Rasa syukur perlu dikenalkan kepada anak sejak dini, Bunda. Namun, tanpa disadari, ada beberapa kalimat yang bisa menunjukkan bahwa anak tetap kesulitan menghargai apa yang dimiliki.
Ya, anak yang kurang berterima kasih tidak selalu terlihat dari perilakunya. Terkadang, perihal ini justru dapat dikenali dari kalimat-kalimat sederhana yang sering dia ucapkan dalam keseharian.
Ketika anak-anak kurang berterima kasih atas hal-hal yang mereka miliki, mereka dapat mengatakan hal-hal yang memalukan di depan umum, sehingga menyebabkan orang tua merasa khawatir. Anak-anak mungkin merasa frustrasi, tetapi belajar mengekspresikan emosi tersebut dengan langkah yang sehat bakal sangat berfaedah ketika mereka dewasa nanti.
Kalimat yang diucapkan anak yang kurang bersyukur
Melansir dari laman Your Tango, berikut karakter anak yang kurang berterima kasih dari kalimat yang sering diucapkan:
1. "Ini tidak adil"
Ketika anak mengamuk lantaran keinginannya tidak terpenuhi, mereka mungkin bakal mengatakan "ini tidak adil" di tempat umum. Bagi mereka, rasanya menyebalkan ketika hidup tidak melangkah seperti yang diharapkan.
Saat perihal itu terjadi, krusial bagi orang tua untuk mengajari anak langkah mengatasi situasi ketika kemauan mereka tidak terpenuhi. Bunda dapat memberi anak ruang dan menjelaskan secara perlahan situasi yang sebenarnya ke anak.
2. "Hanya itu?"
Ketika seorang anak berbicara "Hanya itu?", mereka tidak menunjukkan rasa terima kasih. Alih-alih merasa senang dengan apa yang diberikan, mereka menuntut lebih banyak. Psikolog anak Lauren Silvers mengatakan ini bisa menjadi tanda pola pengasuhan yang terlalu memanjakan.
"Ada banyak akibat negatif yang mengenai dengan sikap terlalu memanjakan, mulai dari ketergantungan berlebihan pada orang lain hingga ketidakmampuan untuk mempelajari pelajaran hidup yang penting," ujarnya.
Namun dengan menghentikan perilaku ini dan belajar mengatakan 'tidak', orang tua dapat memengaruhi anak-anak secara positif di masa depan. Orang tua dapat mengajarkan pentingnya rasa syukur dengan langkah yang lembut.
3. 'Aku menginginkan sesuatu yang lain'
Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga dapat mengalami kekecewaan. Tetapi ada waktu dan tempat untuk segalanya. Meskipun tidak apa-apa untuk mengungkapkan preferensi secara pribadi, menyatakannya di depan umum untuk didengar semua orang adalah perihal yang memalukan.
Orang tua kudu mengajari anak-anak mereka gimana berperilaku di tempat umum, termasuk ketika menginginkan sesuatu. Meskipun krusial untuk memenuhi kebutuhan anak, Bunda kudu mengerti sungguh pentingnya juga untuk menghormati lingkungan sekitar.
4. 'Aku menginginkannya sekarang'
Beberapa anak memang secara alami tidak sabaran. Tidak peduli seberapa banyak orang tua menekankan pentingnya menunggu, mereka tetap bakal frustrasi ketika tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, terutama pada saat mereka sangat menginginkannya.
Ketika anak-anak menggunakan ungkapan yang memalukan ini, itu dapat dianggap sangat tidak sopan. Jika Bunda tidak segera menghentikannya, maka perihal itu dapat mengajarkan mereka bahwa bertindak seperti itu tidak apa-apa.
5. 'Aku tidak menyukainya'
Bunda, kita sering mengajarkan anak untuk mengungkapkan emosi mereka. Tapi, ada waktu dan tempat untuk segalanya. Jangan biarkan anak menggunakan kalimat 'Aku tidak menyukainya' jika itu sudah melewati periode kesopanan.
Misalnya, jika seseorang bersusah payah memasak alias memberi anak hadiah, menanggapi dengan kalimat 'Aku tidak suka' bukanlah perihal yang tepat. Itu bukan hanya tidak tahu berterima kasih, tetapi juga tanda perilaku yang buruk.
6. 'Berikan saya satu juga'
Kecemburuan yang dirasakan anak adalah emosi yang normal. Namun, meskipun kecemburuan itu sendiri tidak berbahaya, gimana orang tua meresponsnya dapat menunjukkan jenis kepribadian. Jadi, ketika seorang anak meminta 'berikan satu juga untukku' di tempat umum, itu bisa jadi perilaku anak yang tidak bersyukur.
Jika orang tua tidak mempunyai duit untuk membeli sesuatu tetapi anak mereka tetap menuntutnya, menavigasi percakapan itu bisa menjadi sulit. Jadi, krusial untuk mengajari anak-anak agar tidak pernah bersikeras tentang hal-hal seperti ini.
7. 'Itu tugasmu'
Ketika seorang anak tidak berterima kasih atas semua yang mereka miliki, apalagi jika itu hanya kebutuhan pokok, mereka mungkin mengatakan "itu tugasmu" untuk merendahkan orang tua mereka sendiri. Hal itu bisa terjadi lantaran anak-anak memang belum mengembangkan untuk mengatasi frustrasi ketika dihadapkan pada suatu masalah.
Menurut ulasan di laman Child Mind Institute, ketika anak-anak sering mengalami ledakan emosi, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka belum mengembangkan keahlian yang dibutuhkan untuk mengatasi emosi seperti frustrasi, kecemasan, dan kemarahan. Tentu saja memerlukan waktu untuk mengubahnya, tetapi orang tua kudu mengajari anak-anak mereka sejak usia awal untuk menghormati semua orang.
Demikian karakter anak yang kurang berterima kasih dari kalimat yang diucapkan. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)