Cara Mengenali Anak yang Sering Dibandingkan Sejak Kecil dari Kebiasaannya saat Dewasa

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 3 menit 512x dilihat
Cara Mengenali Anak yang Sering Dibandingkan Sejak Kecil dari Kebiasaannya saat Dewasa

Bagikan Postingan

  1. Home
  2. Life
  3. love & relationship

Nadya Quamila | Beautynesia

Minggu, 20 Sep 2026 19:30 WIB

3 Cara Mengenali Anak yang Sering Dibandingkan Sejak Kecil dari Kebiasaannya saat Dewasa

Cara Mengenali Anak yang Sering Dibandingkan Sejak Kecil dari Kebiasaannya saat Dewasa/Foto: Pexels.com

Salah satu hal paling menyakitkan yang bisa dialami seorang anak adalah dibanding-bandingkan dengan saudaranya maupun orang lain oleh orang tua. Luka yang mereka rasakan saat kecil ini bisa kelihatan dari kebiasaan yang mereka lakukan ketika dewasa.

Orang tua mungkin tidak sadar ketika mereka membandingkan anaknya dengan orang lain. Awalnya mau memberi nasihat, tapi tanpa sengaja kalimat komparasi tercetus kepada anak. Jika hal ini terus-menerus dilakukan, anak bisa tumbuh menjadi sosok yang rendah diri, merasa cemburu, merasa tidak disayang, hingga hubungan dengan orang tua menjadi renggang.

Anak-anak yang dibesarkan dalam famili seperti ini cenderung mengembangkan kebiasaan tertentu saat bergeser dewasa yang bisa memengaruhi kesejahteraan hidup mereka. Dilansir dari Your Tango, yuk, simak penjelasannya!

Lebih Kompetitif

Anak yang sering dibandingkan cenderung mengembangkan kebiasaan tertentu saat bergeser dewasa yang bisa memengaruhi kesejahteraan hidup mereka. Mereka jadi lebih kompetitif, takut mengecewakan orang lain, dan gampang membandingkan diri dengan orang lain.

Cara Mengenali Anak yang Sering Dibandingkan Sejak Kecil dari Kebiasaannya saat Dewasa/Foto: Pexels.com

Jika seorang anak sering dibandingkan dengan saudaranya, mereka bisa tumbuh menjadi sosok yang lebih kompetitif saat dewasa. Mereka merasa bahwa harga diri mereka ditentukan oleh kasih sayang dan perhatian yang mereka dapatkan dari orang tua.

Akibatnya, mereka merasa selalu terdorong untuk mengejar rasa terlindungi yang semu dengan metode mengungguli orang lain, terlebihlagi di situasi yang sebenarnya tidak butuh persaingan. Fokus mereka selalu tertuju pada upaya mengalahkan orang lain, alih-alih meraih keberhasilan demi diri sendiri.

Takut Mengecewakan Orang Lain

Anak yang sering dibandingkan cenderung mengembangkan kebiasaan tertentu saat bergeser dewasa yang bisa memengaruhi kesejahteraan hidup mereka. Mereka jadi lebih kompetitif, takut mengecewakan orang lain, dan gampang membandingkan diri dengan orang lain.

Cara Mengenali Anak yang Sering Dibandingkan Sejak Kecil dari Kebiasaannya saat Dewasa/Foto: Pexels.com

Kebiasaan anak yang sering dibandingkan berikutnya adalah mereka merasakan tekanan yang begitu besar untuk tidak mengecewakan orang lain. Perasaan ini bisa bermanifestasi dalam perilaku selalu mau menyenangkan orang lain dan sifat perfeksionis. 

Semasa kecil, mereka memikul banyak tanggung jawab untuk memenuhi harapan orang tua, misalnya tuntutan menjadi anak baik yang tidak merepotkan. Pola pikir ini terus melekat hingga mereka dewasa. Mereka jadi menetapkan standar yang tidak realistis bagi mereka sendiri. Selain itu, mereka sering kali mengukur harga diri mereka berdasarkan seberapa besar mereka disukai oleh orang lain.

Suka Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Anak yang sering dibandingkan cenderung mengembangkan kebiasaan tertentu saat bergeser dewasa yang bisa memengaruhi kesejahteraan hidup mereka. Mereka jadi lebih kompetitif, takut mengecewakan orang lain, dan gampang membandingkan diri dengan orang lain.

Cara Mengenali Anak yang Sering Dibandingkan Sejak Kecil dari Kebiasaannya saat Dewasa/Foto: Pexels.com

Terbiasa dibandingkan sejak kecil, kebiasaan ini pun mereka bawa hingga dewasa. Sikap ini akhirnya memengaruhi metode mereka berbicara kepada diri sendiri dan benar-benar kerasnya mereka dengan dirinya,

Berjuang demi mendapatkan perhatian orang tua semasa kecil membuat mereka merasa mesti "tampil" maupun membuktikan diri cuma demi mendapatkan hal yang terlebihlagi paling mendasar. Meskipun mereka mungkin bisa mengatasi masalah rendahnya harga diri tersebut di kemudian hari, mereka biasanya statis membawa pola itu ke dalam hubungan saat dewasa dalam bentuk anxious attachment atau kebutuhan yang mendalam akan kedekatan dan ketakutan yang mendalam akan penolakan maupun ditinggalkan.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads