Daftar Makanan yang Sebaiknya Dibatasi untuk Menjaga Kesehatan Paru-Paru

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 7 menit 508x dilihat
Daftar Makanan yang Sebaiknya Dibatasi untuk Menjaga Kesehatan Paru-Paru

Bagikan Postingan

Beauties, menjaga kesehatan paru-paru bukan hanya soal menghindari asap rokok dan polusi udara. Apa yang dikonsumsi sehari-hari juga turut menentukan kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk berat badan, kesehatan jantung, dan proses peradangan yang pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap sistem pernapasan.

Tidak semua makanan dalam daftar di bawah ini otomatis merusak paru-paru. Namun, konsumsi berlebihan, terutama pada orang yang sudah mempunyai asma, alias masalah pernapasan lainnya, dapat menjadi bagian dari pola makan yang kurang mendukung kesehatan.

Lantas, apa saja makanan yang sebaiknya dibatasi untuk menjaga kesehatan paru-paru? Dilansir dari Breathe Clinic Guwahati, simak daftarnya berikut ini! 

1. Daging Olahan

Daging olahan/ Foto: Magnific.com/stockking

Daging olahan seperti sosis, bacon, hot dog, dan beragam produk daging deli umumnya melewati proses pengawetan yang melibatkan bahan tambahan tertentu. Beberapa di antaranya menggunakan nitrat alias nitrit, sementara produk tertentu juga dapat mengandung sulfit dan natrium dalam jumlah cukup tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan olahan dapat berkontribusi terhadap peradangan dan beragam masalah kesehatan lainnya.

Bagi yang mempunyai kondisi seperti Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, alias bronkitis kronis, menjaga pola makan secara keseluruhan menjadi semakin penting. Bukan berfaedah setiap penderita kondisi tersebut kudu menghilangkan daging olahan sepenuhnya, tetapi membatasi konsumsinya dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibanding menjadikannya sumber protein utama setiap hari.

Sebagai alternatif, pilih protein yang minim pengolahan seperti ayam segar, ikan, telur, tahu, tempe, lentil, dan kacang-kacangan. Selain menyediakan protein, pilihan tersebut juga dapat membantu membikin pola makan lebih beragam. 

2. Daging Merah

Daging merah/ Foto: Magnific.com/mdjaff

Daging merah seperti sapi alias kambing dapat menjadi sumber protein, unsur besi, serta sejumlah nutrisi penting. Namun, masalah dapat muncul ketika konsumsinya terlalu banyak, terlebih jika yang dipilih merupakan potongan tinggi lemak alias daging yang dimasak dengan langkah kurang sehat. Pola makan tinggi lemak jenuh juga dapat berkontribusi terhadap masalah kesehatan kardiovaskular yang berangkaian erat dengan kegunaan tubuh secara keseluruhan.

Kesehatan jantung dan paru-paru sendiri saling berangkaian dalam mendukung proses pengiriman oksigen ke seluruh tubuh. Karena itu, menjaga pola makan agar tidak terlalu tinggi lemak jenuh dan kalori dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan kesehatan kardiorespirasi.

Tak perlu langsung menghapus daging merah dari menu, Beauties. Cobalah memilih potongan yang lebih rendah lemak, mengatur porsinya, serta menyelinginya dengan ikan, tahu, tempe, kacang-kacangan, alias unggas tanpa kulit.  

3. Makanan Goreng dan Cepat Saji

Makanan sigap saji/ Foto: Magnific.com/magnific

Kentang goreng, ayam goreng, gorengan, dan beragam makanan sigap saji memang susah ditolak, tetapi konsumsi terlalu sering dapat membikin asupan lemak dan kalori harian melonjak. Beberapa makanan yang digoreng berulang kali alias menggunakan minyak yang kurang baik juga dapat mengandung senyawa yang kurang menguntungkan bagi kesehatan.

Masalah lainnya adalah berat badan, Beauties. Kelebihan berat badan dapat memberikan tekanan tambahan pada sistem pernapasan dan membikin kegiatan bentuk terasa lebih berat, terutama pada orang yang sudah mempunyai gangguan pernapasan. 

Sebagai gantinya, makanan dapat diolah dengan langkah dipanggang, dikukus, direbus, alias dibakar. Ayam panggang, ikan kukus, kentang panggang, dan sayuran tumis dengan sedikit minyak bisa menjadi pengganti menu yang tetap lezat tanpa kudu selalu mengandalkan metode menggoreng.

4. Produk Susu

Produk susu/ Foto: Magnific.com/magnific

Produk susu seperti keju turut masuk daftar makanan yang jelek untuk kesehatan paru-paru lantaran sering dikaitkan dengan peningkatan produksi lendir. Namun, pengaruh tersebut tidak otomatis terjadi pada setiap orang. Sensasi lendir yang terasa lebih tebal setelah mengonsumsi susu juga dapat berangkaian dengan tekstur makanan dan bukan berfaedah paru-paru betul-betul memproduksi lendir dalam jumlah lebih banyak.

Meski demikian, orang dengan kondisi pernapasan tertentu mungkin merasa gejalanya lebih tidak nyaman setelah mengonsumsi produk susu. Karena respons tubuh setiap orang berbeda, penderita asma, masalah sinus, alias penyakit paru-paru kronis dapat memperhatikan apakah konsumsi makanan tertentu memang berangkaian dengan munculnya keluhan.

Jika produk susu memang tidak cocok bagi tubuh, pengganti nabati seperti susu kedelai, susu oat, alias susu almond dapat dipertimbangkan. Pastikan juga perhatikan kandungan gula tambahan agar penggantinya tetap menjadi pilihan yang sehat.

5. Makanan Tinggi Garam

Makanan tinggi garam/ Foto: Magnific.com/magnific

Keripik, sup kalengan, makanan beku, mi instan, dan beragam makanan ultra-proses dapat menjadi sumber natrium yang cukup tinggi tanpa disadari. Masalahnya, asupan natrium yang berlebihan dapat menyebabkan retensi cairan pada sebagian orang dan berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi. 

Bagi yang mempunyai penyakit jantung alias kondisi paru-paru tertentu, menjaga asupan natrium sesuai rekomendasi dapat membantu mengelola kondisi secara keseluruhan. Terkait itu, agar makanan tetap terasa lezat tanpa terlalu banyak garam, manfaatkan rempah-rempah seperti bawang putih, lada, kunyit, jahe, ketumbar, alias perasan jeruk nipis. Membiasakan lidah dengan rasa yang tidak terlalu asin juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap garam secara bertahap.

6. Karbohidrat Olahan

Karbohidrat olahan/ Foto: Magnific.com/Azerbaijan_stockers

Karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, sehingga bukan berfaedah roti, nasi, alias pasta kudu dihilangkan. Namun, jenis karbohidrat yang dikonsumsi perlu diperhatikan, Beauties. Karbohidrat olahan umumnya mempunyai kandungan serat lebih rendah dan dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat lebih sigap dibandingkan sumber karbohidrat yang tetap mempertahankan lebih banyak bagian utuh dari bijinya.

Pada penderita PPOK, metabolisme karbohidrat juga menjadi topik yang sering dibahas lantaran tubuh menghasilkan karbon dioksida ketika memetabolisme unsur gizi. Namun, bukan berfaedah konsumsi nasi putih alias roti secara otomatis membikin seseorang kesulitan bernapas. Yang lebih krusial adalah menjaga pola makan secara keseluruhan, termasuk jumlah kalori, kualitas karbohidrat, dan keseimbangan unsur gizi.

Bila memungkinkan, asupan karbohidrat dapat diganti dengan beras merah, oat, quinoa, alias roti gandum utuh. Makanan tersebut umumnya mempunyai kandungan serat lebih tinggi sehingga dapat membantu rasa kenyang dan mendukung kesehatan pencernaan serta metabolisme.

7. Makanan Kemasan

Makanan kemasan/ Foto: Magnific.com/Azerbaijan_stockers

Makanan ringan bungkusan memang praktis untuk menemani kegiatan sehari-hari. Namun, sebagian produk mengandung kadar natrium, gula, lemak, dan beragam bahan tambahan yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, camilan seperti keripik, biskuit, dan makanan ringan bercita rasa kuat dapat membikin asupan makanan ultra-proses meningkat.

Pada orang yang mempunyai asma, alergi, alias penyakit paru-paru kronis, menjaga pola makan yang seimbang dapat menjadi bagian dari style hidup untuk mendukung kesehatan. Meski demikian, tidak tepat jika setiap bahan tambahan dalam makanan bungkusan langsung dianggap sebagai penyebab serangan asma alias kerusakan paru-paru. Sebab, respons terhadap makanan sangat perseorangan dan kondisi pernapasan mempunyai banyak aspek pemicu lainnya.

Kendati begitu, untuk pilihan camilan sehat sehari-hari, buah segar, kacang-kacangan, yogurt dengan sedikit madu, alias makanan rumahan dapat menjadi pilihan. Selain lebih mudah mengontrol bahan yang digunakan, camilan tersebut juga bisa membantu menambah asupan serat dan nutrisi tanpa terlalu banyak natrium alias gula tambahan.

8. Makanan Dingin

Makanan dingin/ Foto: Magnific.com/pvproductions

Makanan dingin seperti es krim sering disebut sebagai makanan yang dapat memperburuk masalah pernapasan. Pada sebagian orang, terutama yang mempunyai saluran napas sensitif, makanan yang sangat dingin memang dapat memicu sensasi tidak nyaman, batuk, hidung tersumbat, alias pada kondisi tertentu menjadi salah satu pemicu indikasi asma.

Namun, makanan dingin tidak secara otomatis menyebabkan penyakit paru-paru alias jangkitan saluran pernapasan. Jika tidak mengalami keluhan setelah mengonsumsi es krim alias minuman dingin, tidak ada argumen untuk menganggap makanan tersebut pasti jelek bagi paru-paru. 

Akan tetapi, jika makanan alias minuman yang sangat dingin memang membikin indikasi muncul, pilihlah makanan bersuhu lebih nyaman bagi tubuh. Air putih bersuhu ruang alias minuman hangat tanpa terlalu banyak gula juga dapat menjadi pilihan, terutama ketika tenggorokan terasa kurang nyaman.

Jadi, itulah daftar makanan yang jelek untuk kesehatan paru-paru. Menjaga kesehatan paru-paru tidak cukup hanya dengan menghindari satu alias dua jenis makanan. Yang lebih krusial adalah membangun pola makan seimbang dengan memperbanyak makanan utuh seperti sayuran, buah, serta sumber protein berkualitas, sekaligus membatasi makanan ultra-proses, tinggi garam, gula, dan lemak, Beauties! 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads