnya beterbangan dan meningkatkan paparan.
Sebelum membersihkannya, Anda bisa sedikit membasahi endapan abu agar tidak mudah beterbangan. Namun, jangan sampai terlalu basah, terutama ketika membersihkan atap. Endapan yang terlalu berat lantaran menyerap banyak air dapat menambah beban dan meningkatkan akibat genting roboh.
Penggunaan selang air dalam jumlah besar juga sebaiknya dipertimbangkan. Selain royal air, langkah tersebut dapat menyebabkan persediaan air berkurang, terutama di daerah dengan banyak penduduk.
Jadi, langkah melindungi diri dari abu vulkanik bukan hanya soal memakai masker. Cara Anda membersihkan abu juga menentukan seberapa banyak partikel yang kembali masuk ke udara.
Abu vulkanik memang bisa membikin situasi di sekitar rumah terasa tidak nyaman. Namun, Anda tidak perlu panik. Fokus saja mengurangi paparan sebanyak mungkin. Pastikan Anda juga sudah tahu langkah melindungi diri dari abu vulkanik dengan benar.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)