Cut Off! 7 Ciri Kepribadian Orang Yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Bikin Hidup Kacau

May 20, 2026 10:00 PM - 9 jam yang lalu 427

Jakarta -

Dalam perjalanan hidup, Bunda mungkin bakal berjumpa dengan beragam kepribadian. Ada yang membawa pengaruh baik, tetapi ada juga sosok dengan sikap negatif yang dapat memicu masalah dalam keseharian. Saatnya cut off dengan orang yang mempunyai karakter kepribadian tersebut.

Perilaku toxic bisa muncul dalam banyak bentuk, mulai dari manipulasi lembut hingga tindakan garang yang dilakukan secara terang-terangan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan hubungan dengan orang sekitar.

Karena itu, krusial untuk mengenali tanda-tandanya sejak awal. Dengan begitu, Bunda dapat melindungi diri sekaligus menjaga hubungan tetap sehat dan nyaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


7 Ciri kepribadian orang yang sebaiknya dihindari

Untuk membantu Bunda mengenali orang-orang tersebut, berikut beberapa karakter kepribadian orang yang kudu segera dihindari alias cut off agar tak mengacaukan hidup:

1. Hanya memberikan support saat Bunda kesulitan

Dilansir laman The open book, saat keadaan buruk, mereka ada di sana. Menawarkan tisu, mengatakan semuanya bakal baik-baik saja.

Mereka sangat mendukung, pengertian, dan kawan yang sangat baik. Namun, ketika keadaan membaik, mereka tidak lagi muncul. Mungkin mereka ada di sana, tetapi kemungkinan merendahkan Bunda dan membikin masalah.

Sebuah studi menunjukkan bahwa sebagian orang merasa terancam oleh kesuksesan teman-temannya. Bukan lantaran mereka orang jahat, tetapi lantaran kesuksesan orang lain membikin mereka merasa lebih jelek tentang diri sendiri.

2. Tidak suka dengan batas yang ditetapkan

Mereka mungkin bakal memberikan tatapan tanpa kata, membikin komentar pasif agresif, membicarakan, dan menjadikan Bunda penjahat lantaran berani mempunyai kebutuhan.

Sebuah studi tahun 2019 dalam Journal of Social and Personal Relationships, menemukan bahwa orang yang bereaksi jelek terhadap batas lebih condong mempunyai sifat narsistik. Mereka memandang batas Bunda sebagai serangan pribadi.

3. Menghina dan mengatakan itu hanya lelucon

Mereka mungkin bakal menghina dan mengatakan hanya bercanda. Mereka menghina, lampau berlindung di kembali lawaksehingga Bunda tidak bisa marah tanpa terlihat seperti pihak yang bermasalah.

Orang yang terus-menerus menjadikan Bunda bahan lelucon, mereka tidak menghormatimu. Mereka memandang Bunda sebagai sasaran empuk, seseorang yang tidak bakal melawan balik.

4. Mereka datang dengan masalah, tetapi menghilang ketika dibutuhkan

Setiap percakapan selalu tentang mereka, masalah mereka, beserta dramanya. Bunda mungkin bakal memberikan mereka nasihat dan mendengarkan ceritanya. Namun, mereka tidak datang ketika Bunda membutuhkan.

Sebuah hubungan semestinya berkarakter timbal balik. Saling memberi dan menerima. Kedua belah pihak saling mendukung satu sama lain.

Namun, dengan parasit emosional, pemenangnya mengambil semua. Mereka memperlakukan Bunda mungkin seperti tempat pembuangan emosi, terapi gratis, dan jasa support 24/7.

5. Membuat Bunda merasa bersalah lantaran berubah

Mereka mungkin tidak peduli dengan jenis yang lebih baik. Mereka hanya menginginkan diri Bunda yang dulu kembali, sosok yang membikin mereka nyaman.

Orang menolak perubahan pada kawan mereka lantaran perihal itu menakut-nakuti kestabilan hubungan. Mereka mungkin takut bakal kehilangan Bunda. Namun, mereka tidak mau Bunda berada dalam jenis terbaik.

Jika seseorang membikin merasa bersalah lantaran perihal itu, mereka tidak menyayangi sepenuhnya. Mereka hanya suka dengan jenis diri Bunda yang sesuai dengan keinginannya.

6. Pilihan mereka selalu dianggap benar

Bunda mungkin terus-menerus membenarkan pilihan mereka, sampai mungkin merasa kewalahan dengan perihal ini. Jika seseorang mau memahami Bunda, mereka bakal memahaminya sejak pertama kali.

7. Menyangkal hal-hal yang Bunda ingat dengan jelas

Bunda mengingat sesuatu dengan jelas, sebuah percakapan, janji, dan sesuatu yang mereka katakan. Namun, mereka menatap seolah-olah semuanya tidak benar.

Perilaku ini dikenal juga dengan gaslighting, ialah salah satu strategi paling umum yang digunakan perilaku kekerasan. Namun, Bunda tidak kudu berada dalam hubungan yang penuh kekerasan untuk mengalaminya.

Nah, itulah beberapa karakter kepribadian orang yang sebaiknya dihindari lantaran bisa menimbulkan kekacauan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis! 

(asa/rap)

Selengkapnya