Jakarta -
Bunda, memahami emosi diri sendiri bukan selalu perihal yang mudah. Terkadang kita hanya merasa sedih, kesal, kecewa, alias tidak nyaman tanpa betul-betul tahu apa yang sedang terjadi di dalam diri.
Padahal, mengenali emosi bisa membantu Bunda lebih memahami emosi dan mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan.
Dengan menyadari emosi yang muncul, Bunda juga bisa belajar merespons suatu keadaan dengan lebih tenang, bukan sekadar mengikuti reaksi sesaat.
Lantas, gimana langkah mengenali emosi diri sendiri dengan lebih baik? Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk memahami emosi dan mencari tahu apa yang sebenarnya sedang dirasakan.
Cara mengenali emosi diri sendiri agar lebih memahami emosi
Dilansir Psychology Today, langkah-langkah berikut merujuk pada teknik kesadaran, dan dapat membantu menumbuhkan seni bersandar pada emosi Bunda.
1. Kenali dan beri nama perasaan
Ketika menyadari ada emosi yang muncul, coba berakhir sejenak. Perhatikan apa yang sedang Bunda rasakan. Awalnya mungkin hanya terasa seperti stres, tidak nyaman, alias suasana hati yang kurang baik.
Coba kenali emosi tersebut dengan lebih spesifik, misalnya sedih, takut, malu, bahagia, bersemangat, alias senang.
Tidak perlu menilai apakah emosi tersebut baik alias buruk. Cukup akui dan beri nama pada emosi yang sedang dirasakan.
2. Perhatikan apa yang dirasakan tubuh
Emosi tidak hanya muncul dalam pikiran, tetapi juga bisa terasa di tubuh. Coba perhatikan gimana tubuh Bunda merespons emosi tersebut. Misalnya, dada terasa sesak, jantung berdebar, tangan gemetar, perut terasa tidak nyaman, alias tubuh terasa lemas.
Biarkan sensasi tersebut muncul tanpa berupaya langsung menghilangkan alias menghindarinya. Tidak perlu memaksakan diri untuk merasa lebih baik. Cukup amati apa yang terjadi dan biarkan emosi tersebut datang dan perlahan mereda.
Jika terasa sulit, coba tetap tenang dan arahkan perhatian kembali pada sensasi yang dirasakan tubuh. Hindari terlalu larut dalam pikiran alias membikin beragam asumsi. Beri diri sendiri waktu beberapa menit untuk betul-betul merasakan apa yang sedang terjadi.
3. Cari tahu apa yang sebenarnya ada di kembali perasaan
Setelah mengenali emosi dan sensasi tubuh, coba cari tahu apa yang sebenarnya memicu emosi tersebut. Mungkin Bunda sedang mengalami kehilangan, merasa terancam, tidak dihargai, tidak didengar, alias merasa tersisih.
Cobalah memahami emosi tersebut tanpa langsung menyalahkan diri sendiri alias orang lain. Ingat, langkah Bunda memandang suatu kejadian bisa dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu.
Jangan terlalu sibuk menganalisis kejadian alias memikirkan beragam kemungkinan. Cukup tanyakan kepada diri sendiri, “Apa yang sebenarnya ada di kembali rasa sakit alias kebahagiaan ini?”
Bayangkan emosi yang pertama muncul seperti ombak di permukaan laut. Setelah ombaknya mulai tenang, coba lihat lebih dalam. Di sana, Bunda mungkin menemukan emosi yang lebih mendasar dan hal-hal yang sebenarnya sangat krusial bagi Bunda.
4. Hadapi emosi dengan penuh kasih sayang
Saat sedang berupaya memahami perasaan, jangan lupa untuk bersikap lembut kepada diri sendiri, terutama ketika emosi yang muncul terasa menyakitkan. Kita sering kali mudah mengkritik diri sendiri ketika sedang mengalami masalah. Kali ini, coba lakukan sebaliknya.
Bayangkan Bunda sedang berbincang kepada orang yang sangat disayangi. Apa yang bakal Bunda katakan jika sahabat alias personil family sedang merasakan perihal yang sama? Cobalah memberikan perhatian dan empati yang sama kepada diri sendiri.
Bunda bisa mengatakan, “Aku tahu ini berat,” “Nggak apa-apa jika saya merasa seperti ini,” alias “Aku bakal menemani diriku melewati ini.”
Apa pun yang sedang dirasakan, Bunda tidak sendirian. Setiap orang pernah merasa terluka, kecewa, takut, alias memerlukan rasa kondusif dan diterima.
Pengalaman setiap orang memang berbeda, tetapi kebutuhan untuk disayangi, dimengerti, dan merasa kondusif adalah perihal yang dimiliki banyak orang. Belajar memahami emosi juga berfaedah belajar memperlakukan diri sendiri dengan lebih baik.
5. Coba menerima perasaan
Ketika Bunda mulai belajar menerima perasaan, termasuk rasa takut dan emosi yang tidak nyaman, perlahan sesuatu yang baik bisa terjadi.
Bunda tidak lagi terus-menerus melawan alias menghindari emosi tersebut. Mulai berani menghadapinya dan memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam diri.
Dari sana, Bunda bisa menjadi lebih tenang dan lebih memahami diri sendiri. Bunda juga bisa lebih datang dalam hubungan dengan orang lain, menikmati hal-hal yang membikin bahagia, sekaligus menerima rasa sedih ketika kehilangan sesuatu yang berarti.
Bunda pun bisa lebih berani mencoba hal-hal baru, meskipun mungkin ada rasa takut, canggung, alias malu.
Bunda belajar merasakan takut ketika memang ada bahaya, bersungkawa ketika kehilangan, menerima kenyamanan dari orang lain, dan kembali menikmati hal-hal sederhana yang membikin bahagia.
Pada akhirnya, belajar memahami dan merasakan emosi dengan baik membantu Bunda lebih terhubung dengan diri sendiri. Bunda tidak lagi kudu selalu dikendalikan oleh perasaan, tetapi bisa menjalani hidup dengan lebih bebas dan memilih hal-hal yang betul-betul bermakna.
Nah, itulah beberapa langkah yang dapat Bunda lakukan untuk mengenali emosi diri sendiri agar lebih memahami emosi. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·