Jakarta -
Beberapa waktu lampau viral pengakuan asal Bekasi, yang mengalami kista ovarium. Pola makan ditengarai sebagai pemicu kista, Bunda.
Ia mengaku mempunyai kebiasaan makan seblak, bakso, dan camilan pedas asin yang dikonsumsinya nyaris tiap hari. Namun, benarkah seblak bisa memicu kista ovarium?
Konsumsi seblak sering dikaitkan dengan beberapa kondisi medis. Salah satunya dianggap sebagai penyebab kista ovarium hingga menjadi kanker ovarium.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, benarkah konsumsi seblak bisa memicu masalah di organ reproduksi perempuan? Simak penjelasan dari master berikut ini ya!
Apa itu kista ovarium?
Sebelum membahas kaitan seblak dan kaitannya dengan masalah di organ reproduksi, Bunda perlu memahami dulu tentang kista ovarium. Nah, menurut master ahli Obstetri & Ginekologi, dr Med. Firman Santoso, SpOG dari Brawijaya Hospital, secara garis besar wanita mempunyai dua jenis kista ovarium, ialah yang fungsional dan disfungsional.
"Jadi setiap wanita, dalam fase reproduksi alias fase subur sebelum mereka menopause, mereka pasti bakal mempunyai kista fungsional alias hormonal. Setiap bulan ketika mereka mengalami siklus menstruasi, itu kan selalu dihasilkan sel telur yang matang ya," kata Firman saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Kamis (7/5/26).
"Nah itu kita sebutnya kita yang fungsional, yang come and gone terus berjalan sepanjang umur hidupnya sampai pasien ini menopause. Baru kelak kista fungsional tidak bakal ada lagi."
Pada kista disfungsional alias yang tidak normal, kualitas hidup pasien bisa terganggu. Firman mengatakan bahwa kista jenis ini banyak sekali jenisnya, Bunda. Namun, yang paling sering ditemukan adalah jenis endometriosis.
"Kemudian ada juga kista jenis dermoid, yang merupakan kista bawaan. Jadi isinya itu rambut, gigi, tulang. Jadi jika menurut masyarakat kita kayak disantet, padahal bukan," ungkap Firman.
"Kemudian ada jenis kista-kista yang lain, seperti jenis mucinous cystadenoma, serous cystadenoma. Kemudian kista jenis lain yang bercampur dengan komponen tumor jinak, misalnya fibroma itu isinya bukan lagi cairan tapi merupakan tumor padat," lanjutnya.
Perempuan usia remaja hingga dewasa (20-an tahun sampai 50-an) lebih berisiko mengalami kista disfungsional. Penyebabnya bisa lantaran style hidup yang tidak sehat.
Lantas, benarkah style hidup seperti konsumsi seblak bisa menyebabkan kista ovarium hingga kanker di sistem reproduksi perempuan?
TERUSKAN MEMBACA DI SINI.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·