Cara Mengenali Orang Diam-Diam Iri dari Kalimat yang Diucapkan

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 513x dilihat
Cara Mengenali Orang Diam-Diam Iri dari Kalimat yang Diucapkan

Bagikan Postingan

Rasa iri sebenarnya merupakan emosi yang wajar dan manusiawi. Orang yang iri biasanya menutupi perasaannya dengan sikap yang susah ditebak. Namun jika emosi tersebut tidak dikelola dengan baik, maka bisa memberikan daya negatif yang dapat merusak hubungan pertemanan maupun keluarga.

Nggak jarang, orang yang iri alias berprasangka melakukan beragam langkah curang demi membikin lawannya jatuh dan terlihat jelek di mata orang lain. Mereka mungkin tak menyadarinya, tapi kita bisa mengenali dari ucapannya sehari-hari.

Berikut ini beberapa kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang diam-diam iri pada pencapaianmu, seperti dilansir dari Your Tango.

1. “Saya Bisa Melakukan Itu Jika Saya Mau”

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/jcomp

Alih-alih ikut berbahagia dan mengagumi, orang iri justru mencari kesalahan orang lain agar merasa lebih baik. Kalimat “Saya bisa melakukan itu jika saya mau” biasanya diucapkan sebagai corak pertahanan diri untuk menutupi rasa iri dan menjaga nilai dirinya.

Orang yang mengucapkannya sering kali enggan mengakui kerja keras orang lain lantaran merasa tersaingi alias minder. Mereka mau membikin pencapaian orang lain terlihat biasa saja dibandingkan nilai kesuksesannya.

Orang seperti ini condong jarang memberikan pujian yang tulus atas kesuksesan orang lain. Namun sebaliknya, mereka justru mencari cela alias kekurangan dari karya orang lain untuk dikomentari.

2. “Kamu Sudah Berubah”

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/magnific

Seiring bertambahnya kesuksesan, seseorang perlahan bakal mengalami perubahan diri. Prioritas mulai bergeser ke hal-hal yang lebih berarti dan mungkin hanya mempunyai sedikit waktu untuk teman.

Orang iri sering mengatakan “Kamu sudah berubah” alias “Sombong banget sekarang” saat memandang kehidupanmu. Kesuksesan alias kebiasaan baru yang Anda miliki membikin mereka merasa tersaingi dan tidak aman.

Mereka mungkin berambisi Anda tetap berada di level yang sama dengan mereka agar mudah dikendalikan. Mereka juga nggak segan untuk memutarbalikkan kebenaran seolah perkembangan dirimu adalah kesalahan besar (guilt-tripping).

3. “Pasti Menyenangkan Jadi Kamu”

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/senivpetro

Kalimat berandai-andai seperti “Pasti menyenangkan jadi kamu” alias “Andai aku...” sering kali mencerminkan rasa iri tersembunyi. Orang yang iri condong konsentrasi pada apa yang tidak dimilikinya, daripada mensyukuri apa yang ada pada diri mereka sendiri.

Mereka hanya memandang kesenangan, pencapaian, dan kenyamanan seseorang saja. Tapi, justru melupakan proses dan lelahnya upaya yang sudah dilewati untuk sampai di titik ini.

4. “Saya Tidak Tahu Kalau Kamu Sangat Berbakat”

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/krakenimages-com

Kalimat ini diucapkan ketika memandang kesuksesan alias kebiasaan baru yang Anda miliki membikin mereka merasa tersaingi.

Pujian yang diikuti kritik lembut sering menjadi langkah pasif-agresif untuk menutupi rasa iri alias rasa terancam. Kalimat seperti “Saya tidak tahu jika Anda sangat berbakat” itu menyiratkan seolah-olah Anda biasanya tidak kompeten, sehingga keberhasilanmu dianggap sebagai sebuah kebetulan.

Mereka yang mengucapkan kalimat seperti itu condong merasa tersaingi oleh keahlian Anda sekaligus kaget memandang pencapaian tersebut. Alih-alih memberikan pujian, mereka justru meremehkan secara halus.

5. “Kamu Sangat Beruntung, Ya”

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/magnific

Merasa iri terhadap kehidupan seseorang bukanlah perihal yang aneh. Namun, ketika menutupinya dengan pujian terselubung seperti “Kamu sangat beruntung, ya” alias “Itu pasti menyenangkan”, maka bisa menjadi pertanda bahwa mereka iri padamu.

Kalimat seperti itu sering diucapkan oleh orang yang diam-diam iri sebagai langkah mengecilkan alias meremehkan upaya keras seseorang. Mereka menganggap keberuntungan Anda hanya sebuah kebetulan untuk membikin ego mereka tidak terluka alias merasa tertinggal.

6. “Wow, Kamu Benar-Benar Percaya Diri”

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/drobotdean

Jika seseorang diam-diam iri kepadamu, mereka mungkin bakal memberikan komentar yang terdengar seperti lelucon tetapi mempunyai makna tersembunyi. Ungkapan “Wow, Anda betul-betul percaya diri” bisa terdengar seperti komentar ramah, namun diucapkan dengan nada menyindir.

Mereka mengucapkannya lantaran merasa terancam dengan kepercayaan dirinya sendiri. Mereka berambisi komentar itu bisa menjatuhkan mentalmu secara halus.

7. “Kamu Seharusnya...”

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/DC Studio

Kita semua pasti pernah berjumpa dengan seseorang yang ‘sok tahu’. Berada di dekat orang seperti ini tidaklah mudah lantaran mereka merasa lebih tahu pada segalanya. Dengan kalimat andalannya “Kamu seharusnya...” yang seakan memberi nasihat.

Berkedok memberi nasihat alias masukan, padahal mereka mau mendikte, merendahkan pencapaianmu, dan mengatakan rasa tidak kondusif (insecure) mereka ke diri kamu.

Orang seperti ini bakal mencoba mengatur ulang caramu hidup, membandingkan kerja kerasmu, dan menuntut Anda bertindak sesuai gambaran ideal jenis mereka. Seolah-olah apa yang Anda lakukan selama ini salah alias kurang.

Nah, itulah beberapa kalimat yang dapat Beauties kenali ketika ada orang yang diam-diam iri padamu. Semoga berfaedah ya, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads