Jakarta -
Di era digital, media sosial (medsos) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang menggunakan media sosial sebagai sarana untuk berbagi informasi hingga membangun relasi.
Tak sedikit orang memanfaatkan media sosial untuk mem-posting kehidupan pribadinya, Bunda. Tetapi, ada juga yang lebih memilih untuk tidak membagikan apa pun di media sosial. Orang-orang ini tidak suka berbagi di medsos karena urusan privasi.
Seseorang yang tidak suka mem-posting kehidupan pribadi di media sosial biasanya mempunyai karakter kepribadian yang khas. Simak karakter kepribadiannya berikut ini ya, Bunda!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ciri kepribadian orang yang tidak pernah posting di medsos
Dikutip dari Your Tango, berikut tujuh karakter kepribadian orang yang suka dan tidak pernah posting kehidupan pribadi di media sosial:
1. Memiliki batas diri yang kuat
Orang-orang yang tidak pernah mem-posting kehidupan pribadi mempunyai kesadaran diri untuk menetapkan batasan. Mereka biasanya cukup pandai secara emosional dan percaya diri untuk tetap berpegang pada batas tersebut.
Menetapkan batas dengan media sosial, seperti memblokir akun yang tidak berfaedah alias menjaga privasi perincian pribadi, mungkin tidak selalu mudah. Tetapi, perihal tersebut dapat membangun hubungan yang lebih sehat dengan ponsel dan apalagi melindungi kesehatan mental seseorang.
2. Seorang ahli filsafat yang mendalam
Penelitian yang diterbitkan di Brain Sciences mengatakan bahwa berada di media sosial dan terus-menerus terlibat dengan utusan daring bisa berakibat negatif pada proses kognitif dan pemikiran kritis. Itulah kenapa orang yang tidak pernah mem-posting kehidupan pribadi mereka di media sosial biasanya dikenal sebagai ahli filsafat mendalam.
Mereka menetapkan batas yang melindungi pikiran dan otak dari kelebihan beban yang terus-menerus. Saat mereka berkumpul dengan orang terdekat, mereka bakal menciptakan kegemaran di luar jaringan internet yang betul-betul menambah nilai bagi kehidupan, baik secara sosial maupun internal.
3. Tidak suka kehidupan penuh drama
Orang-orang yang tidak pernah mengunggah kehidupan pribadi di media sosial biasanya adalah pribadi yang tidak suka drama. Mereka tidak mau mencari pengesahan dan perhatian dari unggahan lantaran menghindari drama yang tak penting.
Orang-orang ini biasanya tidak tertekan untuk kembali ke media sosial hanya lantaran mau mencari kepuasan. Mereka mempunyai batas yang melindungi dari pengaruh emosi negatif.
4. Memiliki disiplin diri yang baik
Penelitian yang diterbitkan di PLOS One tahun 2021 mengungkap bahwa orang-orang dengan kontrol diri dan disiplin yang jelek di media sosial condong mengalami penurunan kepuasan hidup dan kesadaran diri dalam rutinitas sehari-hari. Orang-orang ini juga sering kali merusak identitas dan gambaran diri mereka sendiri.
Sebaliknya, mereka yang tidak pernah mem-posting kehidupan pribadi di medsos bakal mempunyai kedisiplinan diri yang baik. Mereka tidak takut untuk menjauh dari keramaian demi kesejahteraan dan identitas mereka sendiri.
5. Otentik dan tidak suka kepalsuan
Pada dasarnya, orang yang mempunyai batas di media sosial adalah pribadi yang otentik. Mereka menciptakan style hidup yang sesuai dengan diri mereka sendiri, bukan berasas pengguna medsos alias hubungan secara online.
Menurut ulasan studi di Computers in Human Behavior, orang yang menganggap diri mereka otentik di media sosial bakal mengalami kepuasan hidup, kesehatan mental, dan gambaran diri yang lebih baik.
6. Cerdas dan bisa mengendalikan emosi
Mereka yang tidak pernah membagikan kehidupan pribadi di media sosial biasanya mempunyai kepintaran emosional yang tinggi, Bunda. Pasalnya, dibutuhkan kesadaran diri dan pengaturan diri yang besar untuk menghindari tekanan berinteraksi dan mem-posting secara online.
Orang-orang ini tidak mencari pengesahan dengan mem-posting untuk orang lain secara online. Tapi, mereka tetap bisa berempati dengan langkah yang hanya dapat dimiliki oleh orang-orang yang mempunyai batas kuat dengan media sosial.
7. Merasa percaya dengan identitas diri sendiri
Orang yang tidak pernah mengunggah kehidupan pribadi mereka di media sosial juga condong tidak terjebak dalam budaya perbandingan. Mereka tidak membandingkan kehidupan yang dijalani dengan postingan orang lain yang telah diedit secara online. Mereka terlalu sibuk menjalani hidup untuk mencapai kebahagiaan.
Sebaliknya, bagi orang yang condong membandingkan diri mereka dengan orang lain, kebiasaan media sosial dan depresi menjadi saling terkait. Mereka mungkin merasa kehilangan identitas lantaran terlalu sering membandingkan dirinya dengan orang lain.
Demikian 7 karakter kepribadian orang yang tidak pernah posting di media sosial.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·