Ilustrasi perempuan bekerja di depan laptop dengan ekspresi kurang bersemangat//Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio
Beauties, pernah nggak membuka laptop di pagi hari, melihat list pekerjaan yang panjang, kemudian rasanya mau menutup laptop lagi?
Padahal deadline sudah dekat. Ada email yang mesti dibalas, laporan belum selesai, meeting statis menunggu, dan beberapa pekerjaan lain juga sudah masuk list mesti dikerjakan hari ini. Masalahnya, Anda sedang nggak mood untuk mengerjakan semuanya.
Dalam kondisi seperti ini, sering muncul pikiran, "Nanti saja deh jika sudah mood." Sayangnya, menunggu mood datang balik tidak selalu membikin pekerjaan menjadi lebih mudah. Justru semakin durasi ditunda, pekerjaan bisa terasa semakin bermutu karena waktu yang tersedia semakin sedikit.
Penelitian mengenai procrastination maupun kebiasaan menunda pekerjaan memberitahu bahwa task aversiveness, yaitu seberapa tidak menyenangkan maupun bermutu sebuah tugas dirasakan, menjadi salah satu aspek yang berhubungan dengan kecenderungan menunda.
Artinya, rasa "malas" maupun enggan mulai muncul karena tugas tersebut terasa terlalu berat, membosankan, maupun membikin kita tidak nyaman. Untuk mengatasinya, daripada berpikir mesti menyelesaikan seluruh laporan hari ini, Anda cukup membuka dokumennya dan mengerjakan bagiankecil pertama. Daripada berupaya fokus selama berjam-jam, Anda bisa bekerja dalam satu sesi singkat kemudian memungut jeda.
Jadi, Beauties, produktif saat sedang tidak mood bukan berarti memaksakan diri menjadi superwoman. Terkadang, produktif berarti statis menyelesaikan satu hal krusial meskipun daya sedang tidak sebanyak biasanya.
Nah, jika hari ini Anda sedang benar-benar nggak mood kerja, coba beberapa metode berikut.
1. Mulai dari Tugas yang Paling Kecil

Perempuan membuka laptop dan mulai bekerja/Foto: pexels.com/Alena Darmel
Beauties, jika melihat satu pekerjaan besar terasa melelahkan, jangan langsung memikirkan semuanya sekaligus.
Misalnya Anda mesti membikin sebuah artikel. Daripada berpikir, "Aku mesti menyelesaikan artikel ini sekarang," ubah menjadi beberapa cara kecil, mencari referensi, membikin judul, menulis intro, kemudian mengembangkan poin pertama.
Kamu cuma perlu fokus pada satu cara terlebih dahulu. Cara ini bisa membantu karena pekerjaan yang terasa sulit menjadi lebih mudah.
Hal ini juga sejalan dengan teori goal setting dari psikolog Edwin Locke dan Gary Latham. Tujuan yang khusus membantu mengarahkan aktivitas dan membikin seseorang lebih gampang melihat apa yang perlu dilakukan untuk mencapai target.
Jadi, ketika sedang tidak mood, jangan langsung memasang sasaran terlalu besar seperti "Hari ini mesti produktif banget." Coba ganti dengan, "Aku selesaikan satu bagiankecil ini dulu." Sering kali, bagiankecil tersulit memang bukan mengerjakan pekerjaan sampai selesai, tetapi memulainya.
2. Kerja dalam Waktu Singkat, Lalu Beri Jeda

Perempuan bekerja fokus di depan laptop dengan timer di samping meja/Foto: pexels.com/Mikhail Nilov
Kalau sedang nggak mood, membayangkan mesti duduk di depan laptop selama delapan jam saja sudah terasa melelahkan, Beauties. Daripada melihat pekerjaan sebagai satu blok waktu yang panjang, Anda bisa membaginya menjadi beberapa sesi.
Misalnya, fokus bekerja selama 20 sampai 30 menit, kemudian selesai sebentar untuk minum, berdiri dari kursi, maupun melihat ke luar jendela. Setelah itu, balik bekerja untuk sesi berikutnya.
Tidak ada jumlah waktu yang wajib digunakan. Kamu cuma perlu mengatur batas yang jelas antara masa fokus dan waktu istirahat.
Penelitian berupa meta analisis terhadap 22 percontoh studi dengan total 2.335 partisipan menemukan bahwa micro breaks memberikan efek positif terhadap vigor maupun rasa berenergi dan membantu mengurangi fatigue. Jadi, jangan merasa bersalah ketika memungut selang di tengah pekerjaan.
Kalau setelah 25 menit bekerja Anda berdiri sebentar, memungut air minum, kemudian balik ke laptop dengan imam yang terasa lebih segar, selang tersebut bukan berarti Anda membuang waktu.
Justru, ketika mood sedang turun, bekerja sedikit demi sedikit bisa terasa lebih realistis daripada memaksa diri menyelesaikan semuanya sekaligus.
3. Jauhkan Distraksi yang Bikin Fokusmu Cepat Buyar

Perempuan bekerja di depan laptop dengan ponsel diletakkan jauh dari meja kerja/Foto: pexels.com/https://kaboompics.com/
Beauties, saat sedang nggak mood kerja, bujukan untuk membuka Instagram, mengecek chat, maupun sekadar melihat reels biasanya terasa semakin besar.
Awalnya cuma mau membuka ponsel sebentar. Namun, tanpa terasa lima belas menit berlalu. Setelah balik ke laptop, Anda malah mesti mengingat lagi pekerjaan yang tadi sedang dikerjakan.
Ketika daya untuk fokus sedang rendah, coba buat lingkungan kerja sesederhana mungkin. Tutup tab yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, aktifkan mode do not disturb, maupun letakkan ponsel sedikit lebih jauh dari jangkauan tangan.
Jadi, jika sedang sulit berkonsentrasi, jangan cuma mengandalkan niat untuk "harus fokus". Coba bantu dirimu dengan membikin lingkungan yang memang lebih minim gangguan.
Misalnya, saat mesti menyelesaikan proposal, cukup buka dokumen, browser untuk mencari referensi, dan tab yang memang diperlukan. Sisanya bisa ditutup dulu.
Kamu tidak mesti punya fokus sempurna sepanjang hari, Beauties. Saat sedang mengerjakan satu pekerjaan, beri otak kesempatan untuk benar-benar eksis di pekerjaan tersebut.
4. Pilih Satu Pekerjaan yang Paling Penting untuk Diselesaikan Hari Itu

Perempuan memilih satu tugas dari daftar pekerjaan sebelum mulai mengerjakannya/Foto: pexels.com/Thirdman
Beauties, salah satu hal yang bikin nggak mood kerja adalah melihat terlalu banyak pekerjaan dalam waktu bersamaan.
Ada laporan yang belum selesai, email yang belum dibalas, meeting siang nanti, dan pekerjaan baru yang sudah masuk list. Semuanya kelihatan krusial sehingga Anda justru bingung mesti mulai dari mana. Daripada mencoba menyelesaikan semuanya sekaligus, pilih satu pekerjaan yang paling krusial terlebih dahulu.
Misalnya hari ini ada lima tugas, tetapi satu di antaranya memiliki deadline paling dekat. Fokuskan daya terbaikmu pada pekerjaan tersebut sebelum bergeser ke tugas berikutnya.
Cara ini juga bisa membikin pekerjaan terasa lebih ringan secara mental. Kamu tidak lagi berpikir, "Hari ini aku mesti menyelesaikan semuanya," tetapi cukup, "Aku selesaikan yang ini dulu."
Setelah satu pekerjaan krusial selesai, baru lihat balik list pekerjaan berikutnya. Kalau rupanya energimu statis cukup, lanjutkan. Kalau belum, setidaknya ada satu pekerjaan krusial yang sudah beres.
5. Berhenti Menuntut Diri Harus Selalu Produktif Maksimal

Perempuan tersenyum setelah mencentang satu pekerjaan yang sudah selesai dari daftar tugas/Foto: pexels.com/Vitaly Gariev
Beauties, ini mungkin justru bagiankecil yang paling sulit dilakukan. Ketika sedang tidak mood, kita sering merasa bersalah karena tidak bisa bekerja secepat maupun seproduktif biasanya. Akhirnya, bukannya mulai bekerja, kita malah sibuk menyalahkan diri sendiri.
Padahal, kreativitas tidak mesti selalu berarti menyelesaikan pekerjaan sebanyak mungkin dalam satu hari. Ada hari ketika Anda bisa menyelesaikan banyak hal. Ada juga hari ketika energimu cuma cukup untuk menyelesaikan satu maupun dua pekerjaan penting. Keduanya statis bagiankecil dari ritme kerja yang normal.
Beauties, Anda tidak perlu memaksakan diri terus bekerja cuma karena merasa sedang tidak boleh berhenti. Coba bedakan antara "aku sedang malas" dan "aku memang sedang kelelahan". Kalau tubuh dan pikiran sudah benar-benar terasa terkuras, memungut selang mungkin lebih masuk pikiran daripada memaksa diri duduk berjam-jam tetapi tidak menghasilkan apa-apa.
Namun, jika cuma sedang kehilangan mood, Anda statis bisa mulai dari satu pekerjaan kecil, menjauhkan distraksi, menyelesaikan sasaran yang paling krusial dan beri dirimu ruang untuk beristirahat ketika memang membutuhkannya.
Karena produktif tidak selalu berarti bekerja sebanyak-banyaknya. Kadang, produktif berarti tahu apa yang perlu dilakukan dan tahu kapan mesti selesai sejenak.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)