Bunda mungkin sering mendengar jika orang yang terlihat malas dianggap kurang pandai alias kurang berusaha. Padahal, tidak semua penilaian dari luar itu betul begitu saja.
Di sekitar kita, orang sukses kerap digambarkan sebagai sosok yang selalu aktif dan sibuk tanpa henti. Dari situ, ada dugaan jika orang yang malas pasti berlawanan dengan kecerdasan.
Tapi menariknya, ada penelitian yang memandang perihal ini dari perspektif pandang berbeda, Bunda. Hasilnya menunjukkan bahwa apa yang disebut "malas" ini justru berangkaian dengan orang yang mempunyai Intelligence Quotient (IQ) tinggi.
Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Penelitian ungkap karakter orang dengan IQ tinggi tapi malas
Melansir dari laman CNBC Make It, sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Health Psychology menemukan adanya perbedaan menarik mengenai tingkat kegiatan dan kepintaran seseorang.
Dari temuan ini, terdapat karakter orang dengan IQ tinggi tetapi terlihat malas dalam keseharian mereka. Berikut ini penjelasan selengkapnya:
1. Mereka lebih suka berpikir daripada kegiatan fisik
Dalam temuan tersebut, rata-rata orang yang kurang aktif secara bentuk justru condong mempunyai tingkat kepintaran yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang lebih aktif.
Para peneliti kemudian menjelaskan kondisi ini dengan istilah yang lebih ilmiah, ialah "kebutuhan bakal kognisi". Istilah ini untuk menggambarkan langkah berpikir seseorang yang lebih banyak mengandalkan proses mental dibanding kegiatan fisik.
Orang dengan kecenderungan ini lebih suka berpikir dan mencari penjelasan yang terstruktur dalam memandang beragam hal. Mereka juga condong menikmati kegiatan yang menantang pikiran seperti memecahkan teka-teki alias berdebat.
Mengutip dari laman The Independent, dari penelitian yang sama, para peneliti menilai bahwa salah satu kekurangan dari orang yang lebih pandai namun terlihat kurang aktif adalah akibat dari style hidup yang minim gerak.
Hal ini pun disebut bisa berpengaruh pada kesehatan mereka jika tidak diimbangi dengan kegiatan bentuk yang cukup. Peneliti pun menyarankan agar siapa pun, termasuk yang kurang aktif, tetap berupaya menjaga keseimbangan kegiatan keseharian.
Tujuannya agar kondisi tubuh tetap sehat meskipun lebih banyak menggunakan keahlian berpikir, Bunda.
2. Mereka susah merasa bosan
Dalam penelitian yang sama, ialah dalam Journal of Health Psychology, para peneliti menggunakan kuesioner untuk memandang "kebutuhan bakal kognisi". Sebanyak 60 peserta dibagi menjadi dua kelompok, ialah "pemikir" dan "bukan pemikir" berasas jawaban survei mereka.
Setelah itu, semua peserta diminta memakai pencari kegiatan selama tujuh hari. Dari situ, peneliti bisa memandang kebiasaan harian mereka secara lebih jelas.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang dengan IQ tinggi condong lebih susah merasa bosan. Oleh lantaran itu, mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk berpikir dan condong kurang aktif secara fisik.
Sementara itu, golongan yang lebih aktif justru lebih sigap merasa jenuh saat kudu duduk tak bersuara dan tidak melakukan apa-apa. Mereka condong memilih kegiatan yang membikin tubuh tetap bergerak, seperti olahraga alias kegiatan bentuk lainnya.
Apakah orang malas betul lebih pandai dan sukses?
Anggapan bahwa orang malas lebih pandai dan lebih sukses memang terdengar kurang masuk logika ya, Bunda. Namun, sebagian perihal ini sebenarnya berangkaian dengan langkah kita memaknai "malas" itu sendiri dalam keseharian.
Bisa saja, apa yang kita sebut malas sebenarnya bukan betul-betul malas, melainkan langkah seseorang bekerja alias berpikir dengan lebih efisien. Jadi, tidak selalu berfaedah mereka tidak mau berusaha.
Seorang tokoh upaya sekaligus penulis asal Amerika Serikat, Bill Gates, mengatakan bahwa dia condong memilih orang yang terlihat malas untuk mengerjakan tugas yang sulit.
Karena menurutnya, mereka bakal mencari langkah yang lebih mudah dan efisien untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
"Saya selalu memilih orang yang malas untuk melakukan pekerjaan yang sulit, lantaran orang yang malas bakal menemukan langkah mudah untuk melakukannya," ungkapnya.
Lebih lanjut, banyak orang yang suka berpikir kritis biasanya tidak suka melakukan perihal yang sia-sia, Bunda. Mereka lebih memilih langkah kerja yang efisien dan langsung pada tujuan.
Karena itulah, orang yang terlihat "malas" justru bisa saja punya langkah berpikir yang lebih strategis, Bunda. Mereka bisa menemukan langkah cepat, menghemat waktu, dan memberi ide-ide baru yang bermanfaat.
Demikian ulasan mengenai karakter orang dengan IQ tinggi tapi terlihat malas menurut penelitian. Semoga informasinya dapat menambah wawasan baru ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·