Jakarta -
Pada dasarnya, tidak semua orang kudu menyukai kita. Namun, seseorang bisa dianggap susah diajak berbaur lantaran kurang menyadari gimana perkataan dan sikapnya diterima oleh lingkungan sekitar.
Meski sering dikatakan bahwa tindakan lebih krusial daripada kata-kata, psikolog menilai ucapan tetap mempunyai pengaruh besar dalam membangun hubungan.
Beberapa frasa yang terus diulang apalagi dapat membikin seseorang terkesan negatif dan kurang menyenangkan untuk diajak berinteraksi. Lantas, kalimat apa saja yang sering diucapkan mereka?
7 Kalimat yang sering diucapkan orang yang susah bergaul
Dilansir Parade, berikut beberapa kalimat yang mungkin membikin seseorang susah beradaptasi alias berbaur dengan lingkungan sekitarnya menurut psikolog:
1. “Itu tidak mungkin”
Secara teratur mengucapkan tiga kata ini dapat menjadi perihal yang mematikan, terutama ketika seorang rekan kerja alias kawan tertarik untuk mencoba sesuatu yang baru.
Psikolog berlisensi dan pembawa kegiatan Mind Matters dengan Dr. Michele, Dr. Michele Leno, Ph.D., mengatakan ini sering kali dapat membikin seseorang merasa seperti memilih pertengkaran alias memulai debat daripada mencari hubungan dan percakapan.
Meski begitu, seringkali ada argumen tersembunyi di kembali penggunaan kalimat ini secara teratur, Bunda.
“Beberapa orang berpikir dalam perihal rintangan lantaran rasanya lebih kondusif untuk mempersiapkan yang terburuk daripada berambisi untuk yang terbaik,” ujar Leno.
2. “Sudah waktunya untuk mengatasinya”
Leno mencatat bahwa orang biasanya mengatakan kalimat tersebut ketika mereka tidak dapat menangani emosi orang lain.
“Mereka berasosiasi terlalu sedikit alias terlalu banyak dengan situasi. Sulit berada di sekitar orang yang mencoba untuk 'menjalankan waktu' proses emosional kamu,” ujar Leno.
3. “Kamu semestinya tahu dari awal”
Kalimat ini biasanya diucapkan kepada seseorang yang baru saja melakukan kesalahan. Meski terdengar seperti nasihat, ucapan tersebut justru bisa membikin orang lain merasa semakin bersalah, terutama jika mereka sudah menyesali kesalahannya.
Menurut Leno, orang yang sering mengatakan kalimat seperti ini condong lebih berfokus pada menyalahkan betul alias salah daripada menunjukkan empati.
Sikap tersebut dapat terkesan dingin dan kurang peduli terhadap emosi orang lain. Akibatnya, orang di sekitarnya mungkin enggan mencari support alias berbagi cerita, terutama saat sedang menghadapi masa-masa sulit.
4. “Kamu tidak bakal mengerti”
Psikolog mencatat bahwa komentar seperti ini dapat dianggap merendahkan dan membikin orang lain merasa Bunda merendahkan mereka.
“Berkomunikasi dengan sikap superioritas dan bahwa orang lain berada di bawah Anda alias ‘tidak mungkin memahami’ sesuatu yang Anda lakukan susah untuk berada di sekitar,” ujar psikolog berlisensi dengan Thriveworks, Dr. Brandy Smith, Ph.D.
5. “Kamu terlalu sensitif”
Jika menggunakan kalimat ini, sering kali merupakan tanda bahwa Bunda berjuang untuk menghadapi emosi negatif orang lain. Namun, orang-orang secara alami mengalami emosi positif dan negatif.
Itu membikin susah berada di sekitar seseorang yang sering mencoba untuk menutup kebutuhan orang lain untuk membahas hari yang jelek alias waktu yang sulit.
“Alih-alih terlibat dengan isi dari apa yang dikatakan, itu membingkai ulang masalah sebagai abnormal pada orang lain, yang dapat terasa tidak valid,” ujar psikolog dan penasihat media Hope for Depression Research Foundation, Dr. Ernesto Lira de la Rosa, Ph.D.
6. “Aku hanya bersikap jujur”
Kalimat ini sering digunakan sebagai tindak lanjut untuk komunikasi yang tumpul alias kurang tepat waktu. Kejujuran dapat membangun kepercayaan.
Namun, apa yang dikatakan dan gimana (dan kapan) Bunda mengatakan sesuatu semuanya bertambah, untuk lebih baik alias lebih buruk.
7. “Semua orang setuju dengan saya”
Kalimat yang ini bisa menjadi bumerang lantaran beberapa argumen dan dapat membikin orang berpikir Bunda susah untuk berada di sekitar.
Ungkapan ini dapat menjadi upaya untuk mengurangi ketidakpastian alias kekhawatiran dalam konflik. Secara psikologis, itu menggeser hubungan dari perbincangan ke kekuasaan, yang condong mematikan orang daripada menyelesaikan perbedaan.
Nah, itulah beberapa kalimat yang dapat Bunda kenali dari orang yang mungkin susah berbaur dengan lingkungan sekitarnya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·