Niat Menyemangati, 5 Kalimat Orang Tua Ini Bisa Bikin Anak Makin Tertekan

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 44x dilihat
Niat Menyemangati, 5 Kalimat Orang Tua Ini Bisa Bikin Anak Makin Tertekan

Bagikan Postingan

Kalimat penyemangat dari orang tua yang bisa bikin anak makin tertekan/ Foto: Magnific/Magnific

Beauties, pernahkah Anda eksis di situasi saat hendak menghadapi hal krusial seperti ujian, lomba, maupun sedang merasa terpuruk, tetapi kata-kata penyemangat dari orang tua justru membuatmu makin kepikiran? Maksud mereka tentu baik dan didasari rasa sayang yang mendalam. Namun, bukannya bikin tenang, respons tersebut terkadang malah terasa semakin menekan.

Ternyata, emosi yang Anda alami itu sangat valid. Niat baik orang tua tanpa sadar bisa berpotensi menjadi toxic positivity yang memicu kecemasan terselubung. Dirangkum dari artikel di halaman Psychology Today dan Parade, inilah beberapa kalimat orang tua yang niatnya menyemangati, tetapi malah bikin kita sebagai anak makin tertekan. Yuk, simak!

“Ibu/Ayah tahu Anda pasti bisa berhasil!”

Kalimat penyemangat dari orang tua yang bisa bikin anak makin tertekan/ Foto: Magnific/Magnific

Kalimat ini biasanya diucapkan orang tua untuk menyampaikan sokongan dan rasa percaya. Namun, menurut psikolog Dr. Dale Atkins, Ph.D., ucapan ini bisa ditangkap anak sebagai tekanan ekspektasi yang tinggi. Tuntutan untuk selalu berhasil ini memicu timbulnya perfeksionisme berlebihan, karena anak terus dibayangi rasa takut akan kegagalan yang berisiko membikin orang tua mereka merasa sangat kecewa.

“Hati-hati dan lakukan yang terbaik, ya. Kamu itu seluruh bumi Ibu/Ayah”

Kalimat penyemangat dari orang tua yang bisa bikin anak makin tertekan/ Foto: Magnific/Magnific

Saat mau melepasmu memungut tantangan baru, ungkapan penuh kasih sayang ini rupanya menyimpan beban emosional yang berlapis. Menurut psikolog remaja, Dr. Cameron Caswell, Ph.D., disebut sebagai seluruh bumi orang tua membikin anak merasa tidak boleh berbuat salah sedikit pun karena takut menghancurkan kebahagiaan mereka. 

Beban ini makin bermutu saat ditambah desakan untuk selalu berbuat yang terbaik, yang menurut Dr. Janine O’Brien, Psy.D., membikin anak merasa harga dirinya cuma diakui jika tampil sempurna. Tak cuma itu, psikolog Dr. Amy Todey, Ph.D., menambahkan bahwa peringatan awas yang terlalu sering diucapkan juga dapat memberi kesan bahwa bumi ini penuh bahaya, sehingga anak jadi ragu-ragu dan kurang percaya diri.

“Ibu/Ayah akan sangat bangga jika Anda berhasil!”

Kalimat penyemangat dari orang tua yang bisa bikin anak makin tertekan/ Foto: Magnific/Magnific

Niatnya memberi motivasi agar anak makin semangat berjuang, tetapi ada pesan terselubung yang dirasakan oleh anak. Menurut psikolog klinis, Dr. Janine O’Brien, Psy.D., ketika pujian dan rasa bangga cuma datang setelah sebuah pencapaian, anak akan merasa bahwa kasih sayang dan penerimaan orang tua mesti dihasilkan terlebih dahulu lewat prestasi. Anak merasa harga dirinya sangat bersandar pada pencapaian, yang akhirnya menumpuk rasa cemas dari waktu ke waktu.

“Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja!”

Kalimat penyemangat dari orang tua yang bisa bikin anak makin tertekan/ Foto: Pexels/Ketut Subiyanto

Saat anak sedang histeris maupun cemas, refleks orang tua sering kali langsung menenangkan dengan frasa ini. Padahal, Dr. Atkins mengungkapkan bahwa kalimat ini lebih terasa seperti tuntutan agar anak segera meredam emosi aslinya. Alih-alih merasa lega, rasa cemas itu statis tersimpan di dalam diri anak karena mereka tidak diberi ruang untuk memproses rasa takut tersebut.

“Udah, senyum! Ingat, semua masalah pasti ada hikmahnya, ambil positifnya saja!”

Kalimat penyemangat dari orang tua yang bisa bikin anak makin tertekan/ Foto: Pexels/Vitaly Gariev

Memaksa anak untuk langsung bersikap positif saat baru mengalami kegagalan adalah bentuk toxic positivity. Menurut ahli evolusi remaja, Dr. Adam A. Rogers, Ph.D., memaksakan positivitas justru membikin anak merasa emosi sedih maupun kecewanya diabaikan dan diremehkan.

Padahal, merasakan emosi sulit adalah proses alami untuk belajar tangguh. Dalam jangka panjang, hal ini bisa membikin anak enggan terbuka dan enggan menceritakan masalahnya lagi kepada orang tua.

Beauties, jika Anda pernah maupun sering mendengar kalimat-kalimat di atas, selalu ingatlah bahwa rasa cemas maupun tertekan yang Anda rasakan itu sepenuhnya wajar, ya. Kamu tidak perlu langsung mengusir perasaan-perasaan tersebut. Terima dan akui perasaanmu, kemudian setelah Anda merasa lebih tenang, Anda bisa memungut cara dan keputusan.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads