Punya career break sering bikin deg-degan saat interview kerja, apalagi jika cemas recruiter menganggap Anda kurang serius berkarier. Padahal, jarak kerja bisa terjadi lantaran banyak alasan, mulai dari mencari pekerjaan baru, melanjutkan pendidikan, merawat keluarga, sampai konsentrasi pada pengembangan diri.
Sebenarnya, kuncinya adalah memahami langkah menjawab career break dengan jujur, singkat, dan tetap mengarahkan pembicaraan pada kesiapanmu untuk kembali bekerja. Yuk, simak contoh jawabannya berikut ini sebelum interview dimulai.
Baca juga: Cara Menulis Career Break di CV agar Tetap Dilirik HRD
Apa Itu Career Break?

Career break alias employment gap adalah periode ketika seseorang enggak bekerja dalam kurun waktu tertentu. Jeda ini bisa berjalan selama beberapa bulan hingga beberapa tahun dan dapat terjadi lantaran keputusan pribadi maupun keadaan di luar kendali.
Dilansir dari Indeed, beberapa argumen career break yang umum antara lain merawat anak alias personil keluarga, mencari pekerjaan baru, terkena PHK akibat perubahan organisasi, melanjutkan pendidikan, pindah tempat tinggal, hingga konsentrasi pada pengembangan diri dan sertifikasi.
Jadi, punya jarak di CV bukan berfaedah perjalanan kariermu otomatis menjadi kurang baik. Yang krusial adalah gimana Anda menjelaskannya ketika recruiter bertanya.
Kenapa Recruiter Bisa Menanyakan Career Break?

Ketika memandang jarak dalam riwayat pekerjaan, recruiter mungkin mau memahami apa yang terjadi selama periode tersebut. Mereka juga bisa mau mengetahui apakah Anda tetap mempunyai skill yang relevan dan sudah siap kembali bekerja.
Dalam salah satu contoh yang dibagikan Rakshit Goyal, mantan hiring manager, seorang kandidat mempunyai career break selama 14 bulan lantaran kudu merawat orang tuanya. Namun, kandidat tersebut juga menjelaskan bahwa selama jarak kerja dia belajar informasi analytics, mengerjakan beberapa proyek freelance, dan tetap membangun networking. Cara menjelaskan tersebut membantu menunjukkan bahwa dia tetap berkembang selama enggak bekerja.
Artinya, pembahasan career break sebaiknya enggak berakhir pada argumen Anda meninggalkan pekerjaan. Kamu juga bisa menunjukkan apa yang Anda lakukan selama periode tersebut.
Cara Menjawab Career Break saat Interview

Kalau Anda tetap bingung gimana langkah menjawabnya, simak beberapa tips berikut ini!
1. Siapkan jawaban sebelum interview
Jangan baru memikirkan jawabannya ketika recruiter bertanya. Coba lihat kembali timeline pekerjaanmu dan tentukan periode mana yang mungkin ditanyakan.
Siapkan penjelasan singkat mengenai argumen career break, apa yang Anda lakukan selama periode tersebut, dan kenapa sekarang Anda siap kembali bekerja.
Menyiapkan jawaban sebelumnya dapat membikin Anda lebih percaya diri ketika kudu menjelaskan employment gap.
2. Jawab dengan jujur dan singkat
Kamu enggak kudu menceritakan seluruh perincian kehidupan pribadi kepada recruiter. Jika argumen career break berkarakter personal, cukup jelaskan konteks utamanya tanpa masuk terlalu jauh.
Misalnya:
“Saya sempat mengambil waktu untuk fokus pada keluarga. Setelah kondisi lebih memungkinkan, saya kembali konsentrasi mencari kesempatan kerja yang sesuai dengan pengalaman saya.”
Yang perlu dihindari adalah membikin argumen yang terdengar dibuat-buat hanya agar career break terlihat sempurna.
3. Jelaskan perihal yang Anda lakukan selama career break
Kalau selama enggak bekerja Anda mengikuti kursus, mengambil sertifikasi, mengerjakan freelance, menjadi volunteer, alias mempelajari skill baru, Anda bisa memasukkannya dalam jawaban.
Hal tersebut membantu recruiter memandang bahwa career break enggak selalu berfaedah berakhir berkembang. Dan, sebaiknya kandidat menjelaskan transferable skills, kegiatan profesional, kursus, seminar, alias pengalaman lain yang dilakukan selama jarak kerja.
Contohnya:
“Selama career break, saya mengikuti kursus digital marketing dan mengerjakan beberapa proyek freelance untuk tetap mengasah kemampuan. Dari pengalaman tersebut, saya belajar mengelola beberapa project sekaligus dan berkomunikasi dengan klien.”
4. Arahkan kembali ke posisi yang dilamar
Setelah menjelaskan argumen career break, jangan berakhir di sana. Arahkan pembicaraan pada pengalaman, skill, dan kesiapanmu untuk bekerja.
Kamu bisa mengatakan:
“Pengalaman tersebut membikin saya lebih memahami keahlian yang mau saya kembangkan. Sekarang saya sudah siap kembali bekerja dan tertarik dengan posisi ini lantaran sesuai dengan pengalaman serta skill yang saya miliki.”
Cara ini membikin jawabanmu enggak terlalu berfokus pada masa lalu, tetapi menunjukkan bahwa Anda punya arah pekerjaan ke depan.
Contoh Jawaban Career Break Berdasarkan Alasannya

Enggak hanya tips, ini dia beberapa template yang bisa Anda gunakan!
Career break lantaran merawat keluarga
“Saya sempat mengambil jarak dari pekerjaan untuk konsentrasi merawat personil keluarga. Setelah kondisi family sudah lebih stabil, saya mulai kembali mempersiapkan diri untuk bekerja dan sekarang siap berkomitmen pada posisi yang saya lamar.”
Career break lantaran terkena PHK
“Posisi saya sebelumnya terdampak restrukturisasi perusahaan sehingga saya kudu meninggalkan pekerjaan. Selama mencari kesempatan baru, saya tetap mengembangkan skill dan mengikuti perkembangan di industri. Sekarang saya mau menggunakan pengalaman tersebut untuk berkontribusi di posisi berikutnya.”
Career break untuk melanjutkan pendidikan
“Saya mengambil career break untuk melanjutkan pendidikan dan memperdalam keahlian di bagian yang mau saya tekuni. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, saya merasa lebih siap untuk kembali bekerja dan menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan.”
Career break untuk pengembangan diri
“Saya mengambil waktu untuk konsentrasi pada pengembangan diri dan mengevaluasi arah karier. Selama periode tersebut, saya mengikuti beberapa pembelajaran dan mengembangkan skill yang relevan. Sekarang saya sudah lebih memahami tujuan pekerjaan saya dan siap kembali bekerja.”
Career break lantaran argumen kesehatan
Kamu enggak wajib memberikan perincian kondisi kesehatan kepada recruiter. Cukup jelaskan bahwa Anda mengambil waktu untuk konsentrasi pada pemulihan dan sekarang sudah siap bekerja.
“Saya sempat mengambil waktu untuk konsentrasi pada pemulihan. Setelah kondisi saya sudah memungkinkan untuk kembali bekerja, saya mulai mempersiapkan diri dan mencari posisi yang sesuai dengan pengalaman saya.”
Baca juga: Berniat untuk Career Switch? Ini 7 Hal yang Wajib Kamu Ketahui Sebelumnya!
Hindari Minta Maaf lantaran Punya Career Break

Salah satu perihal krusial dalam langkah menjawab career break adalah enggak menganggap jarak kerja sebagai sesuatu yang kudu Anda minta maafkan.
Career break merupakan bagian dari perjalanan pekerjaan yang bisa terjadi lantaran beragam alasan. Bahkan, kandidat dengan career break dapat tetap terlihat siap bekerja ketika bisa menjelaskan pengalamannya dengan jelas dan percaya diri.
Jadi, daripada berkata, “Maaf, saya punya gap yang cukup lama,” lebih baik langsung menjelaskan konteksnya secara profesional.
Baca juga: 15+ Pertanyaan Jebakan Interview Kerja dan Cara Menjawabnya dengan Cerdas
Career break mungkin menjadi salah satu perihal yang ditanyakan saat interview, tetapi bukan berfaedah Anda kudu merasa defensif. Saat mempraktikkan langkah menjawab career break, gunakan pola sederhana: jelaskan alasannya, ceritakan apa yang Anda lakukan selama jeda, lampau tunjukkan bahwa Anda siap kembali bekerja.
Jawaban yang jujur, singkat, dan percaya diri justru bisa membantu recruiter memahami perjalanan kariermu dengan lebih utuh. Jadi, enggak perlu terlalu konsentrasi membikin career break terlihat sempurna. Tunjukkan saja bahwa Anda tahu apa yang Anda lakukan dan ke mana arah kariermu sekarang!
—
Gabung komunitas Girls Beyond Circle dan dapatkan insight menarik lainnya seputar karier.
Cover: Magnific