Jakarta -
Negara China mengenakan pajak untuk kondom dan perangkat kontrasepsi. Pajak tersebut membikin nilai kondom dan kontrasepsi naik cukup tinggi di pasaran, Bunda.
Dilansir The Sun, pajak pertambahan nilai (PPN) tambahan sebesar 13 persen telah dikenakan pada perangkat kontrasepsi dan kondom di China mulai 1 Januari 2026. Alasan utama kenaikan pajak ini adalah untuk menekan penurunan nomor kelahiran di China.
Data resmi yang dirilis pada awal tahun ini menunjukkan bahwa China hanya mencatat 7,92 juta kelahiran pada tahun 2025, alias turun 17 persen dari 9,54 juta di tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun ada kenaikan pajak pada metode pengendalian kelahiran, penduduk Beijing dan para mahir mengatakan bahwa strategi tersebut hanya bakal berakibat kecil. Menurut AFP, kaum muda di Beijing apalagi mengatakan bahwa pajak tambahan pada perangkat kontrasepsi tidak mengatasi akar persoalan yang menghalangi mereka untuk mempunyai anak.
"Tekanan luar biasa yang dialami kaum muda di China saat ini, mulai dari pekerjaan hingga kehidupan sehari-hari, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kondom," kata seorang penduduk berumur tiga puluhan, yang hanya mau dikenal dengan nama Jessica.
"Orang kaya terlalu kaya, dan orang miskin tetap miskin, dan orang-orang kurang percaya diri dengan masa depan mereka, sehingga mereka mungkin enggan mempunyai anak."
Hal yang sama juga disampaikan penduduk berjulukan Xu Wanting. Perempuan 33 tahun ni tidak percaya pajak bakal secara langsung meningkatkan nomor kelahiran, Bunda.
"Mereka yang betul-betul perlu membeli produk-produk ini bakal tetap membelinya, lantaran ini adalah produk perencanaan keluarga," kata Xu kepada EuroNews.
"(Kondom) bukan hanya untuk kontrasepsi, tetapi juga menyangkut kesehatan reproduksi perempuan."
Seorang guru besar madya di Sekolah Kebijakan Publik di Singapura, Lee Kuan Yew, mengatakan bahwa pajak kontrasepsi tidak berfaedah apa-apa jika dibandingkan dengan biaya membesarkan anak. Banyak pasangan juga memilih untuk tidak punya anak lantaran ketidakpastian ekonomi.
"Pasangan muda yang memutuskan untuk mempunyai anak tidak bakal menghitung apakah mereka bisa mengeluarkan duit tambahan untuk kontrasepsi. Mereka bertanya apakah mereka bisa membesarkan anak sama sekali dalam lingkungan ketidakpastian ekonomi," katanya.
Menurut Wu, pasangan muda di China menghadapi halangan nyata dalam mendapatkan penghasilan yang stabil. Ini termasuk pasar kerja yang lemah, biaya perumahan yang sangat mahal, budaya kerja yang penuh tekanan, dan diskriminasi terhadap wanita di tempat kerja.
China telah membikin kebijakan untuk meningkatkan nomor kelahiran
Sebelum kenaikan pajak kontrasepsi, negara China telah membikin kebijakan lain untuk mengatasi penurunan nomor kelahiran hidup. Sebelumnya, orang tua ditawari tambahan biaya sekitar 2.700 dollar AS alias setara Rp47 juta untuk mempunyai lebih banyak anak.
Warga di kota terpadat ketiga di China, ialah Shenzhen. apalagi ditawari duit tunai untuk memulai sebuah keluarga. Mereka bakal diberikan 1.200 dollar AS alias Rp21 juta untuk kelahiran bayi, dan tambahan 1.700 dollar AS (Rp29 juta), dan 3.100 dollar AS (Rp54 juta) jika pasangan mempunyai anak kedua dan ketiga.
Dikutip dari The Guardian, meningkatkan pajak pada kondom memang bisa jadi langkah simbolis. Satu balut kondom biasanya dijual dengan nilai sekitar 40-60 yuan alias setara Rp100 ribu hingga Rp154 ribu.
Sementara itu, nilai pil kontrasepsi, yang dapat dibeli tanpa resep, dijual dengan nilai 50-130 yuan per bungkusan untuk satu bulan alias sekitar Rp128 ribu hingga Rp335 ribu.
"Karena kebijakan kelahiran China sekarang telah bergeser ke arah mendorong kelahiran dan tidak lagi mempromosikan kontrasepsi, maka masuk logika untuk kembali mengenakan pajak pada perangkat kontrasepsi," kata mahir demografi independen yang berbasis di provinsi Guangdong, He Yafu.
"Namun, langkah ini kemungkinan tidak bakal memberikan akibat signifikan dalam meningkatkan nomor kesuburan."
Demikian buletin terbaru tentang rencana kebijakan China yang meningkatkan pajak kondom dan kontrasepsi untuk mengatasi penurunan nomor kelahiran. Semoga info ini berfaedah ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·