Bunda mau mencoba punya kebun sayur sendiri di rumah? Coba deh pakai botol jejak untuk membikin tanaman hidroponik.
Berkebun tidak lagi identik dengan lahan luas dan tanah yang subur. Kini siapa saja bisa menanam beragam jenis sayuran di rumah meski hanya mempunyai ruang terbatas.
Salah satu metode yang semakin banyak dipilih adalah hidroponik, ialah teknik bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Selain praktis, hidroponik juga dapat dilakukan dengan biaya yang sangat terjangkau.
Bunda bisa memanfaatkan botol plastik jejak sebagai media tanam. Cara ini tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tapi juga memungkinkan family memanen sayuran sendiri sehingga dapat menghemat pengeluaran shopping dapur.
Mengapa hidroponik cocok untuk lahan sempit?
Mengutip situs resmi Dinas Lingkungan Hidup Buleleng, hidroponik menjadi solusi bagi masyarakat yang tinggal di area perkotaan alias mempunyai laman terbatas. Tanaman memperoleh nutrisi dari air yang telah dicampur pupuk sehingga tidak memerlukan media tanah dalam jumlah besar.
Selain irit tempat, sistem ini juga relatif mudah dirawat. Berbagai jenis sayuran seperti selada, kangkung, sawi, hingga pakcoy dapat tumbuh dengan baik menggunakan teknik hidroponik sederhana di rumah.
Manfaat mengolah botol jejak plastik
Botol air minum yang biasanya berhujung di tempat sampah rupanya bisa disulap menjadi wadah tanam yang fungsional. Penggunaan botol jejak membantu mengurangi limbah plastik sekaligus memberi nilai guna baru pada peralatan yang sudah tidak terpakai.
Dengan memanfaatkan peralatan yang ada di rumah, biaya pembuatan instalasi hidroponik juga menjadi jauh lebih murah. Bahkan pemula dapat mulai menanam tanpa perlu membeli peralatan unik yang mahal.
Cara membikin tanaman hidroponik dari botol bekas
Berikut langkah memanfaatkan botol plastik sebagai tanaman hidroponik.
1. Siapkan perangkat dan bahan
Sebelum memulai, siapkan botol plastik jejak yang tetap layak pakai. Selain itu, diperlukan kain jejak alias sumbu sebagai penghantar air menuju akar tanaman.
Jangan lupa menyiapkan media tanam seperti kerikil alias pecahan genting, bibit tanaman yang bakal dibudidayakan. Bunda juga perlu menyediakan larutan nutrisi hidroponik yang mengandung unsur hara untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
2. Potong botol menjadi dua bagian
Langkah selanjutnya dengan memotong botol plastik menjadi dua bagian. Sisi bawah bakal digunakan sebagai tempat penampungan air nutrisi, sedangkan bagian atas berfaedah sebagai wadah media tanam.
Pastikan potongan botol cukup rapi agar kedua bagian dapat disusun kembali dengan mudah. Ukuran botol dapat disesuaikan dengan jenis tanaman yang bakal ditanam.
3. Pasang sumbu pada tutup botol
Setelah botol dipotong, buat lubang pada bagian tutup botol. Lubang ini digunakan untuk memasukkan sumbu alias kain jejak yang berfaedah mengalirkan air nutrisi ke akar tanaman.
Sumbu kudu cukup panjang agar salah satu ujungnya berada di dalam wadah air. Dengan demikian, tanaman dapat memperoleh pasokan air dan nutrisi secara terus-menerus.
4. Susun botol dan beri air nutrisi
Bagian atas botol yang mempunyai tutup kemudian dibalik dan dimasukkan ke dalam bagian bawah botol. Posisi ini membikin tutup botol berada di bagian bawah dan sumbu menjuntai ke wadah air.
Selanjutnya, isi bagian bawah botol dengan air nutrisi sekitar dua per tiga kapabilitas botol. Pastikan ujung sumbu terendam air agar proses penyerapan dapat berjalan optimal.
5. Masukkan media tanam dan benih
Isi bagian atas botol dengan media tanam yang telah disiapkan. Setelah itu, tanam bibit sayuran sesuai kebutuhan dan letakkan di tempat yang mendapatkan cukup sinar matahari. Dalam beberapa hari, bibit bakal mulai berkecambah. Pada tahap ini, tanaman memerlukan pencahayaan dan nutrisi yang cukup agar tumbuh sehat.
6. Rutin tukar air
Perawatan hidroponik cukup sederhana. Salah satu perihal yang perlu diperhatikan adalah mengganti air nutrisi secara berkala untuk menjaga kualitas unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Jika dirawat dengan baik, tanaman hidroponik dapat tumbuh subur dan siap dipanen dalam waktu tertentu. Hasil panen tersebut bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari sehingga membantu mengurangi pengeluaran untuk membeli sayuran.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·