Ketahui Penyebab Dan Gejala Hipertensi Paru Pada Anak, Sering Tidak Disadari

May 20, 2026 08:20 PM - 10 jam yang lalu 558

Jakarta -

Hipertensi paru pada anak adalah kondisi yang terjadi saat tekanan di pembuluh darah paru meningkat. Maka dari itu, orang tua perlu mengetahui penyebab dan indikasi hipertensi paru pada anak sejak dini.

Dikutip dari akun IG @jantunganak_ukkidai, hipertensi paru merupakan kondisi serius yang dapat membebani kerja jantung. Kondisi ini juga bisa berakibat pada hidup anak jika tidak segera dikenali.

Pada banyak kasus, kondisi ini kerap tidak langsung terlihat jelas di awal, Bunda. Tanda-tandanya pun sering disangka sebagai keluhan biasa pada anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Oleh lantaran itu, mari kita kenali kondisi ini pada anak agar Bunda bisa lebih peka terhadap perubahan yang mungkin terjadi. Dengan begitu, langkah awal bisa dilakukan sebelum terlambat.

Mengenal hipertensi paru pada anak

IDAI menyampaikan bahwa hipertensi paru pada anak dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri dada. Kondisi ini perlu diperhatikan lantaran bisa mengganggu kenyamanan anak dalam beraktivitas.

Hipertensi paru adalah kondisi ketika tekanan darah di pembuluh darah paru meningkat secara tidak normal. Akibatnya, pembuluh darah menjadi lebih sempit dan aliran darah tidak melangkah lancar.

Saat aliran darah terganggu, proses pengiriman oksigen ke seluruh tubuh anak juga ikut berkurang. Kondisi ini membikin kerja jantung, terutama bagian kanan, menjadi lebih berat dari biasanya.

Jika terjadi dalam jangka panjang, beban kerja jantung yang terus meningkat berisiko menyebabkan kandas jantung kanan.

Penyebab hipertensi paru pada anak

Setelah mengenal hipertensi paru pada anak, IDAI juga menjelaskan mengenai aspek yang menjadi penyebab penyakit ini, Bunda. Berikut penjelasan lengkapnya:

Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB)

Pada anak dengan PJB seperti Atrial Septum Defect (ASD), Ventricular Septal Defect (VSD), Patent Ductus Arteriosus (PDA), dan lainnya, terjadi peningkatan aliran darah dari jantung ke paru-paru.

Penyakit paru

Selain pada anak dengan PJB, penyakit paru juga dapat menjadi salah satu penyebab hipertensi paru pada anak. Beberapa di antaranya yaitu:

  • Penyakit paru kronis seperti asma berat dan Displasia Bronkopulmoner (BPD)
  • Infeksi paru berulang
  • Prematuritas (paru belum sempurna).

Kelainan pembuluh darah

Selain itu, hipertensi paru pada anak juga dapat disebabkan oleh kelainan pada pembuluh darah, seperti:

  • Penyempitan alias kerusakan arteri pulmonal
  • Hipertensi paru idiopatik (tanpa karena yang jelas).

Penyakit lain

Selain penyebab sebelumnya, hipertensi paru pada anak juga dapat dipengaruhi oleh beberapa penyakit lain, yakni:

  • Penyakit autoimun, seperti lupus dan skleroderma
  • Penyakit hati kronis
  • Gangguan pembekuan darah (tromboemboli paru)
  • Paparan obat tertentu.

Tidak hanya itu, ada pula aspek akibat lain pada anak dengan hipertensi paru. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Anak dengan sindrom bawaan lahir, seperti down syndrome
  • Riwayat family hipertensi paru
  • Kelainan genetik tertentu.

Gejala hipertensi paru pada anak

Setelah mengenal penyebabnya, IDAI juga membagikan beberapa indikasi yang sering kali tidak disadari. Simak penjelasan lengkapnya:

Gejala awal:

  • Sesak napas saat beraktivitas
  • Anak mudah merasa lelah
  • Nafsu makan menurun
  • Pertumbuhan anak terlihat kurang optimal.

Gejala yang lebih berat:

  • Nyeri dada
  • Jantung berdebar
  • Pusing hingga pingsan
  • Bibir alias kuku tampak kebiruan
  • Terjadi bengkak pada kaki alias perut.

Pemeriksaan hipertensi paru pada anak

Tenaga kesehatan biasanya mendiagnosis hipertensi paru melalui pemeriksaan bentuk serta beberapa tes lainnya, Bunda. Berikut jenis pemeriksaan hipertensi paru yang dilansir dari laman Cleveland Clinic:

  1. Pemeriksaan awal dari indikasi dan keluhan.
  2. Pemeriksaan fisik, seperti keadaan tangan biru alias tidak, bunyi jantung berbeda alias tidak.
  3. Pemeriksaan sederhana dengan Elektrokardiogram (EKG) untuk mendeteksi kegiatan listrik pada jantung dan pemeriksaan rontgen dada.
  4. Saturasi oksigen perifer.
  5. Pemeriksaan USG jantung untuk memandang kelainan pada jantung.
  6. Pemeriksaan lanjutan berupa Computerized Tomography (CT), Magnetic Resonance Imaging (MRI), alias kateterisasi jantung.

Demikian info mengenai penyebab dan indikasi hipertensi paru pada anak yang sering tidak disadari. Semoga informasinya dapat berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

Selengkapnya