Dampak Abu Vulkanik terhadap Kulit, Bisa Bikin Iritasi hingga Memperparah Eksim

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 514x dilihat
Dampak Abu Vulkanik terhadap Kulit, Bisa Bikin Iritasi hingga Memperparah Eksim

Bagikan Postingan

Beauties, saat hujan abu terjadi, perhatian kita biasanya langsung tertuju pada masker, saluran pernapasan, dan kualitas udara. Padahal, ada satu bagian tubuh lain yang juga langsung berhadapan dengan partikel tersebut, ialah kulit. Apalagi jika Anda beraktivitas di luar dan abu sampai menempel di wajah, tangan, alias masuk ke kembali pakaian.

Jangan langsung menganggap abu sebagai debu biasa, Beauties. Dampak abu vulkanik terhadap kulit bisa berbeda-beda, tergantung kondisi paparan dan karakter materialnya. Mulai dari rasa gatal yang mengganggu sampai iritasi, berikut beberapa perihal yang perlu Anda tahu.

Abu Vulkanik Bisa Membuat Kulit Gatal, Perih, dan Kemerahan

Penyebab Iritasi Kulit/Foto: Magnific

Pernah merasa kulit seperti “berpasir” setelah terkena hujan abu? Rasa nggak nyaman itu jangan disepelekan, Beauties. Iritasi bisa terjadi ketika butiran abu yang keras terus bersenggolan dengan permukaan kulit, terutama jika Anda menggosoknya.

Gesekan juga bisa semakin terasa ketika abu menumpuk di kembali busana alias dibiarkan menempel dalam waktu lama. Karena itu, semakin lama partikel berada di kulit, semakin besar kemungkinan kulit mengalami rasa tidak nyaman.

Selain aspek gesekan, sebagian abu yang baru jatuh juga dapat membawa lapisan unsur asam. Sifat dan jumlahnya bisa berbeda pada setiap peristiwa erupsi. Jadi, warna abu yang terlihat lebih gelap alias lapisannya yang tampak tebal belum tentu langsung menunjukkan seberapa kuat pengaruh iritasinya.

Beberapa keluhan yang mungkin muncul akibat paparan abu antara lain kulit terasa gatal alias perih, kemerahan, kulit kering dan terasa tertarik, hingga munculnya ruam. Pada orang yang sudah mempunyai masalah kulit sebelumnya, keluhan tersebut juga berpotensi terasa lebih mengganggu.

Kalau kulit mulai gatal, sebisa mungkin jangan langsung digaruk terus-menerus, ya. Menggaruk dapat memperparah kerusakan pada lapisan kulit dan meningkatkan akibat terjadinya jangkitan sekunder akibat luka garukan.

Risiko Meningkat Kalau Punya Dermatitis alias Eksim

Paparan Abu Memperburuk Eksim dan Dermatitis

Buat Anda yang punya kulit sensitif, dermatitis, alias eksim, paparan abu memang patut mendapat perhatian ekstra. Sebab, kulit dengan kondisi tertentu bisa mempunyai lapisan pelindung yang lebih rentan mengalami gangguan.

Dilansir dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal MDPI, akibat abu vulkanik pada kulit, khususnya pada orang dengan kondisi dermatologis yang sudah ada sebelumnya, tetap terus dipelajari. Namun, sejumlah komponen yang terdapat dalam partikel abu diketahui berpotensi memicu stres oksidatif dan respons peradangan.

Partikel abu dapat mengandung logam tertentu yang berkedudukan dalam pembentukan reactive oxygen species alias radikal bebas. Kondisi tersebut dapat memicu kerusakan sel dan peradangan. Selain itu, penelitian tersebut juga membahas keberadaan senyawa PAH yang dapat berkarakter mengiritasi dan meningkatkan aktivasi respons imun pada kulit.

Pada kulit yang rentan mengalami dermatitis atopik, beragam aspek tersebut dapat saling berkaitan. Mulai dari gangguan mikrobioma kulit, melemahnya lapisan epidermis, hingga meningkatnya respons peradangan yang dapat memperburuk gejala.

Itulah kenapa ancaman abu vulkanik bagi kulit nggak selalu berakhir pada rasa gatal sesaat. Kalau Anda memang punya dermatitis alias eksim dan keluhan kulit memburuk setelah terpapar abu, sebaiknya segera ke master kulit, ya.

Apakah Abu Vulkanik Bisa Membakar Kulit?

Efek Abu Vulkanik di Kulit Manusia/Foto: Magnific

Nah, ini yang mungkin bikin banyak orang penasaran. Kalau kulit terasa perih setelah terkena hujan abu, apakah berfaedah kulit sedang terbakar?

Belum tentu ya, Beauties! Abu yang jatuh di daerah jauh dari gunung biasanya sudah mengalami pendinginan. Jadi, rasa gatal alias perih setelah terkena abu dingin tidak otomatis berfaedah Anda mengalami luka bakar akibat panas.

Namun, bukan berfaedah semua material vulkanik kondusif untuk disentuh. Kondisinya sangat berbeda jika Anda berada di dekat letak erupsi alias area bencana. Material panas, gas vulkanik, lontaran erupsi, hingga aliran piroklastik dapat menimbulkan ancaman yang jauh lebih serius.

Dilansir dari The Guardian, korban erupsi Gunung White Island alias Whakaari di Selandia Baru pada 2019 mengalami luka bakar yang serius akibat paparan gas panas, abu, dan material vulkanik. Seorang master darurat senior apalagi menjelaskan bahwa sejumlah pasien mengalami luka bakar jaringan dalam, termasuk pada area tubuh yang luas.

Paparan material panas di letak erupsi juga berbeda dengan akibat abu yang dirasakan masyarakat akibat hujan abu di daerah permukiman. Selain panas, gas seperti sulfur dioksida dan unsur kimia lain juga dapat memperparah akibat terhadap tubuh.

Kulit adalah lapisan pertama yang melindungi tubuh dari lingkungan. Jadi, saat abu vulkanik mulai turun, jangan hanya sibuk mencari masker, ya! Pastikan kulitmu juga mendapatkan perlindungan yang cukup, Beauties.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads