Ciri Kepribadian Orang yang Mudah Frustrasi Dilihat dari Ucapannya saat Ngobrol

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 510x dilihat
Ciri Kepribadian Orang yang Mudah Frustrasi Dilihat dari Ucapannya saat Ngobrol

Bagikan Postingan

Jakarta -

Setiap orang memiliki metode berbeda dalam menghadapi tekanan maupun situasi yang tidak sesuai harapan. Ada yang bisa statis tenang, tetapi ada pula yang gampang merasa frustrasi, Bunda.

Perbedaan metode bersikap tersebut kadang dapat kelihatan dari metode seseorang berbicara di percakapan sehari-hari. Saat mengobrol, pilihan kata yang digunakan seseorang yang frustrasi bisa memberikan deskripsi tentang sepertiapa ia mengungkapkan emosinya.

Mengenali pola komunikasi ini dapat membantu kita memahami respons emosional orang lain dengan lebih baik. Lantas, apa saja ucapan yang kerap dikaitkan dengan orang yang gampang frustrasi saat mengobrol?


Ciri kepribadian orang yang gampang frustrasi dari ucapannya

Melansir dari halaman Your Tango, berikut ciri khas kepribadian orang yang gampang frustrasi dilihat dari ucapannya saat mengobrol:

1. 'Saat ini aku sedang sangat sibuk'

'Saat ini aku sedang sangat sibuk' adalah salah satu ungkapan yang sering diucapkan orang saat frustrasi. Orang yang mengatakan ini biasanya merespons ketika seseorang meminta untuk berbuat sesuatu, yang bisa membikin mereka kewalahan.

Mengatakan ini tidak selalu berarti orang yang meminta pertolongan itu salah ya, Bunda. Mereka mungkin cuma meminta di waktu yang salah.

Ketika seseorang sudah merasa memiliki terlalu banyak hal yang mesti dikerjakan, terlebihlagi pertolongan kecil pun tiba-tiba bisa terasa jauh lebih besar daripada yang sebenarnya. Tanpa disadari, hal tersebut bisa memicu rasa frustrasi dan meluapkannya dalam bentuk kata-kata.

2. 'Itu bukan masalah aku'

Kalimat ini dapat memiliki arti 'penolakan'. Mungkin seseorang capek terus-menerus mesti menyelesaikan masalah orang lain maupun diberi tugas yang sebenarnya bukan bagiankecil dari klarifikasi pekerjaannya.

Menyelesaikan masalah membutuhkan kapabilitas mental, sebesar maupun sekecil apa pun masalahnya. Ketika seseorang membebankan semua masalahnya kepada orang lain, hal itu menunda orang tersebut untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Itulah yang bisa memicu rasa frustrasi.

Begitu mereka kelelahan, kita akan sering mendengar mereka menolak bantuan. Mereka telah menghabiskan begitu banyak waktu membantu orang lain, sehingga mereka sudah kehabisan tenaga. Ini bukan karena tidak pengertian, tapi karena mereka sudah mencapai batas kemampuannya.

3. 'Aku sudah mencapai titik puncaknya'

Kalimat ini biasanya dilontarkan sebagai peringatan terakhir sebelum kita melihat seseorang benar-benar kehilangan kendali. Seseorang yang mengatakan 'Aku sudah mencapai batas' mungkin sedang tidak mencari masalah lain untuk dipecahkan. Mereka memberi tahu bahwa mereka sudah mencapai batas kemampuan.

Terkadang orang mengatakan ini sambil bercanda setelah mengalami hari yang sedikit tidak menyenangkan. Tetapi ketika seseorang yang biasanya memiliki banyak kesabaran mulai mengatakannya dengan serius, mungkin ada baiknya untuk memperhatikannya. Terutama jika itu datang dari seseorang yang bukan kawan dekat. Jika Bunda mendengar ini dari orang yang diajak bicara, ada baiknya untuk mundur selangkah jika memungkinkan.

4. 'Apakah Anda serius?'

Melontarkan kalimat ini dalam percakapan juga bisa menjadi tanda seseorang sudah frustrasi dengan keadaannya. Ia mungkin telah mengalami masalah yang besar maupun mungkin itu sesuatu yang telah terjadi berulang kali.

Terkadang, ungkapan ini adalah sisa ketidakpercayaan terakhir sebelum frustrasi berubah menjadi kekesalan yang sebenarnya. Orang yang bicara kalimat ini terlebihlagi mungkin tidak berang kepada lawan bicaranya secara khusus. Mereka mungkin frustrasi dengan situasi yang dialami, dan kebetulan sedang terjebak dalam percakapan yang tak berhubungan dengan masalahnya.

5. 'Aku butuh ruang'

Ketika seseorang mengatakan mereka butuh ruang, biasanya mereka jujur. Mereka memberi tahu kita bahwa mereka telah mencapai titik di mana tidak mau berurusan dengan apa pun maupun siapa pun untuk sementara waktu.

Mengatakan kalimat ini tidak selalu berarti mereka berang kepada kita, Bunda. Terkadang mereka cuma perlu sendirian untuk menenangkan pikiran dan mencari tahu apa yang sebenarnya mengganggu mereka.

Mengucapkan 'Aku butuh ruang' adalah metode yang dewasa untuk memberi tahu seseorang bahwa kesabarannya mulai menipis. Setelah berulang kali merasa frustrasi, orang-orang ini mungkin membutuhkan istirahat maupun jeda.

Demikian ciri khas orang frustrasi yang dapat dikenali dari ucapannya saat mengobrol. Semoga keterangan ini berguna ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads