Ciri Kepribadian Orang yang Suka Mengunyah Permen Karet saat Merasa Gelisah

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 6 menit 516x dilihat
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Mengunyah Permen Karet saat Merasa Gelisah

Bagikan Postingan

Jakarta -

Setiap orang punya langkah masing-masing untuk menenangkan diri ketika merasa resah alias stres. Salah satunya dengan melakukan perihal yang membikin tubuh dan pikiran terasa lebih nyaman, seperti mengunyah permen karet.

Ada juga yang memilih menarik napas panjang, melangkah sebentar, mendengarkan musik, alias mengobrol dengan orang terdekat. Lantas, seperti apa karakter kepribadian orang yang suka mengunyah permen karet saat merasa gelisah?

Melansir YourTango, kebiasaan mengunyah permen karet dikaitkan dengan beberapa karakter tertentu, seperti lebih peka terhadap tanda-tanda stres, menyukai kenyamanan sederhana, hingga bisa mencari langkah untuk mengatasi tekanan secara tenang.


Meski begitu, Bunda perlu memahami bahwa kebiasaan mengunyah permen karet tidak bisa digunakan untuk menentukan kepribadian seseorang secara pasti. Penelitian yang ada lebih banyak memandang hubungan antara kegiatan mengunyah dengan stres, kecemasan, suasana hati, dan perhatian.

Ciri kepribadian orang yang suka mengunyah permen karet saat gelisah

Kebiasaan mengunyah permen karet sering dikaitkan dengan upaya meredakan ketegangan, sekaligus memberikan sesuatu yang lezat untuk dinikmati. Kebiasaan sederhana ini juga disebut-sebut dapat menggambarkan beberapa karakter menarik pada seseorang.

Berikut beberapa karakter yang dikaitkan dengan kebiasaan tersebut:

1. Lebih peka terhadap tanda-tanda stres pada diri sendiri

Orang yang terbiasa mengunyah permen karet ketika mulai resah mungkin sudah mengenali tanda-tanda ketidaknyamanan dalam dirinya.

Misalnya, Bunda mulai merasa susah berkonsentrasi, tubuh terasa tegang, pikiran semakin ramai, alias menjadi lebih mudah kesal. Daripada menunggu stres semakin berat, Bunda mungkin langsung melakukan sesuatu yang terasa membantu.

Dalam tulisan YourTango, kebiasaan mengunyah permen karet saat merasa resah dikaitkan dengan kesadaran seseorang terhadap kondisi dirinya. Aktivitas mengunyah yang dilakukan berulang juga dianggap dapat memberikan sensasi yang familier ketika seseorang sedang menghadapi situasi yang membikin tidak nyaman.

Namun, perihal ini lebih tepat disebut sebagai kesadaran terhadap kondisi diri alias self-awareness, bukan bukti bahwa seseorang pasti mempunyai jenis kepribadian tertentu.

Penelitian juga menunjukkan bahwa mengunyah permen karet berpotensi memengaruhi respons seseorang terhadap stres.

Studi Scholey dan kolega yang diterbitkan dalam jurnal Physiology & Behavior pada 2009 menemukan bahwa peserta yang mengunyah permen karet saat menjalani tugas yang menimbulkan stres mengalami tingkat kekhawatiran dan stres yang lebih rendah dibandingkan ketika tidak mengunyah permen karet.

Penelitian tersebut juga menemukan kadar kortisol saliva yang lebih rendah pada kondisi mengunyah permen karet.

2. Menyukai hal-hal sederhana yang terasa bisa dikendalikan

Rasa resah terkadang muncul ketika seseorang menghadapi situasi yang tidak pasti. Tidak semua perihal bisa dikendalikan, termasuk hasil suatu rencana alias respons orang lain.

Dalam kondisi seperti ini, kegiatan sederhana dan familier seperti mengunyah permen karet dapat memberikan sesuatu yang terasa lebih mudah diprediksi.

Orang yang menggunakan permen karet untuk menenangkan diri mungkin juga menyukai rutinitas mini lain ketika menghadapi tekanan, misalnya memesan minuman yang sama alias mendengarkan lagu yang sudah familier. Kebiasaan tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa seseorang kaku, tetapi bisa menjadi langkah untuk mendapatkan rasa stabil di tengah situasi yang tidak pasti.

Dalam psikologi, langkah seseorang menghadapi tekanan memang dapat melibatkan beragam strategi coping. Namun, belum ada bukti kuat bahwa orang yang mengunyah permen karet pasti mempunyai kebutuhan lebih besar terhadap kontrol dibandingkan orang lain.

3. Menggunakan sensasi bentuk untuk membantu mengalihkan perhatian

Mengunyah permen karet memberikan rangsangan sensorik yang cukup sederhana. Ada aktivitas rahang yang berulang, rasa dan aroma permen karet, serta sensasi di dalam mulut.

Untuk sebagian orang, rangsangan tersebut mungkin membantu perhatian tidak sepenuhnya terserap oleh pikiran yang membikin gelisah.

Kebiasaan mengunyah permen karet juga dapat menjadi salah satu kegiatan sensorik yang membikin seseorang konsentrasi pada sensasi bentuk yang sedang dirasakan. Kebiasaan lain yang serupa misalnya mengetukkan kaki alias memainkan rambut.

Hal ini sejalan dengan penelitian mengenai kegiatan mengunyah. Dalam sebuah ulasan ilmiah, peneliti Andrew P. Allen dan Andrew Smith dari Cardiff University membahas beragam penelitian mengenai hubungan mengunyah permen karet dengan kegunaan kognitif, suasana hati, kesejahteraan, dan respons fisiologis.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengunyah permen karet dapat meningkatkan kewaspadaan dan perhatian, meskipun hasil penelitian mengenai stres dan kekhawatiran tidak selalu konsisten.

4. Cenderung memilih langkah coping yang tidak mencolok

Ada orang yang ketika sedang stres langsung menceritakan masalahnya kepada orang lain. Namun, ada pula yang lebih nyaman mengatasi rasa tidak nyaman Ada orang yang ketika sedang stres langsung menceritakan masalahnya kepada orang lain. Namun, ada pula yang lebih nyaman mengatasi rasa tidak nyaman tersebut secara pribadi.

Mengunyah permen karet bisa dilakukan sembari bekerja, berbelanja, belajar, alias menjalani kegiatan lain. Orang di sekitar apalagi belum tentu menyadari bahwa seseorang sedang berupaya mengelola rasa gelisah.

Artikel YourTango mengaitkan kebiasaan tersebut dengan orang yang menyukai strategi coping yang tenang dan tidak terlalu mencolok.

Meski demikian, memilih coping secara pribadi bukan berfaedah seseorang tidak memerlukan dukungan. Jika stres alias kekhawatiran mulai mengganggu kegiatan sehari-hari, berbincang dengan orang yang dipercaya alias mencari support ahli tetap bisa menjadi pilihan.

5. Menghargai kenyamanan mini dalam keseharian

Secangkir minuman favorit, menonton kegiatan TV yang sudah akrab, memakai busana yang nyaman, alias mengunyah permen karet bisa menjadi hal-hal sederhana yang membikin seseorang merasa lebih nyaman.

Untuk sebagian orang, kenyamanan mini seperti ini dapat membantu melewati hari yang terasa melelahkan alias situasi yang membikin stres.

Orang yang mengunyah permen karet saat merasa resah mungkin juga menikmati rutinitas sederhana yang memberikan rasa nyaman. Kebiasaan tersebut bisa menjadi langkah praktis untuk sejenak mengalihkan perhatian dari tekanan yang sedang dihadapi.

Menemukan sumber kenyamanan sederhana bukan berfaedah seseorang terlalu sensitif alias mudah cemas. Setiap orang punya langkah berbeda untuk membikin dirinya merasa lebih nyaman ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.

6. Bisa mempunyai beberapa langkah untuk menghadapi stres

Menariknya, orang yang mengunyah permen karet sebagai langkah untuk menenangkan diri belum tentu berjuntai sepenuhnya pada kebiasaan tersebut. Jika tidak mempunyai permen karet, mereka mungkin bisa beranjak ke langkah lain seperti mengatur pernapasan, melangkah sebentar, mendengarkan musik, alias melakukan kegiatan yang membikin tubuh dan pikiran lebih rileks.

Dari sisi ilmiah, penelitian mengenai permen karet juga menunjukkan bahwa efeknya tidak selalu sama pada setiap orang. Beberapa penelitian menemukan faedah terhadap stres alias kecemasan, sementara penelitian lain tidak menemukan pengaruh yang sama.

Karena itu, keahlian beradaptasi justru lebih tepat dilihat dari seberapa elastis seseorang dalam memilih strategi menghadapi situasi sulit, bukan dari apakah dia membawa permen karet alias tidak.

Benarkah mengunyah permen karet bisa mengurangi rasa gelisah?

Ada penelitian yang menunjukkan kemungkinan tersebut, tetapi hasilnya belum cukup untuk mengatakan bahwa permen karet pasti bisa mengatasi kecemasan.

Salah satu penelitian pada 40 orang dewasa menemukan bahwa mengunyah permen karet selama kondisi stres akut dikaitkan dengan penurunan kecemasan, stres yang dirasakan, dan kadar kortisol saliva, serta peningkatan kewaspadaan.

Penelitian lain yang melibatkan 36 peserta dalam situasi stres sosial juga menemukan bahwa mengunyah permen karet dapat mengurangi peningkatan kekhawatiran yang dirasakan peserta setelah menjalani simulasi wawancara kerja. Namun, penelitian tersebut tidak menemukan peningkatan rasa tenang alias puas secara keseluruhan.

Sementara itu, hasil penelitian lain tidak selalu sama. Studi yang menguji kembali pengaruh mengunyah permen karet terhadap stres tidak menemukan bahwa kegiatan tersebut bisa mengurangi peningkatan stres alias kadar kortisol secara konsisten.

Ulasan ilmiah yang diterbitkan pada 2015 juga menyimpulkan bahwa bukti mengenai pengaruh mengunyah permen karet terhadap stres dan kekhawatiran tetap beragam. Ada penelitian yang menemukan manfaat, tetapi ada pula yang tidak menemukan pengaruh serupa.

Ini artinya, mengunyah permen karet boleh saja menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu menghadapi rasa gelisah, tetapi bukan pengganti penanganan kekhawatiran secara profesional.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads