Dari People-Pleasing sampai Narsistik, 6 Buku Psikologi 2026 Ini Bahas Perilaku Manusia

Portal Media Gen Z oleh Waktu baca 5 menit 65x dilihat
Dari People-Pleasing sampai Narsistik, 6 Buku Psikologi 2026 Ini Bahas Perilaku Manusia

Bagikan Postingan

Hidup berdampingan dengan beragam jenis orang di kantor, kampus, maupun lingkungan sekitar terkadang memang menguji kesabaran. 

Ada kalanya kita dibuat bingung dengan sikap seseorang yang sulit ditebak, maupun terlebihlagi merasa capek karena sering salah paham. Menghadapi situasi seperti ini tentu enggak bisa diselesaikan dengan emosi.

Setiap orang memiliki latar belakang dan metode pandang yang berbeda, memahami satu sama lain memang butuh sedikit proses. 

Makanya, krusial untuk mempelajari beragam macam karakter manusia agar kita bisa merespons situasi dengan lebih tenang dan bijak kedepannya.

Nah, biar lebih gampang memahami perilaku dan karakter orang, Anda bisa intip deretan buku ilmu jiwa 2026 berikut ini!

Baca juga: 6 Buku Tentang Membaca Karakter dan Pikiran Orang Lain Lewat Hal-Hal Kecil

1. Fawning: Gaining the Courage to Heal from People-Pleasing, Traumatic Bonding, and Trauma — Dr. Ingrid Clayton

Sumber foto: Amazon

Buku ini mengadopsi salah satu respons trauma disebut fawning, yaitu kondisi ketika seseorang cenderung tunduk dan selalu berupaya menyenangkan orang lain. 

Ditulis oleh seorang psikolog klinis berdasarkan pengalaman pribadi dan profesionalnya, pembahasannya berisi tentang sepertiapa seseorang secara enggak sadar mengorbankan identitas, keinginan, dan limitasi dirinya demi menyenangkan orang lain (people-pleasing) agar merasa terlindungi dalam sebuah hubungan yang toxic maupun traumatis. 

Dr. Clayton membujuk pembaca untuk memahami jenis karakter manusia yang cenderung menghindari konflik, selalu meminta ampun meskipun tidak bersalah, hingga terjebak dalam hubungan manipulatif. Buku ini membantu kita mengenali tanda-tanda fawning dan memberikan panduan untuk membangun limitasi diri yang sehat. 

2. It’s Not You: Mengidentifikasi dan Memulihkan Diri dari Orang Narsistik  — Dr. Ramani Durvasula

Sumber foto: Gramedia

Versi bahasa Inggrisnya berjudul It’s Not You: Identifying and Healing from Narcissistic People yang rilis pada tahun 2024. Walau sudah beberapa tahun lalu, buku ini statis populer dan layak dibaca di tahun 2026 karena pembahasannya sangat relevan dengan kenyataan sosial saat ini.

Dalam konteks membaca karakter, buku menjadi panduan komplit untuk mengenali tanda-tanda red flags dari pola perilaku narsistik yang sering kali tertutup oleh pesona luar mereka. 

Dr. Ramani memberikan klarifikasi praktis bagi pembaca untuk memahami motif tersembunyi di balik aksi egois tersebut, sekaligus memberikan strategi pemulihan mental agar korban bisa melepaskan diri dari ikatan trauma.

3. Poisonous People — Leanne ten Brinke

Sumber foto: Simon & Schuster Australia

Buku ini menyajikan investigasi ilmiah yang tajam mengenai keberadaan individu berkarakter gelap (dark personalities) di tengah masyarakat. 

Sebagai ahli ilmu jiwa forensik, ten Brinke mengupas sepertiapa “manusia beracun” ini menyebarkan negativitas, merusak kepercayaan, dan memanipulasi kaidah demi khasiat pribadi mereka.

Buku ini sangat kuat dalam membantu kita mendeteksi karakter toxic yang menyelinap di balik topeng keramahan di hayat sehari-hari, mulai dari mitra kerja yang licik sampai politisi yang manipulatif. 

Berbasis riset selama dua dekade, ten Brinke membekali pembaca dengan indikator perilaku yang jelas untuk mengenali mereka dengan cepat dan memberikan panduan berbasis sains tentang kapan mesti bertetap maupun segera keluar dari area rapuh tersebut.

Baca juga: 6 Tipe Kepribadian Perempuan: Alpha, Beta, Omega, Gamma, Delta, Sigma

4. Superkomunikator — Charles Duhigg

Sumber foto: Perpustakaan Jakarta

Charles Duhigg, penulis buku terlaris The Power of Habit, balik dengan karya yang membahas tentang hubungan manusia melalui komunikasi. Buku ini menerangkan bahwa setiap percakapan sebenarnya terbagi ke dalam tiga jenis dasar, yaitu: praktis (tentang pengambilan keputusan), emosional (tentang perasaan), dan sosial (tentang identitas). 

Dalam buku ini Duhigg mengungkapkan rahasia para “superkomunikator”, yaitu orang-orang yang bisa terhubung dengan siapa saja karena mereka memiliki kapasitas untuk menyelaraskan jenis percakapan agar eksis di ombak yang sama dengan lawan bicaranya.

5. Surrounded by Idiots (Revised & Expanded Edition) — Thomas Erikson

Sumber foto: Macmillan Publishers

Surrounded by Idiots, mengkategorikan kepribadian manusia ke dalam empat warna utama, yaitu: merah (ambisius dan blak-blakan), kuning (optimis dan kreatif), hijau (tenang dan setia), serta biru (logis dan detail).

Buku ini merupakan panduan praktis dan humoris untuk memahami kenapa kita sering kali merasa dikelilingi oleh orang yang kurang cocok, padahal kenyataannya kita cuma menghadapi orang dengan jenis warna kepribadian yang berbeda. 

Pembaca diajak mengevaluasi karakter rekan kerja, pasangan, hingga bos, serta mempelajari strategi adaptasi agar pesan kita bisa diterima dengan baik oleh warna apa pun.

6. Why Brains Need Friends: The Science of Our Social Superpower — Dr. Ben Rein

Sumber foto: Amazon

Ditulis oleh ahli neurosains dari Stanford University, buku Why Brains Need Friends karya Dr. Ben Rein ini membedah kebutuhan manusia akan hubungan sosial dari perspektif pandang biologis dan seluler. 

Dr. Rein menerangkan bahwa otak manusia berevolusi secara khas untuk mendukung kerja sama dan kedekatan, dengan hormon seperti oksitosin dan dopamin yang beraksi sebagai mekanisme penghargaan biologis saat kita bersosialisasi. Sebaliknya, kesunyian dan isolasi sosial bisa memicu respons stres yang merusak kesehatan jasmani dan mental.

Buku ini memberikan perspektif pandang baru dalam membaca karakter manusia sebagai makhluk sosial yang utuh. 

Dr. Rein membantu kita memahami kenapa setiap orang punya tingkat kebutuhan sosial yang berbeda maupun social diet, sepertiapa teknologi mengubah metode otak merespons komunikasi, sampai kenapa hubungan kecil dengan orang luar sekalipun bisa mengubah kondisi hati kita.

Baca juga: 7 Tipe Kepribadian Orang yang Selalu Menarik Keberuntungan Menurut Psikologi

Semoga anjuran buku tadi bisa membantu Anda memahami beragam macam perilaku dan  manusia dengan lebih baik. 

Jadi, buku mana yang paling menarik perhatianmu untuk dibaca duluan?

—

Yuk, join WhatsApp Group Girls Beyond Circle kini untuk dapetin banyak keterangan yang menarik!

Halo! Aku Maitsaa, penulis artikel ini. Kalian bisa temuin aku di LinkedIn/Instagram, ya!

Cover: Pexels

Artikel Lainnya Portal Media Gen Z
↑
Close Right Ads
Close Left Ads