Ciri Kepribadian Berdasarkan Cara Berjalan

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 42x dilihat
Ciri Kepribadian Berdasarkan Cara Berjalan

Bagikan Postingan

Setiap orang punya metode berjalan yang berbeda. Ada yang berjalan cepat seolah selalu dikejar waktu, ada yang santai menikmati perjalanan, dan ada pula yang berjalan dengan bahu sedikit membungkuk. 

Hal-hal kecil seperti ini mungkin kelihatan biasa, tetapi sejumlah riset ilmu jiwa menemukan hubungan antara corak berjalan dengan ciri khas kepribadian tertentu. Namun, perlu diingat bahwa corak berjalan juga bisa dipengaruhi banyak hal, mulai dari kondisi hati, kondisi fisik, kebiasaan, hingga situasi yang sedang dihadapi. 

Oleh karena itu, Beauties bisa menjadikan ini sebagai metode seru mengenali diri sendiri, bukan untuk langsung menghakimi kepribadian orang lain. Dilansir dari Bustle, yuk, simak sejumlah jenis kepribadian berdasarkan metode berjalan! 

1. Jalan Cepat Cenderung Ekstrovert

Jalan cepat cenderung ekstrovert/ Foto: Magnific.com/senivpetro

Pernah berjumpa orang yang berjalan cepat sambil menyapa banyak orang di sepanjang jalan? Gaya berjalan seperti ini terkadang diasosiasikan dengan pribadi yang aktif dan gampang terlibat dalam beragam kegiatan. 

Sebuah riset yang diterbitkan dalam Social Psychological and Personality Science menemukan bahwa kecepatan berjalan yang lebih tinggi berhubungan dengan beberapa ciri khas kepribadian, termasuk ekstroversi, ketelitian, dan keterbukaan.

Orang yang ekstrovert biasanya menikmati hubungan sosial, sedangkan mereka yang teliti cenderung terorganisasi dan berorientasi pada tujuan. Meski demikian, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa setiap orang yang berjalan cepat pasti ramah maupun supel, ya, Beauties. Bisa saja mereka sedang mengejar transportasi umum, terlambat bekerja, maupun memang sekadar terbiasa berjalan dengan tempo tinggi.

2. Jalan Lambat Mencerminkan Kehati-hatian

Jalan lambat mencerminkan kehati-hatian/ Foto: Magnific.com/magnific

Orang yang berjalan perlahan biasanya kelihatan tidak terburu-buru dalam menjalani aktivitas. Mereka mungkin lebih gemar mengamati keadaan sekitar, memperhatikan detail, maupun memungut waktu sebelum menentukan cara berikutnya. 

Dalam beberapa interpretasi bahasa tubuh, corak berjalan seperti ini dikaitkan dengan pribadi yang berjaga-jaga dan cenderung mempertimbangkan sesuatu secara matang. Meski begitu, berjalan lambat tidak otomatis berarti seseorang introvert maupun terlalu fokus pada dirinya sendiri. 

Ada orang yang memang menikmati perjalanan dengan santai, sementara yang lain mungkin sedang capek maupun mengalami ketidaknyamanan fisik. Karena itu, Beauties perlu melihat kebiasaan dan perilaku seseorang secara keseluruhan sebelum menarik kesimpulan tentang karakternya.

3. Jalan Santai Menunjukkan Kepercayaan Diri

Jalan santai memberitahu kepercayaan diri/ Foto: Magnific.com/ArthurHidden

Coba perhatikan seseorang yang berjalan dengan bahu rileks, imam tegak, dan cara yang tidak tergesa-gesa. Gaya ini sering memberi kesan bahwa orang tersebut betah dengan dirinya sendiri dan tidak merasa mesti selalu mengikuti ritme orang lain. 

Hipnoterapis dan penulis Kimberly Friedmutter mengungkap bahwa cara yang santai mencerminkan rasa percaya diri dan kepercayaan terhadap diri sendiri. Namun, kesan percaya diri yang muncul dari bahasa tubuh tidak selalu menggambarkan emosi seseorang yang sebenarnya. 

Ada orang yang bisa kelihatan tenang meski sedang gugup, dan ada pula yang berjalan cepat karena memang merasa betah dengan ritme tersebut. 

4. Jalan Terburu-buru Berorientasi pada Tujuan

Jalan terburu-buru berorientasi pada tujuan/ Foto: Magnific.com/yanalya

Beauties mungkin pernah melihat orang yang berjalan cepat dengan cara tegas, seolah sudah tahu persis ke mana mesti pergi. Mereka tampak cepat bergeser dari satu tempat ke tempat lain dan tidak mau membuang banyak waktu. 

Menurut Kimberly Friedmutter, corak berjalan yang cepat dan tersentak-sentak dapat menggambarkan seseorang yang berorientasi pada tujuan, terbiasa bekerja dengan ritme tinggi maupun memiliki agenda padat. 

Namun, berjalan terburu-buru tidak otomatis berarti seseorang termasuk jenis yang produktif. Untuk menilai hal tersebut, Anda perlu melihat sepertiapa ia mengatur prioritas serta menyelesaikan pekerjaannya, bukan cuma dari metode berjalan semata. 

5. Jalan dengan Bahu Bungkuk Berkaitan dengan Kondisi Emosional

Jalan dengan bahu bungkuk/ Foto: Magnific.com/serhii_bobyk

Bahasa tubuh dapat berubah mengikuti kondisi jasmani dan emosi seseorang. Ketika sedang capek maupun menghadapi hari yang berat, seseorang mungkin berjalan dengan imam sedikit menunduk dan bahu cenderung ke depan. 

Terapis Providence Hogan mengaitkan postur bahu yang terdorong ke depan dengan kemungkinan seseorang sedang berupaya melindungi diri secara emosional, meskipun interpretasi seperti ini tidak bisa diterapkan kepada semua orang.

Sebab, postur membungkuk sebenarnya juga dapat disebabkan oleh kebiasaan duduk, masalah postur, nyeri, maupun kondisi kesehatan tertentu. Jika Beauties melihat orang terdekat tampak berbeda dari biasanya, mendekatinya dengan empati dan menanyakan kabarnya secara baik-baik tentu lebih membantu daripada langsung menebak apa yang sedang ia rasakan.

Jadi, itulah jenis kepribadian berdasarkan metode berjalan. Kalau Beauties perhatikan metode berjalan sehari-hari, Anda termasuk jenis yang mana nih dan apakah analisis di atas benar sesuai dengan kepribadianmu?

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads