Jakarta -
Kalimat yang menjadi karakter orang sedang mencari perhatian di media sosial biasanya ditulis dengan nada samar, menggantung, dan membikin orang lain penasaran. Unggahan seperti ini sering memancang pertanyaan maupun komentar warganet.
Fenomena tersebut dikenal dengan istilah vaguebooking. Ini digunakan untuk menggambarkan kebiasaan seseorang membikin postingan ambigu tanpa menjelaskan maksudnya secara langsung.
Lantaran isi unggahannya tidak jelas, orang-orang yang memandang biasanya terdorong untuk mencari tahu lebih lanjut dengan bertanya alias menghubungi pengunggahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak heran, perilaku ini kerap dianggap sebagai salah satu langkah untuk menarik perhatian publik di media sosial. Lantas, kalimat apa saja yang sering mereka gunakan?
Dilansir dari laman Parade, berikut beberapa kalimat yang dapat Bunda kenali dari orang yang sedang mencari perhatian di media sosial:
1. “Butuh doa! Aku tidak bisa memberitahumu apa yang sedang terjadi, tapi tolong doakan aku”
Seperti yang mungkin Bunda rasakan sendiri, pernyataan ini membangkitkan simpati dan rasa mau tahu. Jelas sekali ini adalah upaya mencari perhatian tanpa memberikan banyak informasi.
Pembaca dibiarkan bertanya-tanya apa yang salah, menginginkan info lebih lanjut, dan lantaran itu memulai komunikasi dengan pengunggah.
2. “Ini sudah terlalu banyak. Aku tidak tahan lagi”
Dengan susunan kata seperti ini, krusial untuk bertanya apakah orang tersebut berencana untuk melukai diri sendiri secara tertulis, alias lebih jelek lagi.
Mereka menggunakan postingan untuk membantu mengatasi masalah, tetapi mereka tidak menyadari gimana postingan itu terlihat dan dirasakan oleh orang lain.
3. “Sejujurnya, saya kehabisan kata-kata saat ini. Saya betul-betul tidak tahu apa yang bakal saya lakukan”
Merasa penasaran, khawatir, dan ada urgensi itu normal dengan unggahan seperti ini. Mereka mungkin memerlukan perhatian orang lain.
Mereka mencari pernyataan seperti, ‘Ada apa?’, ‘Ya Tuhan, apakah Anda baik-baik saja?’, dan ‘Bisakah saya membantu?’ yang dapat membikin penulis merasa dicintai dan diperhatikan.
4. “Wow. Kukira orang-orang ini temanku”
Mungkin Bunda membaca unggahan ini setelah berbeda dengan kawan yang mengunggahnya, alias apalagi ketika mengira semuanya baik-baik saja. Terlepas dari itu, kalimat seperti ini dapat membikin pembaca merasa tidak nyaman, penasaran, dan bersalah.
5. “Berusaha tetap tenang. Aku sangat berambisi ini segera berlalu”
Ketika orang memposting sesuatu seperti ini, mereka mencari simpati dan perhatian cepat. Hal itu membikin pembaca penasaran dan mungkin takut bahwa ada sesuatu yang salah dengan penulisnya, yang dapat memicu perilaku mencari perhatian.
6. “Aku tidak pernah menyangka hari ini bakal datang”
Bunda mungkin memandang kalimat ini sebagai keterangan foto-foto kebahagiaan. Namun, tanpa konteks ini bisa menjadi contoh vaguebooking.
7. “Sudah selesai. Aku sama sekali tidak menyangka ini”
Mengunggah konten yang ambigu dan berpotensi mengkhawatirkan seperti itu tidak hanya bakal menarik perhatian orang lain, tetapi juga sedikit menghindari konflik.
Jelas ada sesuatu yang terjadi dalam kehidupan penulis, tetapi mereka tidak mau membicarakannya, sehingga menciptakan lebih banyak misteri yang bikin para pengguna akun lainnya penasaran.
Nah, itulah beberapa kalimat yang mungkin sering digunakan orang yang sedang mencari perhatian di media sosial. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·