Jakarta -
Ciri-ciri bayi hipotermia sering tidak disadari sejak awal, lantaran tanda-tandanya bisa terlihat seperti kondisi biasa. Padahal, perubahan pada tubuh bayi bisa jadi tanda yang perlu diperhatikan lebih serius, Bunda.
Mengutip dari World Health Organization (WHO), semua bayi yang baru lahir memang rentan mengalami hipotermia. Risiko ini paling tinggi terjadi pada jam-jam pertama setelah bayi dilahirkan.
Sementara itu, dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), hipotermia terjadi lantaran penurunan suhu tubuh yang dipicu oleh beragam kondisi, terutama akibat tingginya kebutuhan oksigen dan suhu lingkungan yang rendah.
Kondisi ini tidak boleh diabaikan begitu saja lantaran dapat berpengaruh pada kegunaan tubuh bayi. Oleh lantaran itu, kita perlu mengenali ciri-cirinya sejak awal agar bisa segera mengambil langkah yang tepat.
Ciri-ciri bayi hipotermia yang perlu diwaspadai orang tua
Dikutip dari Oregon Health & Science University (OHSU), National Health Service (NHS), dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada beberapa karakter bayi hipotermia yang perlu diwaspadai oleh orang tua. Berikut ini deretannya:
1. Gangguan napas
Bayi bisa tampak merintih, napas menjadi lebih cepat, alias terlihat kesulitan bernapas. Pada kondisi tertentu, bibir alias kulit juga bisa tampak kebiruan, yang menandakan tubuh kekurangan oksigen.
2. Penurunan energi
Bayi terlihat jauh lebih lemas dari biasanya, Bunda. Selain itu, bayi juga bisa menjadi lebih rewel alias justru tampak sangat tenang lantaran energinya menurun.
3. Perubahan pada kondisi tubuh
Tubuh bayi bisa terasa sangat lemas saat digendong alias justru kaku dan tidak rileks. Dalam beberapa kondisi, Si Kecil juga bisa mengalami gemetar alias aktivitas yang tidak normal.
4. Gangguan makan
Selanjutnya, bayi menjadi susah menyusu dan hisapannya terasa lebih lemah dari biasanya. Akibatnya, asupan susu pun berkurang dan bisa memengaruhi kondisi tubuhnya.
5. Detak jantung dan napas bayi tidak stabil
Detak jantung bayi bisa menjadi terlalu sigap alias justru melambat dari kondisi normal, Bunda. Tidak hanya itu, napas Si Kecil juga bisa menjadi tidak teratur.
6. Perubahan pada kulit
Kulit Si Kecil terasa dingin saat disentuh dan tampak lebih pucat dari biasanya. Dalam beberapa kasus, warna kulit bisa berubah menjadi kebiruan, terutama di bagian tangan dan kaki.
7. Tubuh terasa dingin dan lemas
Saat disentuh, tubuh bayi terasa dingin meskipun sudah mengenakan pakaian. Kondisi ini biasanya disertai dengan tubuh yang sangat lemas dan respons yang menurun.
8. Lebih mudah mengantuk
Berikutnya, bayi bakal tampak lebih sering mengantuk, Bunda. Bahkan, dia bisa menolak menyusu alias tidak merespons seperti biasanya.
Penyebab hipotermia pada bayi
Perlu diketahui bahwa hipotermia terjadi ketika tubuh bayi kehilangan panas dan suhu tubuhnya turun di bawah 35 derajat Celsius. Bayi bisa mengalami hipotermia jika:
- Terlalu lama berada di tempat yang dingin, sehingga tubuhnya kehilangan panas secara perlahan.
- Terpapar air dingin, misalnya saat tubuhnya basah dan tidak segera dikeringkan.
- Menggunakan busana yang basah alias lembap.
- Tinggal alias berada di lingkungan rumah yang dingin tanpa penghangat yang cukup.
Apa yang kudu dilakukan orang tua saat bayi mengalami hipotermia?
Jika Bunda menduga Si Kecil mengalami hipotermia, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sembari menunggu support dari tenaga medis. Simak selengkapnya:
- Segera pindahkan bayi ke dalam ruangan alias tempat yang lebih hangat dan terlindung dari udara dingin.
- Lepaskan busana yang basah, lampau balut bayi dengan selimut alias handuk kering, dan pastikan bagian kepalanya juga tertutup agar tetap hangat.
- Usahakan bayi tetap terjaga dengan langkah seperti membujuk berbincang alias menyentuhnya dengan lembut.
- Pastikan Bunda selalu mendampingi Si Kecil.
Selain itu, Bunda juga perlu mengetahui bahwa ada beberapa perihal yang sebaiknya tidak dilakukan lantaran tidak membantu dan justru bisa memperburuk kondisi bayi.
- Jangan gunakan air panas untuk mandi alias botol berisi air panas untuk menghangatkan bayi, lantaran berisiko membahayakan kulitnya.
- Jangan menggosok bagian tubuh seperti lengan, kaki, telapak kaki, alias tangan lantaran bisa memperburuk kondisi bayi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·