Discordant Twin Growth, Kondisi Saat Janin Kembar Tumbuh Tidak Seimbang

May 20, 2026 01:30 PM - 2 jam yang lalu 69

Jakarta -

Kehamilan kembar memang lebih berisiko daripada kehamilan non kembar. Salah satunya akibat discordant twin growth, kondisi saat janin kembar tumbuh tidak seimbang.

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah dan tingkat kehamilan kembar, telah meningkat secara tajam lantaran usia ibu yang semakin lanjut dan perkembangan pesat teknologi reproduksi. Namun, tak sedikit juga kasus kehamilan kembar yang justru berisiko. Salah satunya kemunculan akibat discordant twin growth yang memengaruhi kehamilan pada janin kembar. 

Kenyataannya, pada kehamilan kembar memag lebih sering dipengaruhi oleh pertumbuhan janin yang abnormal lantaran rahim manusia mempunyai keahlian yang lemah untuk memenuhi kebutuhan lebih dari satu janin. Mengutip dari laman Twinstuff, ketidaksesuaian pertumbuhan kembar dapat terjadi pada 25 persen kehamilan kembar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Apa itu discordant twin growth?

Discordant twin growth biasanya digunakan dalam pencitraan obstetri untuk menggambarkan perbedaan signifikan antara ukuran dan berat antara dua janin dalam kehamilan kembar. Perkiraan berat janin dari kembar yang lebih mini kudu lebih rendah dari persentil kesepuluh dari semua janin pada usia kehamilan yang sama untuk dianggap sebagai discordant twin growth.

Secara umum, kondisi ini terjadi pada seperempat kehamilan kembar dan umum terjadi pada kehamilan monokorionik. Pertumbuhan kembar yang tidak serasi dapat menyebabkan anomali kelahiran, pembatasan pertumbuhan intrauterin, kelahiran prematur, jangkitan pada salah satu janin, dan kematian dalam satu minggu setelah kelahiran seperti dikutip dari Icliniq.

Dalam kondisi discordant twin growth, ini artinya bahwa kembar tersebut saat lahir menunjukkan perbedaan ukuran yang jelas. Biasanya, berat kembar lainnya lebih besar dari 10 persen. Kondisi ini umum terjadi pada kembar identik tetapi juga dapat terjadi pada kembar fraternal.

Perlu diketahui bahwa ketidaksesuaian pertumbuhan kembar dapat terjadi pada sekitar 25 persen kehamilan kembar dan dapat berupa ketidaksesuaian berat badan alias ketidaksesuaian ukuran. Ketidaksesuaian berat badan merupakan perbedaan berat badan lebih dari 25 persen dan mungkin mengenai dengan keterlambatan pertumbuhan intrauterin pada bayi kembar yang lebih kecil.

Ketidaksesuaian ukuran, di sisi lain, biasanya mengenai dengan anemia alias dapat merupakan akibat dari transfusi antar bayi kembar. Kondisi ini mengenai dengan sejumlah perihal seperti IUGR (intrauterine growth restriction) pada bayi kembar yang lebih kecil, TTTS (twin-to-twin transfusion syndrome), alias mempunyai single umbilical artery (SUA) yang merupakan ketiadaan arteri umbilikalis kanan alias kiri.

Ketidaksesuaian juga terjadi ketika plasenta tidak bisa membawa cukup oksigen dan nutrisi ke bayi yang sedang tumbuh. Faktor lain yang memengaruhi perihal ini termasuk penggunaan tembakau, jangkitan virus, dan jika ibu tidak mendapatkan perawatan prenatal sama sekali.

Bagaimana discordant twin growth diklasifikasikan?

Ada beberapa pengelompokkan dalam membicarakan discordant twin growth.  Berikut ini klasifikasinya secara lebih rinci ya, Bunda:

1. Ketidakserasian berat badan

Dalam kondisi ini, kembar menunjukkan perbedaan berat badan lebih dari 25 persen di antara mereka. Hal ini dapat berkembang lantaran beragam aspek yang memengaruhi pertumbuhan janin secara asimetris alias lantaran pembatasan pertumbuhan intrauterin.

2. Ketidakserasian ukuran

Hal ini sering dikaitkan dengan anemia dan perbedaan hematologis. Bentuk pertumbuhan kembar yang tidak serasi ini juga dapat berkembang lantaran transfusi antar kembar (aliran darah yang tidak sama ke kembar dengan plasenta yang sama).

Apa saja aspek akibat discordant twin growth?

Dari kondisi discordant twin growth, tentunya ada beberapa aspek akibat yang berpengaruh pada janin ya, Bunda. Apalagi, beberapa aspek ibu, janin, dan plasenta turut memengaruhi perkembangan perbedaan pertumbuhan. Berikut ini beberapa di antaranya ya, Bunda:

1. Pembatasan pertumbuhan intrauterin pada kembar yang lebih mini dapat membatasi perkembangan janin, yang menyebabkan kondisi tersebut. Kondisi ini disebabkan oleh pembagian plasenta yang tidak merata.
2. Insufisiensi plasenta adalah kondisi di mana plasenta tidak berfaedah dengan baik.
3. Sindrom transfusi kembar.
4. Individu dengan insersi tali pusat velamentosa yang tidak merata mempunyai akibat lebih tinggi. Ciri ini lebih umum terjadi pada kembar monokorionik.
5. Individu dengan arteri umbilikalis tunggal mempunyai akibat lebih tinggi lantaran suplai darah yang tidak merata antara janin.
6. Pertambahan berat badan yang rendah

Oh ya, Bunda, aspek maternal yang bertanggung jawab atas discordant twin growth adalah gangguan hipertensi maternal, usia maternal lanjut, dan merokok. Namun, peran teknologi reproduksi berbantuan dan usia maternal dalam mengembangkan akibat discordant twin growth tetap kontroversial.

Selain itu, aspek janin seperti kembar monokorionik alias dikorionik, jenis kelamin janin yang berbeda, dan jangkitan virus transplasenta seperti sitomegalovirus memengaruhi salah satu janin.

Bagaimana mengelola discordant twin growth yang tidak sama satu sama lain?

Studi menunjukkan bahwa persalinan pada usia kehamilan 37 minggu untuk kehamilan monokorionik dan pada usia kehamilan 38 minggu untuk kehamilan dikorionik tanpa komplikasi. Sementara itu, manajemen intrapartum berjuntai pada tiga presentasi janin yang berbeda, yaitu:

1. Vertex-vertex adalah posisi janin di mana kedua kepala janin mengarah ke bawah.
2. Vertex-non-vertex adalah posisi janin di mana salah satu kepala janin mengarah ke bawah sementara yang lain berada dalam posisi sungsang (bayi berada dalam posisi pinggul di bawah di dalam rahim).
3. Both non-vertex adalah posisi janin di mana kedua kepala janin berada dalam posisi sungsang.

Dalam perihal ini, persalinan berjuntai pada gimana salah satu kembar tersebut dipresentasikan. Persalinan normal melalui vagina, operasi caesar, alias prosedur campuran dapat direncanakan tergantung pada posisi kembar tersebut.

Persalinan campuran mencakup persalinan normal dan operasi caesar, dan direkomendasikan ketika terjadi komplikasi seperti prolaps tali pusat (terjadi ketika tali pusat tergelincir ke depan bayi setelah ketuban pecah), abrupsio plasenta (terlepasnya plasenta dari rahim), darurat janin, dan malpresentasi janin kedua.

Komplikasi yang berkembang akibat discordant twin growth

Kehamilan kembar yang lebih berisiko memang perlu diwaspadai ya, Bunda. Terkait kondisi discordant twin growth, ada beberapa akibat yang mungkin muncul dan dialami pada kehamilan kembar. Berikut ini beberapa di antaranya ya, Bunda:

1. Perdarahan pasca persalinan
2. Kematian intrauterin
3. Asfiksia neonatal
4. Perkembangan neuro jangka panjang pada bayi kembar yang lebih mini terpengaruh.

Apa saja akibat dari pertumbuhan janin yang tidak serasi?

Jika perbedaannya lebih dari 20 persen, ada kemungkinan besar bayi kembar yang lebih mini mengalami hasil perinatal yang buruk. Ini termasuk kematian perinatal (lahir mati), asfiksia saat lahir, sindrom gangguan pernapasan, jangkitan neonatal, dan trauma saat lahir. Jika bayi lahir hidup, bakal ada masalah serius setelah lahir.

Di sisi lain, bayi kembar yang lebih besar mungkin mempunyai akibat tinggi mengalami kesulitan pernapasan akut setelah lahir. Selain itu, bakal ada lebih sedikit komplikasi ialah kemungkinan akibat lahir prematur. Dalam kondisi ini, operasi caesar juga dapat dilakukan untuk mengeluarkan bayi kembar dari rahim ibu sebelum persalinan normal.

Penting diketahui juga bahwa kehamilan kembar dengan pertumbuhan janin yang tidak serasi mempunyai akibat komplikasi prenatal yang lebih tinggi dan hasil perinatal yang kurang menguntungkan. Inilah kenapa penemuan awal sangat krusial untuk pengamatan lebih dekat dan persalinan tepat waktu.

Dalam perihal ini, pemeriksaan USG merupakan perangkat krusial untuk mendiagnosis pertumbuhan kembar yang tidak seragam. Setelah mendiagnosis perbedaan berat alias ukuran janin, studi tambahan pada arteri umbilikalis dan Doppler janin mungkin diperlukan untuk memahami kondisi janin secara menyeluruh. Dalam penanganannya, treatment pada bayi kembar yang tidak seragam alias discordant twin growth bakal bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan posisi janin.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya