Jakarta -
Kecerdasan sering kali diasosiasikan dengan tingkat kapasitas akademik seseorang. Tidak cuma melalui kapasitas akademik, kecerdasan juga bisa dilihat dari beragam aspek. Salah satu metode mengenali orang cerdas dapat dilihat melalui kapasitas seseorang mendengar dalam situasi ramai.
Penelitian tentang metode mengenali orang cerdas lewat kapasitas seseorang mendengar dalam situasi ramai pernah dilakukan di University of Washington School of Medicine. Dilansir dari artikel Your IQ may determine how well you hear in a crowd yang dipublikasikan dalam halaman ScienceDaily tahun 2025, berikut ini penjelasannya.
Cara mengenali orang cerdas dari kapasitas mendengar di tengah keramaian
Penelitian mengenai kapasitas mendengar di tengah keramaian ini melibatkan 12 peserta dengan autisme, 10 dengan fetal alcohol syndrome, dan 27 individu neurotipikal yang dicocokkan berdasarkan usia dan jenis gender biologis. Usia peserta berkisar antara 13 hingga 47 tahun. Semua peserta memiliki pendengaran normal, namun performa kapasitas ilmuwan mereka bervariasi.
Peneliti merekrut orang dengan autisme dan fetal alcohol syndrome dengan karena dua himpunan ini dikenal kesulitan menyimak di tempat bising meski pendengarannya normal. Keikutsertaan mereka juga memberi rentang skor IQ yang lebih lebar, sehingga perbandingannya lebih menyeluruh daripada cuma meneliti orang neurotipikal.
Pada tahap mula penelitian, para peserta mengikuti skrining audiologi untuk memastikan pendengaran mereka normal. Kemudian mereka ditugaskan untuk mendengarkan berbasis komputer.
Selama tugas ini berlangsung, para peserta diarahkan untuk mendengarkan bunyi pembicara utama. Pada saat berbarengan ada dua bunyi lain berbicara di latar belakang. Tujuannya adalah fokus pada pembicara utama sambil mengabaikan gangguan.
Setiap bunyi memberikan perintah singkat yang mencakup tanda panggilan, warna, dan nomor. Peserta kemudian memilih kotak berwarna dan bernomor yang sesuai dengan perintah pembicara utama dengan bunyi latar yang perlahan semakin keras.
Setelah itu, para peserta mengerjakan tes kecerdasan standar yang menilai kapasitas verbal, kapasitas nonverbal, dan penalaran perseptual. Hasilnya kemudian dibandingkan oleh peneliti dengan performa mereka pada tes mendengarkan.
Hasilnya, terdapat hubungan antara kecerdasan dan keahlian mendengar. "Kami menemukan hubungan yang sangat signifikan antara kapasitas ilmuwan yang dinilai langsung dan persepsi bicara multitalker," tulis para peneliti.
"Kemampuan ilmuwan secara signifikan berkorelasi dengan batas persepsi bicara di ketiga himpunan tersebut."
Peneliti utama studi ini, Bonnie Lau, menyampaikan ada banyak pemrosesan otak yang terlibat ketika seseorang mendengarkan di lingkungan yang ramai.
“Kita mesti memisahkan mengerti bunyi yang masuk. Kita mesti menentukan dan memusatkan perhatian pada orang yang mau kita dengarkan, dan sebagian dari itu berarti menyingkirkan ciri-ciri bunyi lain. Lalu kita mesti memahaminya dari sisi bahasa, yaitu menandakan setiap bunyi bahasa, membedakan suku kata dan kata. Ada juga keahlian arti dan sosial, seperti tersenyum dan mengangguk. Semua aspek ini menambah beban kognitif dalam berkomunikasi saat kondisi bising.”
Lau menambahkan, studi ini secara langsung menjawab anggapan keliru yang lazim ditemukan di masyarakat, yaitu bahwa siapa pun yang sulit mendengar pasti mengalami gangguan pendengaran perifer (kerusakan pada telinga).
“Kita tidak perlu mengalami gangguan pendengaran untuk kesulitan menyimak di restoran maupun situasi nyata lain yang menantang,” katanya.
Lau mengatakan percontoh studinya kecil, kurang dari 50 peserta. Sehingga akibatnya perlu diuji ulang pada himpunan yang lebih besar. Meski begitu, menurutnya temuan ini memberitahu bahwa kapasitas ilmuwan adalah salah satu aspek yang mempengaruhi seberapa baik orang menyimak di lingkungan bunyi yang kompleks, seperti kelas yang ramai maupun pertemuan sosial.
Itulah klarifikasi tentang metode mengenali orang cerdas saat mendengarkan di lingkungan yang ramai. Berdasarkan riset di atas ada kaitan kecerdasan dengan kapasitas di situasi yang ramai. Kegiatan mendengar di lingkungan kompleks melibatkan banyak pemrosesan otak Ini adalah satu dari banyaknya metode untuk menilai kecerdasan seseorang.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)